Suara.com - Kepindahan Kevin Diks ke klub Bundesliga, Borussia Monchengladbach, bukan hanya menjadi lompatan karier besar bagi sang pemain berdarah Indonesia.
Pemilihan nomor punggungnya, nomor 4, ternyata memikul sebuah beban sejarah yang luar biasa berat dan penuh dualisme, antara warisan legenda tak tersentuh dan kutukan bagi para penerus.
Bagi para suporter fanatik Die Fohlen (Si Anak Kuda), nomor 4 bukanlah sekadar angka. Itu adalah simbol dari kegigihan, kepemimpinan, dan tembok pertahanan yang kokoh.
Kini, nomor keramat itu diserahkan kepada Diks, sebuah pertanda kepercayaan besar dari klub, sekaligus sebuah tantangan untuk mengembalikan kehormatan yang sedikit memudar dalam beberapa tahun terakhir.
Era Emas Berti Vogts dan Patrik Andersson
Untuk memahami betapa sakralnya nomor ini, kita harus kembali ke masa keemasan Gladbach.
Menurut arsip dan laporan Kicker, nomor 4 identik dengan satu nama, Hans-Hubert "Berti" Vogts.
Berti Vogts adalah perwujudan sejati dari DNA Gladbach.
Ia adalah seorang one-club man, menghabiskan seluruh kariernya di Borussia-Park.
Baca Juga: Breaking News! Kevin Diks Menghilang dari Sesi Latihan Gladbach, Ada Apa?
Dengan julukan "Der Terrier" karena gaya bermainnya yang tanpa kompromi dan tak kenal lelah dalam mengawal lawan.
Vogts adalah jantung pertahanan tim yang memenangkan lima gelar Bundesliga, satu DFB-Pokal, dan dua Piala UEFA.
Puncaknya, ia adalah bagian dari skuad Jerman Barat yang menjuarai Piala Dunia 1974.
Setelah era Vogts, nomor 4 kembali menemukan pemilik yang layak pada diri bek tangguh asal Swedia, Patrik Andersson.
Sebelum meraih kejayaan Liga Champions bersama Bayern Munich, Andersson adalah pilar dan kapten yang sangat dihormati di Gladbach.
Ia memimpin tim meraih gelar DFB-Pokal pada tahun 1995, trofi mayor terakhir klub hingga saat ini.
Berita Terkait
-
Ole Romeny Cedera Parah, Suporter Oxford United Cibir Piala Presiden 2025
-
Breaking News! Kevin Diks Menghilang dari Sesi Latihan Gladbach, Ada Apa?
-
Sikap Profesional di Balik Cedera Ole Romeny di Piala Presiden 2025
-
Jens Raven Dirumorkan Gabung Bali United, Demi Penuhi Regulasi Super League?
-
Perbandingan Harga Pasar Thom Haye Vs Nacho Mendez, Gelandang Baru Timnas Malaysia
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
Terkini
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions
-
10 Pelatih Legendaris dengan Rekor Ciamik di Piala Dunia, Siapa Paling Berkesan?