Suara.com - Mengupas kisah seorang kasir supermarket keturunan Indonesia yang kini bergabung AC Milan. Siapakah sosok pemain tersebut?
Bukan rahasia lagi jika Timnas Indonesia memiliki banyak pemain-pemain keturunan atau diaspora yang tersebar di seluruh penjuru Eropa.
Para pemain keturunan ini bahkan banyak berkiprah di kompetisi-kompetisi kasta teratas Eropa, terutama di negara Belanda.
Banyaknya pemain keturunan di Belanda ini tak lepas dari sejarah negeri Kincir Angin itu dengan Indonesia di masa lampau.
Karenanya, tak mengherankan jika para kerap muncul para pemain keturunan di Belanda yang sewaktu-waktu bisa dicomot oleh Indonesia.
Salah satu pemain yang sempat dilirik dan ingin dicomot oleh Indonesia adalah seorang kasir supermarket yang kini bergabung AC Milan, yakni Tijjani Reijnders.
Pemain berusia 26 tahun itu menjadi salah satu pemain Grade A yang sempat dibidik oleh PSSI dan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Namun karena bergabung AC Milan pada 2023 lalu, namanya pun mulai dilirik Belanda dan akhirnya memilih membela De Oranje.
Bahkan karena penampilan apiknya bersama AC Milan, kini Tijjani Reijnders menjadi buruan klub top seperti Manchester City dan juga Real Madrid di musim panas 2025.
Baca Juga: Elkan Baggott Kasih Bocoran Kapan Bela Timnas Indonesia? Ternyata Hoaks Buatan TikTokers
Lantas seperti apa perjalanan Tijjani Reijnders yang dulunya seorang kasir supermarket keturunan Indonesia dan kini bisa berseragam AC Milan?
Dari Supermarket hingga Jadi Pemain Top
Kisah Tijjani Reijnders sebagai kasir sendiri tercipta sebelum dirinya bermain untuk AZ Alkmaar, tepatnya saat masih bermain di PEC Zwolle.
Meski lahir di keluarga pesepak bola, Tijjani tetap memilih bekerja seperti guna memenuhi keinginan dan kebutuhannya di luar lapangan hijau.
Dilansir dari media Belanda, NOS, sebelum pindah ke AZ Alkmaar pada 2017 silam, kakak Eliano Reijnders itu bekerja di supermarket bernama ‘Aldi’.
Di sana dirinya bekerja sebagai kasir dan penjaga toko, di mana Tijjani bekerja bersama dua rekannya dengan berdiri di belakang meja kasir dan mengisi rak dengan produk-produk yang dijual.
Dari pekerjaannya di supermarket itu, Tijjani bisa mendapatkan uang ratusan euro per bulannya untuk menambah pemasukannya dan memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
“Saya mengisi rak, bekerja di belakang meja kasir, dan memperoleh penghasilan beberapa ratus euro per bulan dari pekerjaan itu,” kata Tijjani.
Pengalaman yang pernah dirasakannya dengan menjadi kasir untuk sekadar mendapat pundi-pundi uang pun menjadi pengalaman berharga baginya.
Bahkan menurut Tijjani, pengalaman sebagai kasir itu memberi kesan yang baik untuknya hingga menjadi pesepak bola top saat ini.
“Baru-baru ini saya berbicara dengan keluarga saya tentang perbedaan itu, dan kami menyimpulkan bahwa waktu di Aldi sangat baik bagi saya. Saya telah melihat kedua sisi,” pungkasnya.
Dari bayaran yang hanya beberapa ratus euro per bulan sebagai kasir, kini Tijjani mendapat bayaran puluhan ribu euro per pekan karena menjadi salah satu bintang di AC Milan.
Dilansir dari laman Capology, Tijjani mendapat bayaran 74 ribu euro atau setara Rp1,3 miliar per pekannya usai meneken kontrak baru bersama tim berjuluk Rossoneri itu.
Jika dihitung per tahun, maka Tijjani mendapat bayaran sebesar 3,85 juta euro atau setara Rp71,1 miliar per tahunnya bersama AC Milan.
Gajinya tersebut bisa saja meroket drastis andai dirinya menerima pinangan tim kaya sekelas Manchester City ataupun Real Madrid di musim panas ini.
Bahkan jika kepindahan itu terjadi, Tijjani bisa menjadi pemain keturunan Indonesia termahal, mengingat transfernya disebut-sebut akan memakan mahar 70 -80 juta euro (Rp1,4 triliun).
(Felix Indra Jaya)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Singkirkan Club Brugge, Diego Simeone Sebut Atletico Madrid bak Tim yang Terlahir Kembali
-
Tinggal Dewa United! Jan Olde Siap Bawa Harapan Indonesia di Asia
-
Kaltim Siapkan Tiga Stadion untuk Piala AFF U-17 2026
-
Disingkirkan Bodo/Glimt, Cristian Chivu Klaim Inter Milan Sudah Berikan Segalanya
-
Juventus Lirik Kembali Si Anak Hilang, Emil Audero Masuk Radar Transfer
-
John Herdman Langsung Dapat Tantangan dari PSSI Jelang FIFA Series 2026
-
Cerita Pemain Jepang Yusuke Sasa Main di Tangerang, Depok hingga Jadi Mualaf di Bogor
-
Menemukan Ketenangan dalam Islam Usai Pensiun, Cerita Bek Nyentrik Abel Xavier yang Mualaf
-
Pundit Belanda Desak Maarten Paes Cs Tak Lagi Dilatih Fred Grim
-
Snoop Dogg Bikin Heboh di Swansea City, Pelatih Lawan Spill Bau Tak Biasa di Lorong Stadion