Suara.com - Timnas Jepang siap tampil berbeda saat menghadapi Timnas Indonesia pada laga terakhir Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Banyak pemain debutan di kubu Timnas Jepang.
Pertandingan yang akan digelar di Suita City Football Stadium pada 10 Juni 2025 ini menjadi sorotan karena keputusan mengejutkan pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, yang memanggil tujuh pemain debutan ke dalam skuad.
Langkah ini diambil sebagai bentuk eksperimen setelah Jepang memastikan diri lolos ke babak keempat kualifikasi lebih awal.
Dengan status yang sudah aman, pelatih Moriyasu mencoba membuka ruang bagi generasi baru pemain muda untuk unjuk gigi di level internasional.
Walaupun demikian, skuad yang dibawa tetap mengandung beberapa pilar utama untuk menjaga keseimbangan tim dan memastikan Jepang tetap kompetitif.
Kehadiran tujuh pemain debutan ini menandai upaya serius dari Jepang dalam melakukan regenerasi.
Mereka bukan hanya pelengkap, tetapi merupakan pemain-pemain yang sudah menunjukkan performa menjanjikan di level klub, baik di liga domestik maupun di luar negeri.
Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Junnosuke Suzuki, bek kiri berusia 22 tahun dari Shonan Bellmare. Ia dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan overlap yang mumpuni.
Bersama Suzuki, ada Koki Kumasaka, gelandang 23 tahun milik Kashiwa Reysol, yang punya reputasi sebagai pengatur tempo dengan akurasi operan yang tinggi.
Baca Juga: Elkan Baggot: Belum Waktunya Kembali ke Timnas Indonesia
Tak kalah penting adalah Kota Tawaratsumida, gelandang bertahan 21 tahun dari FC Tokyo yang punya kemampuan membaca permainan dengan baik. Ia kerap mematahkan serangan lawan lewat intersep yang tepat waktu.
Dari Eropa, ada Kodai Sano, gelandang yang tampil reguler bersama NEC Nijmegen di Eredivisie Belanda, serta Shunsuke Mito, winger eksplosif milik Sparta Rotterdam yang tampil impresif sepanjang musim.
Sementara itu, Yu Hirakawa, pemain Bristol City dari divisi Championship Inggris, akan menambah variasi serangan Jepang berkat kepiawaiannya dalam duel satu lawan satu.
Lalu Ryunosuke Sato, winger muda dari Fagiano Okayama yang berlaga di J2 League, menjadi opsi cepat di lini depan berkat torehan lima gol musim ini.
Tujuh nama ini memang belum memiliki pengalaman tampil bersama timnas senior Jepang, tetapi mereka telah lama berada dalam radar tim pelatih.
Moriyasu diketahui aktif memantau perkembangan para pemain muda ini melalui laporan teknis dan analisis performa dari klub masing-masing.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions