Suara.com - Masih ingat dengan nama striker Belanda, Sylvano Comvalius? Ya, Comvalius pernah berkarier di Liga Indonesia bersama sejumlah klub.
Comvalius tercatat pernah membela Bali United, Persipura hingga Arema FC. Sosoknya jadi sorotan saat terlibat cekcok dengan Stefano Lilipaly.
Pemain yang saat ini dipanggil Patrick Kluivert untuk ikuti TC Timnas Indonesia tersebut terlihat adu mulut dengan Comvalius saat sama-sama membela Bali United.
Insiden antara Comvalius dengan Stefano Lilipaly terjadi pada 2017 saat pertandingan antara PSM vs Bali United di Stadion Andi Mattalata.
Saat itu, kedua pemain yang sama-sama lahir di Belanda terlibat cekcok dan hampir adu jotos di pertengahan babak pertama.
Pemicu insiden antara keduanya berawal saat Comvalius memilih untuk menembak bola ketimbang memberikan umpan kepada Fano--sapaan akrab Stefano Lilipaly, yang tak terjaga.
Keduanya kemudian saling adu mulut. Bahkan dari tayangan video yang viral beberapa tahun lalu itu, Comvalius tampak melayangkan pukulan kepada Fano.
Pertengkaran keduanya sempat coba diredam oleh pemain keturunan Belanda lainnya, Irfan Bachdim. Namun keduanya masih sama-sama tersulut emosinya.
Sejumlah pemain PSM dan Bali United hingga wasit itu sampai harus melerai keduanya.
Baca Juga: Sandy Walsh Cedera! Apesnya Timnas Indonesia Jelang Hadapi China
Comvalius sendiri setelah pertandingan selesai di akun sosial media miliknya memberikan klarifikasi.
Menurutnya, perseteruan antara ia dengan Stefano Lilipaly ialah bagian dari dedikasi pemain untuk memberikan yang terbaik untuk tim.
"Sepak bola adalah luapan emosi, dan emosi menghasilkan dedikasi serta tekad untuk memenangi pertandingan. Inilah Jawabannya!" tulis Comvalius.
Setelah bertahun-tahun insiden itu berlalu, bagaimana kabar Comvalius saat ini?
Seperti diketahui, Stefano Lilipaly yang saat ini membela Borneo FC dipanggil oleh Kluivert jelang pertandingan Timnas Indonesia vs China dan Jepang.
Comvalius sendiri sudah pensiun sebagai pemain. Ia terakhir bermain di Quick Boys pada 2022.
Pemain kelahiran Amsterdam itu saat ini berstatus sebagai asisten pelatih tim U-19 AZ.
Ia mengemban tugas itu sejak Juli 2024. Sebelumnya Comvalius menjadi asisten pelatih di tim U-17 AZ.
Ia juga sempat menjadi pelatih khusus striker di tim U-17 dan U-18 AZ.
Yang menarik, Comvalius saat ini melatih salah satu pemain keturunan Indonesia di tim U-19 AZ.
Ialah Kenzo Riedewald, pemain keturunan Indonesia yang sekarang dilatih oleh Comvalius.
Kenzo ialah pemain berdarah Banda Neira. Kenzo merupakan saudara jauh dari Jairo Riedewald.
“Ya, aku keluarga dengannya (Jairo). Keluarga jauh, tapi ya dia keluargaku,” ucap Kenzo.
Kenzo kemudian menjelaskan bahwa kakeknya yang berasal dari Banda Neira pernah menjelaskannya kepadanya mengenai kesamaan nama belakangnya dengan Jairo.
Tapi Kenzo tak begitu memahaminya. Terlebih sang kakek telah tiada dan merupakan satu-satunya orang yang mengetahui seluk-beluk mengenai nama ‘Riedewald’ itu.
“Dan kakekku pernah menjelaskan kepadaku, tapi sayangnya dia (sudah) meninggal. Jadi dia tidak bisa lagi menjelaskannya. Dia adalah satu-satunya orang yang tahu,” lanjut Kenzo.
Memiliki darah Indonesia dari sang ibu, Kenzo tak asing dengan budaya dan sepak bola Indonesia.
Ia mengaku sering menyantap masakan khas Indonesia di rumah dan mengikuti perkembangan sepak bola Indonesia, termasuk kiprah para pemain keturunan yang memilih membela Timnas Garuda.
"Aku sangat menyukainya. Aku suka mereka bermain di negara yang menjadi akar mereka," ungkap Kenzo di kanal YouTube Yussa Nugraha.
Ketertarikannya pada Timnas Indonesia semakin besar, dan Kenzo mengaku siap jika suatu saat nanti dipanggil untuk membela tim nasional.
"Aku mungkin bakal ambil penawaran tersebut," tutur Kenzo.
Berita Terkait
-
Sandy Walsh Cedera! Apesnya Timnas Indonesia Jelang Hadapi China
-
2 Nama yang Berpeluang Gantikan Denny Landzaat jika Tinggalkan Timnas Indonesia
-
Koneksi Belanda! Patrick Kluivert Bawa Teman saat Inspeksi Lokasi TC Timnas Indonesia di Bali
-
Timnas Indonesia Kehilangan 'Double No.10' Vs China, Ganti Taktik atau Tambal Sulam?
-
Pemanggilan Rafael Struick: Statistiknya Buat Fans Meragukan Kemampuannya
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Lille Menang, Calvin Verdonk Justru Bongkar Masalah Timnya
-
Main di Posisi Baru, Dion Markx Tetap Percaya Diri Saat Debut Bersama Persib Bandung
-
Jordi Amat Waspadai Kekuatan Malut United di Kandang
-
Kelelahan, Persija Jakarta Tak Persiapan Khusus Jelang Lawan Malut United
-
Kondisi Persib Bandung Bikin Arsitek Persija Jakarta Prihatin, Ada Apa?
-
Batal ke Timnas Indonesia, Jesus Casas Resmi Latih Raksasa Singapura
-
Bungkam Kritik, Nathan Tjoe-A-On Bangkit dan Jaga Asa Willem II Promosi ke Eredivisie
-
Begini Keseharian Wonderkid MU Amir Ibragimov, Penghafal Alquran di Bulan Ramadan
-
Arne Slot Pastikan Cedera Florian Wirtz Tidak Serius
-
Joey Pelupessy Kepergok Balik ke Eredivisie Belanda, Tak Jadi ke Persib?