Suara.com - Timnas Indonesia butuh tambahan bek andal untuk memperkuat pertahanan di ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kenapa PSSI tidak coba lagi lobi pemain keturunan grade A Ryan Flamingo untuk mau dinaturalisasi menjadi teman duet dengan Jay Idzes?
Bek muda yang berdarah Indonesia ini tampil impresif bersama PSV Eindhoven musim lalu, menarik perhatian banyak klub besar termasuk The Reds Liverpool.
Nama Ryan Flamingo makin bersinar setelah penampilan luar biasanya di laga melawan Sporting Lisbon dalam ajang UEFA Champions League. Ia sukses meredam serangan striker tajam Viktor Gyökeres, sesuatu yang langsung menjadi sorotan para pencari bakat Premier League, khususnya Liverpool FC.
Nilai pasar Ryan Flamingo kini melejit, mencapai sekitar Rp347 miliar, menjadikannya sebagai salah satu pemain keturunan Indonesia dengan valuasi tertinggi di dunia sepak bola. Kenaikan ini menunjukkan betapa besar potensi yang dimilikinya dan seberapa tingginya minat klub-klub elite terhadapnya.
Liverpool Siap Tambah Amunisi Belanda, Flamingo Bisa Jadi Yang Kelima
Jika transfer ini terwujud, Ryan Flamingo akan menjadi pemain Belanda kelima dalam skuad Liverpool saat ini. Sebelumnya sudah ada Virgil van Dijk, Jeremie Frimpong, Ryan Gravenberch, dan Cody Gakpo, yang semuanya adalah pilar penting The Reds.
Fakta ini tentu bisa memudahkan adaptasi Flamingo di Liverpool. Dengan adanya rekan-rekan senegara, proses transisi ke Premier League akan jauh lebih mulus, apalagi jika melihat kesamaan kultur bermain dan bahasa di antara mereka.
Bagi Liverpool, menambah satu lagi bek muda bertalenta asal Belanda bisa menjadi investasi jangka panjang. Sementara dari sisi pemain, tawaran bermain di salah satu klub terbesar di dunia tentu bukan hal yang mudah ditolak.
Impian Timnas Indonesia Dapat Pemain Naturalisasi Lagi Terancam
Di sisi lain, ketertarikan Liverpool menjadi sinyal negatif bagi peluang Timnas Indonesia untuk menaturalisasi Ryan Flamingo. Karier yang semakin menanjak di Eropa menjadikan opsi memperkuat Timnas Belanda lebih masuk akal secara profesional bagi sang pemain.
PSSI sebelumnya memang sempat dikabarkan memantau Ryan Flamingo sebagai calon pemain naturalisasi. Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi atau sinyal konkret dari sang pemain untuk membela Timnas Garuda.
Baca Juga: Ambisi Besar Malaysia Balap Timnas Indonesia, Patok Target Ini di Ranking FIFA
Apalagi jika benar ia bergabung ke Liverpool. Jadwal padat dan ekspektasi tinggi di Liga Inggris bisa membuat proses naturalisasi ke Indonesia kian sulit, baik dari sisi administrasi maupun prioritas pribadi Flamingo sendiri.
Faktor Nilai Pasar dan Profesionalisme Jadi Penghambat
Dengan valuasi hampir Rp350 miliar, Ryan Flamingo kini berada di level pemain top Eropa. Proses naturalisasi tidak hanya menyangkut administrasi dan dokumen, tapi juga menyentuh aspek karier jangka panjang dan ekspektasi klub terhadap performa sang pemain.
Bergabung dengan klub sebesar Liverpool membuat semua fokus tertuju pada adaptasi dan performa maksimal. Memikirkan proses naturalisasi tentu bukan prioritas utama bagi pemain dengan target tampil reguler di Premier League dan kompetisi Eropa lainnya.
Kondisi ini memperjelas tantangan yang dihadapi Timnas Indonesia dalam membujuk pemain keturunan untuk bergabung. Ketika seorang pemain telah menembus level tertinggi sepak bola dunia, keputusannya akan lebih banyak ditentukan oleh karier, bukan faktor emosional atau sentimental.
Pelajaran Penting Bagi PSSI dalam Proyek Naturalisasi
Kisah Ryan Flamingo bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi PSSI dalam menyusun strategi naturalisasi ke depan. Tidak semua pemain keturunan mudah diajak bergabung, terutama jika mereka sudah meniti jalur profesional bersama klub-klub elite Eropa.
Perlu pendekatan yang cerdas, terstruktur, dan dimulai sejak usia muda untuk menarik minat pemain keturunan. Mengandalkan ketertarikan pribadi semata atau sentimen asal-usul saja tidak cukup, apalagi saat pemain sedang dalam fase emas kariernya.
Untuk itu, PSSI mungkin harus mempertimbangkan pembinaan jangka panjang dan membentuk jaringan dengan akademi-akademi di Eropa yang memiliki talenta berdarah Indonesia. Langkah ini bisa meningkatkan peluang menemukan pemain yang benar-benar bersedia memperkuat Merah Putih.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Bielsa Ngamuk Usai Uruguay Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Maki-maki Diri Sendiri
-
Jalan Argentina ke Final Piala Dunia 2026 Terbuka Lebar: Lawan Terpetakan, Ujian Berat Menanti
-
Video Pemain Hampir Baku Pukul di Sesi Latihan, Pelatih Panama: Itu Normal
-
Viral! Fans Seksi Panama Jacky Guzman Ramal Timnya Kalahkan Inggris di Piala Dunia 2026
-
Video Viral Momen Memalukan Leon Goretzka Usai Jerman Dipecundangi Ekuador
-
Ritual Tanda Salib Lionel Scaloni dan Alasan Ogah Rayakan Gol Argentina
-
Iran vs Everybody di Piala Dunia 2026, Mehdi Taremi: Infantino Omong Kosong, FIFA Tak Adil
-
Kabar Duka! Wonderkid Venezuela Ditemukan Tewas di Tengah Reruntuhan Gempa
-
Hasil MLSC All-Stars 2026: Lewat Duel Sengit, Kudus Melaju ke Final Usai Taklukkan Surabaya
-
Heboh Video Kylian Mbappe Nyuruh Wasit Kasih Ban Kapten Tchouameni, Ternyata Ini Alasannya