Suara.com - Tiket pertandingan Timnas Indonesia vs China melalui Livin by Mandiri ludes terjual, PSSI berencana kembali merilis sisa tiket untuk dijual via KitaGaruda.id.
Adapun Timnas Indonesia akan berhadapan dengan China dalam laga lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 5 Juni 2025.
Sebelumnya, sudah dijual tiket buat menyaksikan laga tersebut melalui Livin by Mandiri yang langsung ludes terjual dalam kurun waktu sehari.
Adapun tiket yang dijual melalui Livin hanya 80 persen dari kapasitas Stadion GBK, Jakarta.
Oleh sebab itu, PSSI akan kembali menjual sisa tiket yang ada, Senin (19/5/2025).
"PSSI menjual 80 persen total penjualan tiket melalui Livin by Mandiri untuk semua kategori dan tidak lama langsung terjual habis," kata Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Arya Sinulingga dilaman resmi PSSI.
"Nanti hari Senin tanggal 19 Mei, kami akan buka lagi penjualan di KitaGaruda.id untuk sisa 20 persen."
Oleh sebab itu, bagi Garuda Fans yang sebelumnya tidak kebagian tiket bisa bersiap-siap untuk mencoba membelinya lagi.
Selain itu, PSSI mengingatkan jangan membeli tiket pertandingan Timnas Indonesia vs China melalui calo, karena berpotensi bisa merugikan.
Baca Juga: MU Lawan ASEAN All Stars: 2 Alasan Fans Timnas Indonesia Lebih Baik Skip!
"Jadi masih ada kesempatan kepada penonton dan suporter untuk membeli tiket. PSSI mengimbau para penonton dan suporter untuk tidak membeli melalui calo," sambungnya.
"Membeli tiket melalui calo tidak hanya beresiko mendapatkan harga yang jauh lebih mahal, tetapi juga tidak menjamin keaslian tiket yang dibeli," tambah Arya Sinulingga.
Harga tiket yang dijual PSSI pun beraneka ragam dari yang termurah Rp300 ribu sampai paling mahal Rp1,750 juta.
Untuk tiket yang Rp300 ribu berada di tribun atas alias Indomie Upper Garuda.
Kemudian untuk tribun utara dan selatan yang biasa di tempati oleh kelompok suporter fanatik dijual seharga Rp600 ribu.
Untuk tribun timur dan barat sama-sama dijual dengan harga yang lumayan mahal yaitu Rp1,250 juta.
Lalu paling mahal yaitu Rp1,750 ribu adalah kelas premium timur dan barat.
Kemenangan atas China pada 5 Juni nanti, jadi harga mati jika ingin menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026, sementara satu poin dari Jepang pada 10 Juni mendatang akan jadi bonus berharga.
Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental pemain akan menjadi fokus utama selama pemusatan latihan di Bali yang rencananya bergulir pada 26 Mei 2025.
Meski belum ada pengumuman resmi dari PSSI terkait daftar pemain yang dipanggil, sejumlah nama diperkirakan sudah masuk radar pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Pemusatan latihan di Bali juga dinilai ideal karena suasana yang lebih tenang dapat membantu pemain fokus, serta mempercepat pemulihan bagi mereka yang mengalami kelelahan setelah kompetisi panjang bersama klub masing-masing.
Selain itu, cuaca dan kondisi lapangan di Bali dianggap mendukung untuk latihan intensif.
Dengan hanya dua laga tersisa, setiap keputusan yang diambil, termasuk pemilihan pemain untuk TC di Bali, akan sangat menentukan perjalanan Timnas Indonesia menuju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Para pemain dituntut menunjukkan performa terbaik mereka, baik dalam latihan maupun pertandingan, demi membawa Garuda terbang lebih tinggi di level Asia.
Selain aspek teknis, dukungan publik Indonesia akan sangat berperan dalam laga melawan China.
Animo suporter yang diprediksi memadati SUGBK pada 5 Juni diharapkan menjadi kekuatan tambahan bagi skuad Garuda.
Lolos ke babak keempat kualifikasi bukan hanya akan jadi sejarah baru bagi sepak bola nasional, tapi juga membuka jalan lebih lebar menuju impian terbesar: tampil di putaran final Piala Dunia 2026, untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Meski saat ini berada di peringkat keempat, peluang Timnas Indonesia untuk melangkah ke babak keempat kualifikasi masih terbuka.
Posisi ketiga di Grup C—yang bisa membuka jalur ke babak play-off—menjadi target realistis, mengingat kuatnya Jepang dan Australia di posisi dua teratas.
Jika Marselino Ferdinan dan kawan-kawan mampu meraih kemenangan pada 5 Juni, Timnas Indonesia akan melampaui China secara poin dan membuka lebar peluang untuk finis di tiga besar.
Adapun pertandingan melawan Jepang lima hari kemudian akan menjadi tantangan tersendiri.
Namun karena Jepang sudah dipastikan lolos, besar kemungkinan mereka akan melakukan rotasi pemain. Hal ini bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mencuri satu poin atau bahkan menciptakan kejutan.
Berita Terkait
-
MU Lawan ASEAN All Stars: 2 Alasan Fans Timnas Indonesia Lebih Baik Skip!
-
Rencana Besar Oxford United untuk Marselino dan Ole Romeny Musim Depan
-
Bomber Persib Berbandrol Rp3 M Kirim Kode Siap Comeback ke Timnas Indonesia
-
Makin Tersingkir, Striker Timnas Indonesia Era STY Buka Suara Soal 11 Pemain Asing di Liga 1
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Mengenang Semifinalis Piala Dunia 1994, Bulgaria Jadi Ancaman Timnas Indonesia di GBK
-
Hasil Super League: Drama Kartu Merah di Parepare, Dewa United Permalukan PSM Makassar
-
Penuhi Syarat Bela Ajax, Maarten Paes Belum Tentu Debut Lawan Klub Justin Hubner Malam Ini
-
Head to Head Maarten Paes vs Jaros: Siapa yang Bakal Dimainkan Fred Grim Lawan Fortuna?
-
Indonesia Dapat Dukungan Uzbekistan untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia Futsal
-
Kiper Keturunan Indonesia Tony Kouwen Trial di Atletico Madrid, Sang Ayah: Kebanggaan Keluarga
-
St Kitts and Nevis Tunjuk Pelatih Baru Jelang Hadapi Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
-
Tony Kouwen Pemain Keturunan Indonesia, Mengidolakan Kiper Genoa hingga Ingin Jadi Bos Rongsok
-
Gabung Persib Bandung, Dion Markx Yakin Keputusannya Tinggalkan Eropa Sudah Tepat
-
Cerita Keluarga Pemain Keturunan Indonesia Tony Kouwen, Hidup Nomaden dan Tinggal di Karavan