Suara.com - Gelandang kelahiran Addis Ababa, Ethiopia, Menashe Zalka dilaporkan tewas di Gaza. Zalka yang tinggalkan lapangan hijau dan bergabung ke dinas cadangan pasukan Israel.
Ia sudah kali keempat masuk ke dinas cadangan pasukan Israel sejak konflik di kawasan Timur Tengah memanas pada 7 Oktober 2023.
Menurut informasi yang viral di sosial media, pesepak bola yang bermain di Hapoel Hadera itu meninggal dunia di Gaza.
Informasi ini pertama kali disampaikan oleh akun X @Antifa.
“Tentara Israel keturunan Ethiopia yang tewas di Gaza adalah pemain sepak bola dari Hapoel Hadera. Menashe Zalka mengatakan dia akan kembali ke klub setelah menyelesaikan misinya.” tulis akun tersebut dengan menyertakan foto Menashe Zalka saat bermain di lapangan hijau serta saat ia berseragam tentara Israel.
Namun kabar kematian Menashe Zalka itu langsung dibantah oleh sejumlah media Israel.
Salah satu media Israel, maariv.co.il menyebut bahwa kabar kematian Zalka ialah HOAX.
"Zalka, yang diketahui sedang bertugas dalam dinas cadangan untuk keempat kalinya sejak konflik meletus pada 7 Oktober 2023, masih hidup dan dalam kondisi baik," tulis media Israel itu.
Sementara itu, media Israel lainnya, tegaskan informasi yang disebarkan akun @Antifa merupakan kabar bohong.
Baca Juga: Israel Tangkap 5 Nelayan Gaza yang Mencari Makan di Laut
Menashe Zalka disebut masih hidup dan saat ini bertugas di wilayah utara Israel.
"Akun X bernama “Antifa” menyebarkan informasi palsu bahwa Zalka telah tewas dalam pertempuran di Jalur Gaza, padahal faktanya, Zalka masih hidup, sehat, dan sedang menjalani dinas militer di wilayah utara Israel," tulis israelhayom.co.il
Menashe Zalka, 33 tahun, adalah salah satu pemain sepak bola paling dihormati di Israel karena komitmennya baik di lapangan maupun dalam dinas militer.
Menurut sejumlah media di Israel, sebagai keturunan Ethiopia, Zalka juga menjadi simbol keberhasilan integrasi komunitas Ethiopia-Israel ke dalam kehidupan sosial dan budaya Israel.
Dalam beberapa kesempatan, Zalka pernah menyatakan bahwa tugas militernya adalah sumber kebanggaan, dan ia bersumpah akan kembali ke klubnya setelah menyelesaikan tugas nasionalnya.
Berita Terkait
-
Israel Tangkap 5 Nelayan Gaza yang Mencari Makan di Laut
-
Hamas: Israel Tidak Punya Pilihan Selain Sepakat Tukar Tawanan
-
Terulang Lagi, Pesepak Bola Palestina Tewas Akibat Serangan Israel
-
Israel Serang Ibu Kota Suriah, Sempat Kirim Peringatan ke Pemerintah
-
Timur Tengah Memanas: Isreal Serang Kementerian Pertahanan Suriah
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Tolak Timnas Indonesia, Jayden Oosterwolde Kini Dirumorkan Pilih Turkiye?
-
Kata-Kata Pelatih Indonesia yang Ikut Antar Al Nassr Juara Liga Arab Saudi Putri
-
Imbang dan Atmosfer Damai, Marcos Santos Angkat Topi untuk Bobotoh dan Aremania
-
Arema FC Tahan Imbang Persib, Marcos Santos Bersyukur dan Bangga
-
Dean Zandbergen Semakin Bersinar di Belanda, Tutup Akhir Musim dengan Koleksi 15 Gol
-
Persib Ditahan Imbang Arema FC, Bojan Hodak: Kini Hidup Kami Lebih Rumit
-
Arsenal vs Newcastle United: Semua Statistik Berpihak ke The Gunners
-
3 Pesaing Dony Tri Pamungkas Jika Resmi Bergabung ke Legia Warszawa
-
Cremonese Dibantai Napoli, Emil Audero Justru Jadi Pemain Terbaik dan Tepis Penalti McTominay
-
Fadly Alberto Tetap Kejar Mimpi Pesepak Bola Profesional Meski Terancam Hukuman Berat Komdis PSSI