Kemampuan adaptasi di beberapa posisi inilah yang membuatnya menjadi aset berharga bagi tim mana pun yang dibelanya.
Potensi besar dan kualitas permainan Gooijer kini menarik perhatian Timnas Indonesia yang sedang membangun kekuatan menghadapi babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Berdasarkan laporan media Belanda, Voetbal Primeur, komunikasi awal antara Gooijer dan federasi sepak bola Indonesia (PSSI) disebut telah terjalin.
Fokus Pulih dari Cedera, Tetapi Terbuka Membela Indonesia
Di usianya yang masih 20 tahun, Gooijer tidak menutup peluang untuk membela Indonesia di kancah internasional. Namun saat ini prioritas utamanya adalah fokus pada proses pemulihan cedera dan meningkatkan performa bersama Ajax Amsterdam.
Tristan Gooijer pernah menyampaikan bahwa ia menghargai perkembangan sepak bola Indonesia dan tidak menutup kemungkinan untuk berseragam Merah Putih suatu hari nanti.
Bagi Timnas Indonesia, kehadiran pemain seperti Gooijer bisa menjadi tambahan penting, mengingat kebutuhan akan bek-bek tangguh yang mampu bersaing di level tertinggi Asia.
Rencana pemanggilan pemain keturunan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang pelatih kepala Patrick Kluivert. Mantan striker Belanda tersebut diketahui tengah menyusun daftar calon pemain naturalisasi guna memperkuat Timnas Indonesia yang bersaing di level Asia, khususnya menghadapi tantangan berat di kualifikasi Piala Dunia.
Naturalisasi Pemain Keturunan, Strategi Timnas Indonesia Menuju Level Asia
Baca Juga: Wanita Baju Hitam Rampas Spanduk Demo Timnas Putri Indonesia Dihujat: Jadi Komisaris BUMN
Langkah PSSI yang terus mencari talenta keturunan Indonesia di Eropa bukanlah hal baru. Sebelumnya, Timnas Indonesia sudah diperkuat sejumlah pemain keturunan yang berkiprah di liga-liga Eropa, seperti Sandy Walsh, Jordi Amat, Shayne Pattynama, hingga Rafael Struick.
Kehadiran pemain-pemain tersebut terbukti memberi warna baru dalam permainan Timnas, baik dari sisi kualitas maupun mental bertanding.
Jika proses naturalisasi Tristan Gooijer berjalan lancar, maka Indonesia berpotensi memiliki lini pertahanan yang lebih solid untuk menghadapi tim-tim kuat Asia.
Perjalanan menuju Piala Dunia memang masih panjang, namun langkah awal seperti inilah yang bisa membawa Garuda terbang lebih tinggi di pentas internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Lawan Persib di Samarinda, Mauricio Souza Sebut Persija Tak Diuntungkan
-
Panduan Lengkap Piala Dunia 2026: Format Baru 48 Tim, Jadwal, dan Pembagian Grup
-
Timnas Uzbekistan Mau Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Fabio Cannavaro Panggil 40 Pemain
-
Timnas Indonesia U-17 Bisa Segel Tiket ke Piala Dunia, Ini Hitung-hitungannya
-
Stadion Etihad Ganti Nama Jelang Manchester City vs Brentford, Kenapa?
-
Profil Timnas Swiss: Red Devils Bisa Jadi Mimpi Buruk di Piala Dunia 2026
-
Persib Tak Pernah Kalah dari Persija Selama 3 Tahun, Bojan Hodak Pede Menang di Samarinda
-
Jeremy Doku Bakal Tunjukkan Taring Generasi Baru Timnas Belgia Saat Hadapi Grup G Piala Dunia 2026
-
Laga Pembuka Piala Dunia 2026 AS vs Paraguay Masih Banyak Kursi Kosong, Minat Beli?
-
Duel Senior vs Junior: Luis Enrique Kirim Pesan Khusus ke Mikel Arteta Jelang Final Liga Champions