3. Pavel Solomin
Berstatus sebagai mantan pemain Timnas Uzbekistan, Pavel Solomin, cukup dikenal oleh publik sepak bola Indonesia.
Dua klub besar Tanah Air pernah ia bela, yakni Sriwijaya FC dan Persisam Putra Samarinda.
Pavel Solomin pulang ke tanah asalnya pada 2012, saat itu ia bergabung klub Mash'al Mubarek.
4. Dilshod Sharofetdinov
Berposisi sebagai gelanda, Dilshod, pernah memperkuat PSMS Medan setelah berkarier di Liga Malaysia.
Sayangnya kiprah Dilshod di Liga Indonesia terbilang singkat, pada pertengahan 2018, PSMS Medan memutus kontraknya.
5. Javlon Guseynov
Javlon bergabung Borneo FC sejak awal 2019, sejak saat itu ia menjelma sebagai pemain penting Pesut Etam.
Baca Juga: Kuota 11 Pemain Asing Liga 1: Klub Berprestasi atau Malah Babak-belur?
Sebagai pilar utama di lini pertahanan Borneo FC, nama Javlon Guseynov cukup terkenal di kalangan pecinta sepak bola Tanah Air.
6. Pavel Purishkin
Pavel Purishkin direkrut PSM Makassar dari klub Khazakstan pada tahun 2017.
Meski begitu, sosoknya termasuk dalam perombakan skuad di awal musim 2018.
Kiprahnya bersama Ayam Jantan dari Timur berakhir usai didepak di akhir musim 2017.
Itulah deretan pemain asal Uzbekistan yang pernah merumput di Liga Indonesia.
Kehadiran mereka menambah keberagaman dalam kompetisi nasional dan menunjukkan bahwa Liga Indonesia punya daya tarik tersendiri bagi pemain dari berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tengah.
Meskipun sebagian dari mereka hanya bermain dalam waktu singkat, kontribusi dan kisah karier mereka tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang sepak bola Tanah Air.
Tak menutup kemungkinan, di masa depan akan ada lebih banyak lagi pemain Uzbekistan yang melanjutkan jejak mereka di Indonesia.
Dengan meningkatnya profesionalisme klub-klub lokal dan atmosfer kompetisi yang semakin kompetitif, Liga Indonesia bisa menjadi panggung yang menarik bagi para pemain asing untuk berkembang dan memberi warna baru dalam kancah sepak bola nasional.
Kontributor: Eko
Berita Terkait
-
Kuota 11 Pemain Asing Liga 1: Klub Berprestasi atau Malah Babak-belur?
-
Perbandingan Peringkat Liga Indonesia vs Saudi Pro League usai Disamakan oleh Media Vietnam
-
Operasional VAR Liga 1 Dikritik Banyak Pihak, PSSI Perlu Lakukan Evaluasi
-
Kapok Disalip Kamboja, Liga 1 Musim Depan Bisa Daftarkan 11 Pemain Asing?
-
Jarang Disorot! Wawancara Khusus Kitman Dewa United Supriyanto: Rahasia di Ruang Ganti
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Jelang Muktamar Ke-35, KH Miftachul Ahyar Tinjau Kesiapan di Tambakberas
-
Bagaimana Cara Kerja Magnet dan Sifat-sifatnya? Ini Penjelasannya
-
Hadapi Badai Efisiensi, Local Media Community Makassar Dorong Diversifikasi Bisnis
-
Ritual Berujung Petaka di Bone: ASN Ngamuk Ngaku Arung Palakka Terpaksa Diikat di Pohon
-
Harga Rice Cooker Miyako Kapasitas 0,6 Liter, Hemat Listrik untuk Anak Kos
-
Surat untuk Hari yang Telah Berlalu
-
TPNPB-OPM Akui Tembak TNI dan Intel di Tolikara, Ada Korban Jiwa
-
Hamsad Rangkuti dan Kisah Perjuangan Melawan Tentara NICA dalam BukuKereta Pagi Jam 5
-
Bukan Pengangkatan Otomatis, Begini Skema Guru PPPK Jadi PNS pada 2027
-
Riset CORE Ungkap Trik Pemerintah Sembunyikan Utang, Dari Whoosh hingga Burden Sharing BI