-
Jerman tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah adu penalti melawan tim Paraguay.
-
Julian Nagelsmann mengakui bahwa kualitas timnas Jerman saat ini sudah bukan kelas satu.
-
Nagelsmann menolak mundur dan menyerahkan keputusan masa depannya kepada pihak DFB.
Suara.com - Pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann secara terbuka mengakui Timnas Jerman telah kehilangan status sebagai kekuatan sepak bola elite dunia. Kendati demikian, sang pelatih menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari kursi kepelatihan setelah kepulangan prematur mereka.
Ambisi besar Die Mannschaft hancur di babak gugur pertama setelah kalah dramatis melalui adu penalti dari Paraguay. Tiga eksekutor utama Jerman, yakni Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah, gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna.
Tragedi ini memicu kekecewaan mendalam bagi publik Jerman yang telah menanti laga babak gugur selama 12 tahun. Juru taktik berusia 38 tahun tersebut tidak bisa menyembunyikan kenyataan pahit atas kemerosotan prestasi timnya.
"Jika Anda tersingkir setelah fase pertama, itu tidak cukup untuk sepak bola Jerman," kata Nagelsmann dikutip dari ESPN, Selasa (30/6/2026).
"Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut sehingga kami bukan bagian dari tim kelas satu lagi. Saya kecewa."
Nakhoda yang mulai menjabat sejak tahun 2023 tersebut kini dihujani pertanyaan kritis terkait kelayakan dirinya memimpin tim nasional. Sejumlah spekulasi mengenai pemecatan dirinya langsung mencuat dalam konferensi pers pascalaga yang berlangsung tegang.
Mantan pelatih Bayern Munich tersebut menyadari bahwa gelombang mosi tidak percaya dari para suporter kini tengah mengintai posisinya. Namun, ia secara tegas menolak anggapan bahwa dirinya akan meninggalkan tim di masa-masa sulit ini.
"Jika DFB [Asosiasi Sepak Bola Jerman] menginginkan saya, saya akan terus melanjutkan," katanya.
"Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin terus melanjutkan jika DFB menginginkan saya. Saya akan memberikan argumen saya kepada bos saya."
Baca Juga: Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
Nagelsmann menyadari rapor merah performa tim asuhannya sepanjang turnamen akan membuat opini publik berbalik menyerangnya. Ia siap menghadapi konsekuensi dan evaluasi total yang akan dilakukan oleh jajaran manajemen federasi dalam waktu dekat.
"Jika ada survei hari ini di Jerman, orang-orang jelas tidak akan berbicara positif tentang saya," ucap Nagelsmann.
"Kami belum berbuat banyak selama turnamen ini. Saya bukan seseorang yang melarikan diri."
Kontrak kerja Nagelsmann bersama federasi sepak bola Jerman sendiri sebenarnya masih menyisakan durasi yang cukup panjang. Secara legal, ia terikat komitmen untuk menukangi tim nasional hingga berakhirnya kompetisi Piala Eropa 2028 mendatang.
Kekalahan menyakitkan dari Paraguay memperpanjang tren buruk sepak bola Jerman yang terus merosot dalam satu dekade terakhir. Raksasa Eropa ini tercatat belum pernah lagi memenangkan satu pun pertandingan di babak gugur sejak mereka mengangkat trofi juara pada 2014 silam.
Sebelumnya, Jerman juga harus menelan pil pahit akibat langsung terdepak di fase grup pada gelaran Piala Dunia 2018 dan 2022. Kegagalan beruntun di tiga turnamen berturut-turut ini mengonfirmasi krisis prestasi mendalam yang sedang melanda internal skuad Jerman.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
Luruskan Pidato Prabowo, Mendikdasmen Jelaskan Soal Bahasa Asing Wajib Sejak SD