Suara.com - Penyerang Pemain keturunan Indonesia, Million Manhoef, memiliki harapan besar untuk masuk ke tim utama Timnas Belanda ketimbang membela Timnas Indonesia.
Meski begitu, ia tak menutup pintu untuk berganti kewarganegaraan di masa depan kendati fokusnya saat ini adalah bermain untuk Timnas Belanda.
Million Manhoef menjadi salah satu nama pemain keturunan yang diharapkan pecinta sepak bola Tanah Air bisa membela Timnas Indonesia di ronde keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Harapan ini tak lepas dari kiprah apik Manhoef dan kebutuhan Tim Garuda akan penyerang baru untuk bertarung di babak tersebut pada Oktober 2025.
Pemain berusia 23 tahun itu berposisi sebagai penyerang sayap atau winger dan punya pengalaman bermain di Inggris bersama Stoke City.
Sebelum membela Stoke City di kasta kedua Inggris, Manhoef sempat menggebrak Belanda berkat penampilan apiknya bersama Vitesse Arnhem di Eredivisie.
Saat membela Vitesse di Eredivisie, Manhoef mampu mencetak 14 gol dan delapan assist dari 78 laga, di mana sembilan gol dan lima assist dibuatnya di musim 2022-20223.
Catatan itu membuat Stoke City meminangnya pada musim dingin 2024. Hingga kini, ia telah tampil 52 kali bagi The Potters dan mencetak 11 gol serta lima assist.
Dengan catatan apik itu, tak mengherankan jika dirinya diharapkan mau berganti kewarganegaraan dan bermain untuk Timnas Indonesia.
Baca Juga: BRAKKK! Pemain Keturunan Jawa Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Mobil, Hampir Bela Timnas Indonesia
Sayangnya, harapan melihatnya berseragam Merah-Putih harus pupus seiring niat Million Manhoef untuk bisa menembus tim utama Timnas Belanda.
Dalam wawancaranya bersama Voetbal Primeur, Manhoef menyebut bahwa dirinya memilih Belanda karena tinggal dan besar di negeri Kincir Angin.
Selain itu permintaan dari neneknya juga membuatnya lebih memilih De Oranje ketimbang membela Tim Garuda ataupun Suriname.
“Saya lahir di sini (Belanda), tentu saja. Itu hanya seperti kehormatan besar (membela Belanda),” kata Manhoef.
“Saya sudah merasakannya ketika bermain di tim U-16 dan U-17. Itu kebanggaan. Bagaimana keluarga Anda melihat Anda, bagaimana bangganya mereka.”
“Nenek saya selalu berkata bahwa saya harus menyanyikan lagu kebangsaan (Belanda) dengan baik,” lanjutnya.
Karenanya, pemain jebolan akademi Vitesse itu berharap bisa menembus Timnas Belanda senior di masa depan.
“Tentu Anda ingin bermain di tim utama, tapi ini juga sesuatu yang besar dan tentu Euro (U-21) adalah panggung yang hebat di mana Anda bisa menunjukkannya,” tambahnya.
Meski bertekad besar menembus tim utama Timnas Belanda, Manhoef ternyata tak menutup pintu jika nantinya membela Timnas Indonesia di masa depan.
Pasalnya sepak bola bergerak secara dinamis dan dirinya tak menutup pintu berseragam Merah-Putih jika tak kunjung dilirik oleh De Oranje.
“Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi saya berharap menjadi bagian tim utama Belanda,” pungkasnya.
Meski nantinya Million Manhoef mau membela Tim Garuda, tampaknya Timnas Indonesia akan kesulitan untuk menaturalisasinya.
Pasalnya Manhoef masih bermain di ajang U-21 kendati usianya sudah 23 tahun. Hal ini menyalahi aturan FIFA soal naturalisasi.
Dalam regulasinya, FIFA mengatur seorang pemain bisa dinaturalisasi andai masih berusia di bawah 21 tahun saat terakhir kali bermain di kompetisi resmi.
Sayangnya, Manhoef yang berusia 23 tahun justru tampil di ajang resmi seperti Euro U-21 2025 bersama Timnas Belanda U-21.
Di ajang tersebut, Manhoef tercatat tampil lima kali dan berhasil membawa Belanda U-21 mencapai babak semifinal Euro U-21 2025.
(Felix Indra Jaya)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional
-
Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen
-
Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif