-
Fadly Alberto terancam hukuman berat PSSI usai lakukan tendangan kungfu di lapangan hijau.
-
Pemain Bhayangkara FC tersebut mengaku terpancing emosi akibat buruknya kepemimpinan wasit pertandingan.
-
Mediasi damai dilakukan manajemen klub meski status Fadly di Timnas Indonesia tetap terancam.
Suara.com - Karier menjanjikan Fadly Alberto Hengga kini berada di ujung tanduk menyusul ancaman sanksi disiplin keras.
Komite Disiplin PSSI tengah membidik tindakan kekerasan winger Bhayangkara FC U-20 tersebut saat berlaga.
Langkah perdamaian telah ditempuh manajemen klub guna mendinginkan suasana panas dengan pihak lawan secara kekeluargaan.
Meski diterjang polemik besar, talenta muda ini menegaskan ambisinya menembus level profesional tidak akan padam.
Statusnya sebagai bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20 kini menjadi sorotan tajam publik sepak bola.
"Tentunya yang terjadi sekarang menjadi pengalaman berharga buat saya karena ini juga enggak pernah saya pikirkan bisa sampai begini," ujar Fadly Alberto kepada awak media.
Benturan fisik yang tidak sportif tersebut pecah saat laga berlangsung di Stadion Citarum akhir pekan lalu.
Aksi berbahaya kepada pemain Dewa United U-20, Rakha Nurkholis, menjadi pemicu utama kemarahan banyak pihak di lapangan.
Fadly menyadari bahwa perbuatannya telah melukai sportivitas dan membahayakan masa depan karier yang ia rintis.
Baca Juga: Dugaan Rasisme Hantam EPA, Erick Thohir Desak Operator Liga dan Klub Bertindak Tegas
Kegigihan untuk bangkit dari keterpurukan mental menjadi fokus utamanya saat menunggu keputusan resmi federasi keluar.
"Kalau untuk cita-cita saya sebagai pemain bola tetap saya terus kejar meskipun banyak rintangan seperti sekarang," ucap Fadly Alberto.
Ia menganggap rentetan peristiwa negatif yang menimpanya saat ini sebagai sebuah ujian berat dalam hidup.
Pemain yang baru menginjak usia 17 tahun ini berjanji akan melipatgandakan kerja keras demi menebus kesalahan.
Manajemen Bhayangkara FC juga terus melakukan pendampingan agar sang pemain tidak kehilangan arah secara psikologis.
Latihan mandiri tetap dijalankan guna menjaga kondisi fisik tetap prima di tengah ketidakpastian status kompetisi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
John Herdman Minta Timnas Indonesia Tetap Rendah Hati Meski Sapu Bersih FIFA Matchday Juni
-
Viral Beckham Putra Hampir Ribut dengan Penonton usai Timnas Indonesia vs Mozambik
-
John Herdman Cetak Rekor Sama Seperti Shin Tae-yong Usai Gebuk Oman dan Mozambik
-
Kata-kata Ole Romeny Cetak Gol Tunggal Timnas Indonesia Kalahkan Mozambik
-
Pelatih Vietnam Mata-matai Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, John Herdman Singgung Pemain Eropa
-
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Persija, Erick Thohir: Makin Banyak Pelatih Bagus di Liga Indonesia
-
Menang Tipis dari Mozambik, John Herdman Soroti Lemahnya Penyelesaian Akhir Timnas Indonesia
-
Pelatih Mozambik: Saya Yakin Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2030
-
Shin Tae-yong Merapat ke Persija, Erick Thohir Ucap Dua Kata Singgung Kualitas
-
Hasil Timnas Indonesia vs Mozambik: Skuad Garuda Susah Payah Raih Kemenangan