Suara.com - Kabar duka yang mengguncang dunia sepak bola datang dari Liverpool dan Timnas Portugal. Diogo Jota, salah satu penyerang andalan Liverpool, dikabarkan meninggal dunia dalam kecelakaan tragis yang terjadi hanya kurang dari 24 jam setelah ia membagikan video pernikahannya dengan sang istri, Rute Cardoso.
Video pernikahan tersebut diunggah Diogo Jota melalui akun Instagram pribadinya, @diogoj_18, pada Rabu, 2 Juli 2025. Dalam unggahan itu, Jota menyebut hari pernikahannya sebagai momen yang tidak akan pernah ia lupakan. Pernikahan bahagia tersebut baru saja digelar pada Minggu, 22 Juni 2025, mempertemukan dua insan yang telah lama menjalin hubungan.
“Hari yang tidak akan pernah saya lupakan,” tulis Diogo Jota.
Tak hanya itu, kebahagiaan keluarga kecil mereka terpancar jelas dalam unggahan lain beberapa hari sebelumnya. Diogo Jota membagikan foto hangat bersama sang istri dan ketiga anak mereka: Denis yang lahir pada 2021, Duarte pada 2023, dan seorang putri kecil yang lahir di tahun 2024.
Namun, siapa sangka video pernikahan yang seharusnya menjadi memori indah itu justru menjadi unggahan terakhir sang bintang sepak bola di media sosial. Keesokan harinya, kabar duka menyelimuti para penggemar.
Musim 2024-2025 menjadi musim terbaik sepanjang karier Diogo Jota. Bersama Liverpool, ia berhasil mempersembahkan gelar juara Premier League, menambah daftar panjang prestasi klub Merseyside tersebut.
Selain itu, Diogo Jota turut menjadi bagian dari Timnas Portugal yang meraih gelar UEFA Nations League A 2024-2025. Pada laga final melawan Spanyol, ia tampil selama 15 menit dan ikut merayakan kemenangan dramatis Portugal lewat adu penalti dengan skor 7-5.
Total sepanjang membela Portugal, Diogo Jota telah mencatatkan 49 caps dengan dua gelar UEFA Nations League, setelah sebelumnya juga berjaya di edisi 2018-2019.
Di Liverpool sendiri, Jota dikenal sebagai salah satu penyerang yang produktif dan pekerja keras. Sejak bergabung, ia berhasil mencatatkan 65 gol dan 26 assist dalam 182 pertandingan di semua kompetisi. Liverpool menjadi klub yang paling lama dibelanya, sekaligus klub yang membesarkan namanya di panggung sepak bola dunia.
Baca Juga: Detik-detik Diogo Jota Tewas, Mobil Hilang Kendali Lalu Terbakar Hebat di Jalan
Diogo Jota tewas terjadi dalam kecelakaan mobil yang nahas. Peristiwa itu terjadi di kilometer 65 jalan tol A-52, dekat Zamora, Sanabria, Spanyol, pada Kamis pagi, 3 Juli 2025 waktu setempat.
Menurut laporan awal, mobil yang dikendarai Jota mengalami pecah ban sehingga keluar jalur. Kondisi kendaraan yang hilang kendali itu berakhir tragis setelah mobil terbakar.
Dalam kecelakaan tersebut, Diogo Jota tidak sendirian. Sang saudara, Andre, juga ikut menjadi korban dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kabar ini langsung menyebar luas dan mengundang simpati dari berbagai kalangan. Para penggemar Liverpool, Timnas Portugal, rekan satu tim, hingga legenda sepak bola dunia menyampaikan duka mendalam atas kepergian pemain berusia 28 tahun tersebut.
Diogo Jota dikenal sebagai pemain yang ulet, cerdas membaca permainan, dan punya insting gol tajam. Ia memulai karier profesionalnya bersama Pacos de Ferreira sebelum merantau ke Spanyol membela Atletico Madrid, lalu dipinjamkan ke Porto dan Wolverhampton Wanderers.
Di Wolves, bakat Jota makin bersinar hingga akhirnya direkrut Liverpool pada 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi