Suara.com - Nama Brian De Keersmaecker tiba-tiba menjadi sorotan para pecinta sepak bola Indonesia setelah aksinya di media sosial terungkap ke publik. Gelandang bertahan asal Belgia ini diketahui mengikuti akun Instagram resmi Timnas Indonesia, sebuah langkah kecil namun cukup untuk memicu spekulasi di kalangan suporter.
Banyak yang kemudian bertanya-tanya, apakah pemain muda ini adalah pemain keturunan Indonesia dan sedang membuka peluang untuk membela Tim Garuda lewat jalur naturalisasi?
Secara profil, De Keersmaecker adalah pesepak bola berusia 25 tahun yang lahir di Belgia pada 6 Mei 2000. Ia bermain untuk klub Oxford United, tim yang berkompetisi di EFL Championship, atau kasta kedua dalam sistem liga sepak bola Inggris.
Posturnya yang mencapai 1,82 meter menjadi modal kuat bagi perannya sebagai gelandang bertahan yang andal.
Nilai pasar sang pemain, berdasarkan data dari Transfermarkt, berada di kisaran Rp52,14 miliar, angka yang mencerminkan kualitasnya di atas lapangan.
Menariknya, Oxford United saat ini juga menjadi rumah bagi dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia lainnya, yaitu Marselino Ferdinan dan Ole Romeny.
Kehadiran Brian di klub tersebut, yang resmi bergabung pada 1 Juli 2025, semakin memperkaya warna skuad.
Dalam debutnya bersama klub baru, ia mampu mencetak satu gol dari tiga penampilan, menunjukkan adaptasi cepat serta performa yang menjanjikan di kompetisi yang ketat.
Karier profesional Brian De Keersmaecker cukup berliku namun menunjukkan konsistensi.
Baca Juga: 1 Detik Jay Idzes Gabung Sassuolo Langsung Bikin Rekor Gila!
Ia memulai debut profesionalnya bersama Beerschot di Belgia, langsung mencetak gol saat timnya menang atas K.A.S.
Eupen pada April 2020. Sebelumnya, ia menandatangani kontrak profesional pertama dengan Beerschot pada 2019.
Pengalaman di Liga Belanda juga ia rasakan saat dipinjamkan ke FC Eindhoven pada 2020, hingga akhirnya resmi dikontrak oleh klub tersebut pada 2021.
Perjalanan kariernya berlanjut ke Eredivisie bersama Heracles Almelo sebelum akhirnya berlabuh di Inggris bersama Oxford United.
Isu naturalisasi pemain keturunan memang bukan hal baru dalam sepak bola Indonesia. Sudah banyak pemain yang memulai pendekatan awal lewat interaksi di media sosial, bahkan sebelum proses resmi naturalisasi diajukan ke PSSI.
Meski demikian, mengikuti akun Instagram Timnas Indonesia bukan berarti langsung ada niat menjadi WNI. Hingga kini, belum ditemukan bukti kuat bahwa Brian memiliki garis keturunan Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Purbaya Bakal Lebih Aktif Tagih Pajak, Tapi Janji Tak Ada Kenaikan
-
Fan Meeting Win Metawin di Jakarta Penuh Momen Manis, dari Blusukan Hingga Panggil Penggemar Sayang
-
Kas Seret, WIKA Tunda Bayar Imbal Hasil Obligasi
-
Pengusaha Sawit Minta Pemerintah Kaji Detail Wacana Kopdes Merah Putih Kelola Pabrik CPO
-
Keracunan MBG di Semarang Diduga Akibat Kualitas Bahan Makanan dan Proses Masak
-
Colors of Evil: Red, Mengupas Teka-Teki Kematian Tragis dan Duka Mendalam Seorang Ibu
-
Sensus Ekonomi 2026 dan Dilema Menilai Kemiskinan dari Kepemilikan Aset
-
Investor Asing Masih Kabur, Net Sell Tembus Rp72,98 Triliun Sepanjang 2026
-
4 Night Cream Retinol Kunci Wajah Kencang dan Tetap Awet Muda di Usia 35-an
-
LPDB Koperasi Dorong KDKMP Papua Naik Kelas Lewat Program Inkubasi dan Akses Dana Bergulir