Suara.com - Pemain keturunan Indonesia di Eropa sangat banyak. Tak hanya berkarier di Belanda, mereka juga tersebar di negara Eropa Barat lainnya seperti Spanyol.
Harus diakui pemain keturunan Indonesia saat ini yang membuat tim Merah Putih berada di level yang tak lagi sama dengan beberapa tahun sebelumnya.
Para pemain keturunan Indonesia yang sekarang masih menimba ilmu sepak bola Eropa tentu jadi investasi jangka panjang pasukan Garuda.
Salah satu pemain muda yang saat ini tengah menimba ilmu sepak bola di Eropa ialah Arsene Apolos Porajouw.
Dari namanya sudah terlihat bahwa sepak bola melekat pada pemain kelahiran Jakarta ini. Arsene ialah nama depan dari pelatih Arsenal asal Prancis, Arsene Wenger.
Arsene yang saat ini berusia 18 tahun diketahui menimba ilmu sepak bola di UE Alcúdia U19 Juvenil, Valencia, Spanyol.
Posisi Arsene ialah pemain tengah. Ia bisa ditempatkan sebagai gelandang serang, tengah ataupun bertahan.
Pemain dengan tinggi badan 185 cm ini memiliki kekuatan di kaki kanan.
Mengutip dari postingan akun Instagram, @gold.ents, Arsene sempat pada Mei tahun ini duduk dibangku cadangan saat tim yang ia bela bermain imbang 1-1.
Baca Juga: Bukan Belanda, Mantan Juara Dunia Ini Tantang Indonesia dalam Laga Uji Coba
Sejauh ini, Arsene telah bermain di 10 pertandingan dan mencetak 1 gol.
Arsene diketahui sebelum ke Valencia, Spanyol sempat mendapat ilmu sepak bola di Asiop Football Academy.
Karier pemain satu ini layak dipantau oleh pihak PSSI untuk membangun kekuatan Timnas Indonesia di masa depan.
Kekuatan pemain keturunan Indonesia ditakuti
Kekuatan pemain keturunan Indonesia di tim Garuda terbukti ditakuti oleh lawan, salah satunya pelatih China, Branko Ivankovic.
Pelatih tim nasional China, Branko Ivankovic menyebut Timnas Indonesia lemah dari segi fondasi pemain lokal, tapi tidak dengan kekuatan keturunannya.
Oleh sebab itu, tim nasional China harus mengerahkan seluruh kemampuan saat melawan Timnas Indonesia di hadapan puluhan rinu suporter lawan.
Timnas Indonesia akan menghadapi China dalam laga lanjutan Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 5 Juni mendatang.
Laga melawan Timnas Indonesia jadi pertandingan penentu nasib China memperpanjang nasib demi bisa berlaga di Piala Dunia 2026.
Akan tetapi, Ivankovic menjelaskan mengalahkan Timnas Indonesia tidak mudah begitu saja.
Meski Timnas Indonesia lemah dari segi fondasi pemain lokal, tapi dengan dihuni pemain-pemain keturunan skuad Garuda menjadi berbahaya.
"Kami harus mengerahkan 100 persen usaha kami," katanya dilansir dari Media China, Sohu, Rabu (21/5/1205).
"Meskipun Indonesia tidak memiliki fondasi tim yang kuat secara tradisional, susunan pemain yang dinaturalisasi membuat hal itu sulit untuk dihadapi,” ujar Ivankovic.
Lebih lanjut, Ivankovic menyebut pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia punya kemampuan yang baik.
Beberapa dari mereka seperti Jay Idzes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Mees Hilgers bermain di tim besar Eropa.
Oleh karena itu China harus habis-habisan demi bisa meraih kemenangan di Stadion GBK, Jakarta.
"Sebagian besar pemain naturalisasi Indonesia berusia sekitar 26 tahun, yang merupakan masa keemasan dalam karier olahraga mereka," jelasnya.
"Bergabungnya mereka akan sangat meningkatkan daya juang mereka," tutup Ivankovic.
Kemenangan melawan China sangat penting didapatkan oleh Timnas Indonesia buat menjaga asa lolos ke fase berikutnya.
Sebab, skuad Garuda akan melakoni laga berat di laga selanjutnya menghadapi Jepang, di mana hasil seri pun sudah didapatkan.
Berita Terkait
-
Bukan Belanda, Mantan Juara Dunia Ini Tantang Indonesia dalam Laga Uji Coba
-
Breaking News! Timnas Indonesia Ditantang Juara Piala Dunia
-
Info Media Inggris, Marselino Ferdinan Bisa Angkat Kaki dari Oxford United Musim Depan
-
Kualifikasi Piala Dunia 2026: Timnas Indonesia Tempatkan Duo Tim Arab di Posisi Sulit!
-
Calvin Verdonk Gertak Mees Hilgers Jelang Timnas Indonesia vs China, Kenapa?
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Cerita Zinedine Zidane Tak Umbar Iman Islam: Puasa, Salat Bukan Buat Pencitraan
-
Eks Direktur Liverpool Bongkar Teori Konspirasi 115 Tuduhan Pelanggaran Finansial Man City
-
Hajar Persebaya, Mario Lemos Puji Performa Luar Biasa Persijap Jepara
-
Persis Solo Imbang Lagi dan Makin Terbenam, Milomir Seslija Salahkan Hal Ini
-
Kebijakan Tarif Donald Trump Bikin Resah Negara Peserta Piala Dunia 2026, Seruan Boikot Menguat?
-
Real Madrid Tumbang di Markas Osasuna, Ini Dalih Alvaro Arbeloa
-
Nganggur Milih-milih Pekerjaan, Xabi Alonso Tolak Latih Klub Problematik
-
Persib Bandung Fokus ke Super League, Federico Barba: Kami Ingin Menang di Setiap Laga
-
Babak Baru Kasus Rasisme Vinicius Jr: Kubu Gianluca Prestianni Melawan Balik
-
Dampak Kegemilangan Debut Maarten Paes di Ajax, Pelatih Lawan Sampai Ngamuk