Direktur Operasional LIB, Asep Saputra, mengungkapkan kekecewaannya atas peristiwa tersebut. Ia menilai tindakan tersebut tidak mencerminkan semangat sportivitas dalam sepak bola.
“Kami sangat menyesalkan insiden tersebut, bagi kami, itu sangat memalukan," kata Asep Saputra dalam keterangan resminya.
"Sejak awal kami selalu menghimbau kepada semua pihak agar selalu menjunjung sikap tinggi fair play dan respek, kita semua adalah saudara,” jelasnya.
Menindaklanjuti kejadian itu, LIB telah meminta pihak keamanan untuk segera mengusut tuntas dan menindak pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dinilai penting agar insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Selain itu, LIB juga akan menunggu laporan resmi dari berbagai pihak yang terlibat dalam pertandingan, termasuk panitia pelaksana dan pengawas pertandingan.
“Setelah itu akan kami komunikasikan dengan Komite Disiplin PSSI,” pungkas Asep Saputra.
LIB berharap seluruh elemen sepak bola, termasuk suporter, bisa menjaga suasana kondusif dan saling menghormati satu sama lain, demi kemajuan sepak bola nasional yang aman dan bermartabat.
Insiden ini menambah daftar panjang catatan buruk terkait keamanan pertandingan di kompetisi Liga 1. Meskipun laga berlangsung aman di dalam stadion, kejadian di luar area pertandingan justru mencoreng nilai-nilai sportivitas yang selalu dikampanyekan.
Selain kerugian materiil akibat kerusakan bus, insiden tersebut juga berdampak psikologis bagi pemain dan ofisial.
Baca Juga: Cibiran Tetangga Pasca Sanksi FIFA: Suporter Timnas Indonesia Kasar!
Berita Terkait
-
Cibiran Tetangga Pasca Sanksi FIFA: Suporter Timnas Indonesia Kasar!
-
China Bereaksi Usai Timnas Indonesia Disanksi FIFA
-
4 Orang Diperiksa Polisi di Insiden Kanjuruan Aremania Lempar Batu ke Bus Persik Kediri
-
Aremania Lempar Batu Dikecam Netizen: Liga 1 Tanpa Arema FC Insya Allah Aman Pak Erick Thohir
-
Sanksi FIFA dan Reduksi Peluang Indonesia Ajukan Diri Menjadi Tuan Rumah Ronde Keempat
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Jelang Laga Krusial Manchester City, Mikel Arteta Mendadak Jadi Suporter Bournemouth
-
Daftar Pemain Skotlandia di Piala Dunia 2026, Diperkuat Scott McTominay hingga Andy Robertson
-
Demi Gelar Juara, Pelatih Borneo FC Terang-terangan Dukung Persijap Gulingkan Persib
-
Borussia Dortmund Jadikan Gonzalo Garcia Target Utama Transfer Musim Panas
-
Belum Dapat Visa AS, Timnas Iran Terpaksa Mengungsi ke Turkiye untuk TC Jelang Piala Dunia 2026
-
David Raya Ungkap Kondisi Cedera Usai Bawa Arsenal Menang Tipis atas Burnley
-
Enzo Maresca Kandidat Kuat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
-
Umuh Muchtar Minta Persib Bandung Tak Terlena, Target Tetap Menang Lawan Persijap
-
Menuju Pekan ke-34 BRI Super League: Umuh Muchtar Minta Penggawa Persib Rem Euforia
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Lawan Jepang, Qatar, dan Thailand: Babak Belur di Piala Asia 2027?