Bola / Bola Dunia
Selasa, 30 Juni 2026 | 13:07 WIB
Timnas Jerman dipastikan lolos ke babak gugur Piala Dunia 2026. (Instagram/@dfb_team)
Baca 10 detik
  • Jerman tersingkir dari Piala Dunia setelah kalah adu penalti melawan tim Paraguay.

  • Julian Nagelsmann mengakui bahwa kualitas timnas Jerman saat ini sudah bukan kelas satu.

  • Nagelsmann menolak mundur dan menyerahkan keputusan masa depannya kepada pihak DFB.

Suara.com - Pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann secara terbuka mengakui Timnas Jerman telah kehilangan status sebagai kekuatan sepak bola elite dunia. Kendati demikian, sang pelatih menegaskan komitmennya untuk tidak mundur dari kursi kepelatihan setelah kepulangan prematur mereka.

Ambisi besar Die Mannschaft hancur di babak gugur pertama setelah kalah dramatis melalui adu penalti dari Paraguay. Tiga eksekutor utama Jerman, yakni Kai Havertz, Nick Woltemade, dan Jonathan Tah, gagal menunaikan tugasnya dengan sempurna.

Tragedi ini memicu kekecewaan mendalam bagi publik Jerman yang telah menanti laga babak gugur selama 12 tahun. Juru taktik berusia 38 tahun tersebut tidak bisa menyembunyikan kenyataan pahit atas kemerosotan prestasi timnya.

Pelatih Timnas Jerman Julian Nagelsmann (tengah) memberi isyarat di tepi lapangan selama pertandingan pertama Grup A Euro 2024 antara Jerman vs Skotlandia di Munich Football Arena di Munich pada 14 Juni 2024.Tobias SCHWARZ / AFP.

"Jika Anda tersingkir setelah fase pertama, itu tidak cukup untuk sepak bola Jerman," kata Nagelsmann dikutip dari ESPN, Selasa (30/6/2026).

"Ini adalah eliminasi ketiga berturut-turut sehingga kami bukan bagian dari tim kelas satu lagi. Saya kecewa."

Nakhoda yang mulai menjabat sejak tahun 2023 tersebut kini dihujani pertanyaan kritis terkait kelayakan dirinya memimpin tim nasional. Sejumlah spekulasi mengenai pemecatan dirinya langsung mencuat dalam konferensi pers pascalaga yang berlangsung tegang.

Mantan pelatih Bayern Munich tersebut menyadari bahwa gelombang mosi tidak percaya dari para suporter kini tengah mengintai posisinya. Namun, ia secara tegas menolak anggapan bahwa dirinya akan meninggalkan tim di masa-masa sulit ini.

"Jika DFB [Asosiasi Sepak Bola Jerman] menginginkan saya, saya akan terus melanjutkan," katanya.

"Saya tahu banyak orang ingin saya pergi, tetapi saya ingin terus melanjutkan jika DFB menginginkan saya. Saya akan memberikan argumen saya kepada bos saya."

Baca Juga: Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia

Nagelsmann menyadari rapor merah performa tim asuhannya sepanjang turnamen akan membuat opini publik berbalik menyerangnya. Ia siap menghadapi konsekuensi dan evaluasi total yang akan dilakukan oleh jajaran manajemen federasi dalam waktu dekat.

"Jika ada survei hari ini di Jerman, orang-orang jelas tidak akan berbicara positif tentang saya," ucap Nagelsmann.

"Kami belum berbuat banyak selama turnamen ini. Saya bukan seseorang yang melarikan diri."

Kontrak kerja Nagelsmann bersama federasi sepak bola Jerman sendiri sebenarnya masih menyisakan durasi yang cukup panjang. Secara legal, ia terikat komitmen untuk menukangi tim nasional hingga berakhirnya kompetisi Piala Eropa 2028 mendatang.

Kekalahan menyakitkan dari Paraguay memperpanjang tren buruk sepak bola Jerman yang terus merosot dalam satu dekade terakhir. Raksasa Eropa ini tercatat belum pernah lagi memenangkan satu pun pertandingan di babak gugur sejak mereka mengangkat trofi juara pada 2014 silam.

Sebelumnya, Jerman juga harus menelan pil pahit akibat langsung terdepak di fase grup pada gelaran Piala Dunia 2018 dan 2022. Kegagalan beruntun di tiga turnamen berturut-turut ini mengonfirmasi krisis prestasi mendalam yang sedang melanda internal skuad Jerman.

Load More