Suara.com - Kondisi eks pelatih Nathan Tjoe-A-On jadi viral dan sorotan di Inggris. Nathan Tjoe-A-On sendiri saat ini berstatus tanpa klub setelah dilepas Swansea City.
Luke Williams yang sempat melatih Nathan Tjoe-A-On membuat keputusan mengejutkan di kariernya.
Belum memiliki pekerjaan baru sebagai pelatih, Luke Williams seperti dikutip dari The Sun, memilih mengenakan rompi kuning dan bekerja di Bandara Bristol, Inggris.
Pekerjaan Luke Williams di terminal Bandara Bristol itu untuk membantu penumpang disabilitas dan berkebutuhan khusus.
Keputusan ini pun mengundang sorotan dan rasa hormat dari berbagai kalangan, termasuk para fans sepak bola Inggris.
Williams terakhir melatih Swansea City dari Januari 2024 hingga pemecatannya pada Februari 2025.
Setelah diberhentikan dan masuk masa cuti dengan gaji, banyak yang mengira ia akan menepi sementara dari dunia sepak bola.
Namun, seperti dilaporkan The Athletic, Williams justru memutuskan untuk mengisi waktunya dengan bekerja secara sukarela di Bandara Bristol, menunjukkan sisi kemanusiaannya yang jarang terlihat dari seorang pelatih profesional.
Foto dirinya yang sedang keluar dari lift bandara dengan mengenakan rompi high-visibility kuning dan ID card viral di media sosial X.
Baca Juga: Keuntungan dan Kerugian bagi Nathan Tjoe-A-On apabila Gabung Persebaya Surabaya
Reaksi netizen pun beragam, mulai dari yang terkejut hingga salut.
"Luke Williams dari pelatih Swans jadi pekerja bandara. Cek VAR, ini nyata?" cuit salah satu netizen.
“Saya fans Cardiff dan tetap hormat dengan pilihan ini. Panggil saya woke, tapi ini langkah yang luar biasa.” sambung akun lainnya.
Pilihan Williams ini tidak lepas dari latar belakangnya yang penuh perjuangan sebelum sukses sebagai pelatih.
Dalam wawancara bersama The Guardian tahun 2024, Williams mengungkap bahwa dulu ia pernah bekerja di sejumlah bidang.
Luke Williams sempat bekerja muat barang di truk untuk BHS, lalu mengemudi minibus antar-jemput dari klub malam ke bandara hingga hanya menerima 1,50 poundsterling atau setara Rp25ribu per pemain dalam sesi pelatihan awalnya.
Berita Terkait
-
Ada Penumpukan Cairan di Otot Kevin Diks, Borussia Monchengladbach Tak Khawatir
-
Media Italia: Negosiasi Jay Idzes Rumit, Klub Jerman Ikut Perburuan
-
Luput dari Sorotan, Pemain Keturunan Serba Bisa 21 Tahun Bisa Langsung Masuk Timnas Indonesia Senior
-
Ryan Flamingo Dianggap Tak Layak Bela Belanda, Kalau Bela Timnas Indonesia?
-
Thom Haye Tak Peduli Arab Saudi dan Qatar Tuan Rumah Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar
-
Urgen, Mengubah Keahlian Individual Manajemen Pengetahuan di Setjen DPR Jadi Kekuatan Institusional