Suara.com - Jelang laga penting Timnas Indonesia melawan China pada 5 Juni 2025 mendatang, polemik di posisi penjaga gawang tengah jadi sorotan. Salah satu kandidat terkuat, Emil Audero, yang belum lama ini resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), kemungkinan besar tidak bisa segera bergabung ke skuad Garuda sesuai jadwal yang diharapkan.
Situasi ini muncul lantaran Emil Audero masih memiliki komitmen bersama klubnya di Italia, Palermo, yang kini tengah berlaga di ajang play-off promosi Serie B.
Palermo sendiri menyudahi musim reguler Serie B 2024/25 di peringkat kedelapan dan berhak tampil di babak play-off demi tiket naik kasta ke Serie A.
Apabila Palermo terus melaju hingga final play-off, maka Emil Audero baru akan menyelesaikan tugasnya pada 2 Juni 2025.
Dengan jadwal pertandingan melawan China hanya berselang tiga hari setelahnya, peluang Emil untuk bisa langsung tampil bersama Timnas Indonesia semakin tipis.
Terlebih, adaptasi kondisi fisik dan strategi tim juga menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan oleh pelatih.
Absennya Maarten Paes, yang terkena akumulasi kartu kuning, makin memperjelas kebutuhan mendesak akan penjaga gawang utama yang siap tampil.
Emil Audero sebenarnya menjadi kandidat paling ideal karena kualitasnya dinilai sepadan dengan Paes.
Namun, kondisi saat ini mendorong federasi dan tim pelatih untuk mempertimbangkan opsi lain sebagai solusi darurat.
Baca Juga: Auto Masuk Timnas! Asnawi Mangkualam Kembali Cetak Rekor di Liga Thailand
Salah satu nama yang mulai mencuat ke permukaan adalah Cyrus Margono. Kiper muda keturunan Indonesia ini saat ini memperkuat KF Dukagjini, klub yang berlaga di Liga Kosovo.
Bergabung sejak Februari 2025, Cyrus telah tampil dalam 10 laga liga domestik dan satu pertandingan di ajang Piala Kosovo.
Statistik penampilannya menunjukkan performa yang solid. Dari 10 pertandingan liga, Cyrus sukses mencatatkan 5 clean sheet dan hanya kebobolan 10 gol.
Sebuah pencapaian yang terbilang impresif untuk pemain yang baru menjalani musim perdananya di liga tersebut.
Pada laga debutnya di Liga Kosovo melawan FC Ballkani, Cyrus mencuri perhatian publik.
Ia melakukan 11 penyelamatan dalam satu pertandingan, yang tercatat sebagai jumlah penyelamatan terbanyak dalam satu laga Liga Kosovo sejak 2022.
Meski timnya harus menelan kekalahan 0-1, aksi cemerlangnya menuai pujian dari berbagai pihak.
Jika melihat kondisi terkini Timnas Indonesia, memanggil Cyrus sebagai alternatif penjaga gawang merupakan langkah yang layak dipertimbangkan.
Selain usia yang masih muda, yakni 23 tahun, Cyrus juga memiliki rekam jejak yang menjanjikan serta pengalaman bermain di Eropa yang bisa menjadi nilai tambah dalam persaingan internasional.
Masuknya Emil Audero ke dalam daftar pemain naturalisasi memang sempat menyita perhatian pecinta sepak bola Tanah Air.
Emil Audero yang sebelumnya bermain di Serie A bersama Sampdoria dan sempat dipinjamkan ke Juventus, dikenal memiliki kualitas tinggi sebagai penjaga gawang.
Namun, proses adaptasinya ke tim nasional tidak bisa dilakukan secara instan, terlebih jika waktu bergabungnya mepet jelang laga penting.
Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) kini dihadapkan pada pilihan strategis: tetap menunggu Emil Audero atau memberi kesempatan pada Cyrus Margono yang saat ini dalam kondisi siap tampil.
Keputusan ini akan sangat krusial karena laga melawan China merupakan bagian dari babak penting dalam kualifikasi internasional.
Timnas Indonesia memang tengah memasuki era baru dengan komposisi pemain yang semakin kompetitif, termasuk di sektor penjaga gawang.
Kehadiran nama-nama seperti Emil, Paes, dan Cyrus menunjukkan bahwa persaingan di posisi ini tak kalah ketat dibanding lini lainnya.
Dukungan publik dan harapan besar terhadap prestasi Timnas Indonesia membuat penentuan posisi kiper utama tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.
Performa, kesiapan mental, dan adaptasi dengan tim harus menjadi pertimbangan utama.
Siapapun yang dipercaya nantinya, diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal demi menjaga asa Garuda meraih kemenangan atas China.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan