Suara.com - Sebuah fakta unik tercipta usai kembali dipanggilnya pemain keturunan penyerang Borneo FC, Stefano Lilipaly, ke skuad Timnas Indonesia untuk pemusatan latihan (TC).
Kembali dipanggilnya penyerang berusia 35 tahun itu membuatnya menjadi satu-satunya pemain yang merasakan era enam pelatih di Timnas Indonesia.
Sebagaimana diketahui, Stefano Lilipaly menjadi satu dari enam penyerang yang dipanggil Patrick Kluivert untuk pemusatan latihan tim Garuda.
Pemusatan latihan ini dijadwalkan akan digelar di Bali pada 26 Mei mendatang guna persiapan melakoni dua laga penting, yakni kontra China dan Jepang, pada bulan Juni 2025.
Dari 32 nama yang dipanggil, mayoritas adalah pemain-pemain yang kerap menjadi pilihan utama Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Tak hanya itu saja, dominasi pemain keturunan yang bermain di Eropa masih menghiasi skuad Garuda untuk pemusatan latihan kali ini.
Hanya saja ada beberapa pemain dari gelaran Liga 1 yang juga dilirik dan disertakan dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia.
Salah satunya adalah wajah lama yang sudah lama tak menghiasi skuad Garuda, yakni Stefano Lilipaly. Penyerang Borneo FC ini terakhir kali dipanggil ke Timnas Indonesia pada 2023 lalu.
Kini, Patrick Kluivert memberikannya kepercayaan untuk mengikuti pemusatan latihan dan menembus skuad Timnas Indonesia pada Juni mendatang.
Baca Juga: Alih-alih ke Eropa, Ramadhan Sananta Malah Gabung Klub Brunei Darussalam
Andai dirinya masuk ke dalam skuad untuk Juni mendatang, maka Stefano Lilipaly menciptakan catatan unik sebagai satu-satunya pemain yang merasakan enam pelatih di Timnas Indonesia.
Dilatih 6 Pelatih Top
Stefano Lilipaly merupakan salah satu produk dari program naturalisasi PSSI pada era 2010 an. Dengan darah Indonesia yang dimilikinya.
Pada 2011 lalu, Stefano Lilipaly memutuskan berganti kewarganegaraan ke Indonesia agar bisa membela skuad Garuda di kancah internasional.
Meski resmi menjadi WNI pada 2011, pemain yang akrab disapa Fano itu baru melakoni debutnya bersama Timnas Indonesia pada 2013 di bawah arahan Jacksen F Tiago.
Setelah melakoni debutnya, Fano sempat diabaikan dan tak dilirik Timnas Indonesia era Alfred Riedl pada (2013-2014 dan 2016), Benny Dollo (2015) dan Pieter Huistra (2015).
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Gagal Juara Usai Kalah Head to Head dengan Persib, Kiper Borneo FC Tetap Bangga
-
Keajaiban Como 1907: Tim Berisi Remaja yang Dibawa Fabregas ke Liga Champions
-
Isu Jadi Pelatih Italia, Antonio Conte Sentil Finansial FIGC: Sanggup Bayar Gaji Guardiola?
-
Isak Tangis Mohamed Salah: Ungkap Perasaan Mendalam Setelah Resmi Tinggalkan Liverpool
-
Liverpool Terlempar dari Empat Besar, Arne Slot Kambinghitamkan Badai Cedera
-
Egy Maulana Vikri Kecewa Dengan Penampilannya Musim Ini, Kenapa?
-
Lionel Messi Alami Masalah Paha Jelang Piala Dunia 2026
-
11 Pemain Premier League Tidak Masuk Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Thom Haye Sindir Pelatih Borneo FC Usai Keluhkan Aruran Head to Head
-
Antusiasme Dukungan Bobotoh Bikin Eliano Reijnders Geleng-geleng Kepala