Suara.com - Nama Elkan Baggott kembali absen dari daftar pemain Timnas Indonesia meski tampil solid di level klub dan dalam kondisi fisik yang prima.
Publik pun bertanya-tanya, mengapa bek jangkung berusia 22 tahun ini tak juga memperkuat skuad Garuda dalam laga internasional penting.
Padahal, Baggott telah mengoleksi 22 caps dan dua gol untuk Timnas Indonesia sejak debutnya pada 2021 silam.
Sikap bungkam dari pihak Elkan Baggott membuat situasi makin membingungkan, apalagi belum ada penjelasan resmi darinya.
PSSI sendiri belum memberikan pernyataan final soal absennya Elkan di pemanggilan terbaru untuk kualifikasi Piala Dunia 2026.
Bola.net bahkan melaporkan bahwa mereka telah mencoba menghubungi Elkan melalui berbagai cara namun tak mendapat respons.
Satu-satunya penjelasan sejauh ini datang dari pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, yang sempat berbicara langsung dengan Elkan pada Maret lalu.
“Saya sempat bicara dengan Elkan Baggott sebelum laga kualifikasi melawan Australia dan Bahrain,” kata Kluivert di kanal YouTube Timnas Indonesia.
Menurut kabar yang beredar, Elkan masih belum ingin menerima panggilan Timnas demi fokus meraih menit bermain reguler di klubnya.
Baca Juga: Resmi! Posisi Elkan Baggott Sudah Tergantikan di Timnas Indonesia dengan Pemain Lebih Baik, Siapa?
Patrick Kluivert juga menyebut bahwa sang pemain merasa khawatir kehilangan posisinya di tim utama klub jika harus meninggalkan jadwal latihan.
"Dia bilang kalau dia takut kehilangan posisinya di klub," jelas Kluivert menegaskan.
Selain alasan pribadi dari Elkan, Kluivert menyebut ada faktor teknis lain yang memengaruhi keputusan pemanggilan pemain.
Pelatih asal Belanda itu menyatakan bahwa ada beberapa pemain belakang lain yang saat ini tampil lebih baik dan siap diberi kesempatan.
"Beberapa pemain di posisi dia tampil baik dan mereka juga layak diberi kesempatan untuk membuktikan diri," ucap Kluivert menjelaskan.
Elkan diketahui kini tengah menjalani musim yang penting dalam kariernya di Eropa, mencoba menembus tim inti secara konsisten.
Dengan tinggi 196 cm dan kemampuan duel udara yang kuat, absennya Elkan tentu membuat lini belakang Garuda kehilangan kekuatan.
Namun, Kluivert menekankan bahwa pemanggilan pemain selalu berdasarkan performa dan kesiapan terkini, bukan semata reputasi.
Absennya Elkan Baggott menimbulkan dilema antara kepentingan klub dan negara yang sering kali menghampiri pemain diaspora.
Meski begitu, fans berharap Elkan bisa kembali memperkuat Timnas Indonesia dalam waktu dekat untuk menambah kekuatan skuad.
Keputusan ini tentu menjadi bahan evaluasi bersama antara pemain, federasi, dan pelatih demi kepentingan sepak bola nasional.
Profil Elkan Baggott
Bek jangkung berdarah Inggris-Indonesia ini sebelumnya menjadi salah satu pilar pertahanan Timnas Indonesia yang paling menjanjikan.
Lahir di Bangkok pada 23 Oktober 2002, Elkan Baggott memiliki postur ideal sebagai bek tengah, mencapai 1,94 meter, menjadikannya aset berharga dalam duel udara dan penguasaan bola.
Perjalanan karier Elkan di sepak bola Eropa dimulai di akademi Ipswich Town, klub Inggris yang saat ini berkompetisi di Championship.
Ia menembus tim senior pada tahun 2020, menunjukkan potensi besar yang dimilikinya.
Meskipun kerap dipinjamkan ke klub lain untuk menambah jam terbang, seperti ke Gillingham dan Cheltenham Town, pengalaman ini justru mematangkan permainannya.
Elkan Baggott memilih untuk membela Timnas Indonesia di level internasional, sebuah keputusan yang disambut antusias oleh para penggemar.
Debutnya pada tahun 2021 langsung mencuri perhatian berkat ketenangan dan kepemimpinannya di lini belakang.
Elkan Baggott tidak hanya unggul dalam bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan membangun serangan dari belakang yang baik.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam
-
Siapa yang Bakal Jadi Pesepak Bola Pria Terbaik versi PSSI, Ini Kandidatnya