Suara.com - Berikut prediksi final Liga Europa antara Tottenham vs Manchester United.
Final Liga Europa akan mempertemukan dua tim Inggris, Tottenham vs Manchester United di Stadion San Mames, Kamis (22/5) dinihari WIB.
Pertemuan kedua tim diibaratkan laga antara klub yang musim ini alami pasang surut di kompetisi domestik.
Tottenham saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen Liga Inggris. Anak asuh Ange Postecoglou itu mengemas 38 poin dari 37 pertandingan.
Spurs hanya selisih 13 poin dari Leicester City yang musim depan terdegradasi. Spurs dari 37 laga mengemas 11 kemenangan, 5 imbang dan menderita 21 kekalahan.
Kondisi tak jauh berbeda dialami oleh Manchester United. Red Devils berada satu tingkat di atas Spurs di klasemen Liga Inggris.
Anak asuh Ruben Amorim itu hanya unggul 1 poin dari Tottenham. Dari 37 laga, United meraih 10 kemenangan, 9 imbang dan mengalami 18 kekalahan.
Meski alami musim buruk di Liga Inggris, kedua tim setidaknya tampil lumayan di kompetisi Eropa--buktinya mereka bisa tampil di final Liga Europa musim ini.
Bagi Tottenham laga final musim ini jadi ketiga sepanjang keikutsertaan mereka di Liga Europa--dulu bernama Piala UEFA.
Baca Juga: Kiper Ditangkap Polisi, FC Twente Gagal Juara UEFA Cup
Spurs meraih trofi ini pada musim 1972 dan 1984. Sedangkan Manchester United di era Jose Mourinho pada 2017 menjadi kampium.
Jika menilik dari rekor pertemuan kedua tim di musim ini, Red Devils harusnya bisa dengan mudah ditaklukan oleh Spurs.
Kedua tim telah bertemu sebanyak tiga kali dan Tottenham menyapu bersih laga dengan kemenangan, termasuk di babak perempat final Piala Liga Inggris.
Namun Red Devils tentu bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Apalagi Bruno Fernandes dkk mampu lolos ke final dengan mengalahkan tim kuda hitam, Atheletic Bilbao.
Sedangkan Tottenham ke final dengan hanya mengalahkan tim selevel Bodo/Glimt.
Fakta-fakta menarik:
Berita Terkait
-
Kiper Ditangkap Polisi, FC Twente Gagal Juara UEFA Cup
-
Dear Man United, Amad Diallo Tak Mau Hattrick Runner-up Liga Europa: Ayo Juara!
-
Jelang Final Liga Europa, Amad Diallo Ogah Menangis Ketiga Kali
-
Respons Pep Guardiola usai Man City Puasa Gelar, Bawa-bawa Manchester United
-
MU Lawan ASEAN All Stars: 2 Alasan Fans Timnas Indonesia Lebih Baik Skip!
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
Terkini
-
Dony Tri Pamungkas Buka Peluang Abroad, Legia Warszawa Masih Memantau?
-
Bali United Dirumorkan Tertarik Datangkan Eks Striker Leicester City
-
Skuad Timnas Belanda Dinilai Lebih Komplet, Incar Trofi Piala Dunia 2026
-
Turun Kasta Liga Italia, Segini Nilai Emil Audero Setelah Dibantai Como 1907
-
Pelatih Persija Irit Komentar soal Persib Juara, Hanya Ucapkan Satu Kalimat
-
Pelatih Emil Audero Bicara Masa Depan usai Cremonese Degradasi: Kita Lihat Nanti
-
Marco van Basten Jadi Target Penculikan Mafia Italia, Gagal Gegara Pelaku Fans AC Milan
-
Sinyal Abroad? Dony Tri Pamungkas Dipuji Bakal Mudah Adaptif di Luar Negeri
-
Tangis Maarten Paes Pecah Usai Selamatkan Ajax, Kenneth Perez Malah Beri Sindiran Pedas
-
Pasrah! Maarten Paes Bingung soal Masa Depannya Meski Jadi Pahlawan Ajax