Suara.com - Sebuah klaim mengejutkan dilontarkan media Malaysia, @makanbolaplus, yang menyebut bahwa duel antara Malaysia kontra Vietnam di ajang Kualifikasi Piala Asia 2027 menjadi laga yang paling dinanti se-Asia.
Malaysia akan menjamu Vietnam di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur hari ini, Selasa (10/6/2025) pukul 20.00 WIB.
Pernyataan ini memancing kontroversi. Pasalnya, pertandingan yang akan berlangsung di Stadion Nasional Bukit Jalil tersebut hanya menentukan kelolosan Malaysia ke putaran berikutnya.
Klaim bahwa masyarakat seluruh Asia menunggu laga ini pun dinilai tidak sesuai kenyataan.
Tak tanggung-tanggung, media Malaysia tersebut menyebut bahwa bukan hanya warga Malaysia dan Vietnam yang menanti laga ini, melainkan juga para penggemar sepak bola di Indonesia serta seluruh Asia.
Ajakan pun disampaikan agar suporter Harimau Malaya memenuhi stadion demi mendukung penuh tim kesayangan mereka.
Namun, reaksi netizen Asia Tenggara, termasuk dari Indonesia, justru menunjukkan bahwa pernyataan ini dianggap terlalu berlebihan.
Banyak yang menilai bahwa pertandingan ini memang penting bagi Malaysia, namun bukan menjadi pusat perhatian di level benua.
Di saat yang sama, laga yang jauh lebih dinanti justru terjadi di tempat lain.
Baca Juga: Hasil Undian Negara ASEAN di Kualifikasi Piala Asia U-23 2025: Indonesia Grup Sulit, Thailand Mudah
Duel Jepang menghadapi Timnas Indonesia di Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia justru memiliki bobot yang lebih tinggi.
Laga tersebut menentukan nasib skuad Garuda dalam perburuan tiket ke putaran berikutnya.
Secara prestise, pertandingan Jepang kontra Timnas Indonesia tentu lebih menarik perhatian. Sementara duel Malaysia vs Vietnam dipandang hanya penting dalam lingkup regional ASEAN.
Meski demikian, seruan untuk memadati Stadion Nasional Bukit Jalil tetap disambut antusias oleh suporter lokal.
Namun, narasi bahwa laga ini dinantikan seluruh Asia tetap dianggap tidak realistis.
@Makanbolaplus bahkan menyebut laga ini sebagai "pertandingan besar bersejarah," lengkap dengan penggunaan emoji api dan otot yang menandakan laga penuh tensi dan energi.
Padahal, jika dibandingkan dengan pertandingan lain di tingkat Asia, duel ini masih kalah gengsi.
Banyak yang menilai, pernyataan tersebut lebih sebagai upaya untuk membakar semangat nasionalisme di tengah fans Harimau Malaya.
Jepang vs Indonesia, Laga Penentu yang Lebih Dinanti
Sementara itu, fokus banyak penggemar sepak bola Asia justru tertuju ke laga penting antara Jepang dan Timnas Indonesia.
Kekalahan mengejutkan yang dialami Jepang dari Australia di laga sebelumnya membuat duel ini semakin menarik.
Pada pertandingan di Perth Stadium, 5 Juni 2025, Jepang tumbang 0-1 lewat gol telat Aziz Behich. Kekalahan ini memutus rekor tak terkalahkan Samurai Biru di fase kualifikasi.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Strategi bertahan efektif Australia memberikan pelajaran berharga bagi Garuda yang akan menghadapi Jepang.
Winger Jepang, Takefusa Kubo, mengakui timnya tampil kurang maksimal.
"Kami memulai babak kedua dengan lamban dan tidak cukup memaksakan permainan di tengah," ujar Kubo seperti dikutip dari situs resmi JFA.
Meski mendominasi penguasaan bola, Jepang kesulitan menembus pertahanan rapat Australia. Hanya satu peluang matang yang berhasil mereka ciptakan.
"Kami hanya menciptakan satu peluang nyata. Itu hal yang harus kami evaluasi," tambah Kubo.
Hal senada diungkapkan gelandang Jepang, Daichi Kamada.
"Kami bicara untuk tidak kalah, tapi justru kebobolan di akhir meski dominan," ungkapnya.
Menurut Kamada, lini depan Jepang masih belum tajam dalam penyelesaian akhir. Ini bisa menjadi celah bagi Indonesia untuk dieksploitasi.
Pertandingan nanti di Stadion Panasonic, Suita City, diprediksi bakal berlangsung sengit.
Timnas Indonesia, yang sudah mengantongi 12 poin dan memastikan lolos ke babak keempat, akan menghadapi Jepang yang sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026.
Menariknya, Jepang kemungkinan besar akan melakukan rotasi pemain. Ini membuka peluang bagi Timnas Garuda untuk bermain lebih agresif sejak awal.
Catatan head-to-head juga cukup menarik. Dari 17 pertemuan, Indonesia meraih 5 kemenangan, 2 imbang, sementara Jepang menang 10 kali.
Salah satu momen bersejarah terjadi di Turnamen Merdeka 1968 saat Indonesia menang telak 7-0 atas Jepang.
Memang, di era modern Jepang lebih dominan. Pada pertemuan terakhir di Gelora Bung Karno, 15 November 2024, Jepang menang 4-0. Namun, performa skuad Garuda kini jauh meningkat di bawah arahan Kluivert.
Dengan motivasi tinggi dan bekal dari analisis kekalahan Jepang, Rafael Struick dkk. memiliki peluang untuk mencetak kejutan.
Strategi pressing tinggi serta memanfaatkan kelemahan Jepang di bawah tekanan menjadi kunci.
Memori manis kemenangan masa lalu, ditambah momentum positif saat ini, membuat laga ini pantas disebut sebagai salah satu duel paling menarik di Asia pekan ini — bukan laga Malaysia vs Vietnam seperti klaim media Malaysia.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
-
Keanehan Naturalisasi Facundo Garces ke Malaysia, Keturunan Malaysia dari Mana?
-
Potensi Sanksi yang Didapatkan Malaysia Jika Ada Pemalsuan Dokumen Terhadap Pemain Naturalisasi
-
Sejarah Melayu-Argentina Jadi Fenomena Baru Timnas Malaysia, Apakah Masuk Akal?
-
Fenomena Nonton Timnas Indonesia Bikin Malaysia Heran: Tiket Mahal Kok Tetap Laku?
-
Breaking News! Bek La Liga Resmi Perkuat Timnas Malaysia
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
-
Mundur Berjamaah, Petinggi OJK dan BEI Kalah dengan Saham Gorengan?
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
Terkini
-
Perkenalkan Oleksandr Zinchenko, Ajax Amsterdam Tulis Pesan Menyentuh
-
Daftar Lengkap Bursa Transfer Musim Dingin Liga Inggris 2025/2026: Manchester United Lepas 3 Pemain
-
Liverpool Tebus Jeremy Jacquet dari Rennes Rp1,37 Triliun!
-
Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Julukan Saya Tembok!
-
Masih Ingat Andri Syahputra? Lahir di Aceh Pilih Bela Timnas Qatar, Begini Nasibnya Sekarang
-
Emil Resmi Gabung Juventus
-
Mauro Zijlstra Bakal Jadi Tumpuan Lini Serang Persija Jakarta
-
Alasan Pelatih Persija Ngebet Sama Mauro Zijlstra
-
Kata-kata Maarten Paes Resmi Gabung Ajax Amsterdam
-
Ivar Jenner Susul Rafael Struick ke Dewa United?