Suara.com - Fenomena sound horeg tengah mencuri perhatian masyarakat Jawa Timur, menjadi hiburan populer sekaligus kontroversi karena dentuman bass-nya yang menggelegar.
Di tengah pro dan kontra, Dedik Setiawan, penyerang andalan Arema FC, ternyata ikut terjun ke bisnis sound system berskala besar ini.
Eks bintang Timnas Indonesia era Shin Tae-yong ini membuat heboh dengan keterlibatannya dalam dunia sound horeg.
Dedik Setiawan sendiri seperti dikutip dari data Transfermarkt, memiliki harga pasar mencapai Rp2,6 miliar, dengan nilai tertinggi yang pernah dicapainya adalah Rp4,35 miliar.
Dengan nilai pasar sebesar itu, tak mengherankan sebenarnya jika Dedik Setiawan menggeluti usaha sound horeg.
Lantas kira-kira berapa harga sound horeg yang dimiliki eks anak asuh Shin Tae-yong tersebut?
Dari penelusuran video-video yang unggah sound horeg milik Dedik Setiawan tidak disebutkan harga sound horeg miliki striker 31 tahun tersebut.
Namun salah satu video Youtube menyebut sound horeg milik Dedik Setiawan mempunyai mixer wing.
Secara umum, mixer Behringer Wing sendiri memiliki harga sekitar Rp44.721.000 untuk versi compact.
Baca Juga: Edi Sound Viral, Ternyata Inilah Para Legenda yang Populerkan Sound Horeg
Untuk harga satu unit sound horeg sangat bervariasi tergantung pada komponen dan kualitasnya.
Secara umum, harga bisa mulai dari ratusan ribu rupiah untuk miniatur sound system, hingga ratusan juta rupiah untuk sound system berkualitas tinggi dengan tambahan pencahayaan.
Untuk modifikasi sound system biasa menjadi sound horeg, biayanya bisa mencapai Rp200-400 juta.
Bahkan, Sound system dengan kualitas tinggi, seperti milik Blizzard Audio, bisa mencapai Rp5-10 miliar, termasuk pencahayaan.
Keterlibatan Dedik Setiawan dalam bisnis sound horeg pertama kali terungkap lewat video di kanal YouTube Sound System Malang.
Dalam video tersebut, Dedik terlihat memantau langsung pengecekan sound system raksasa dari atas truk.
Berita Terkait
-
Edi Sound Viral, Ternyata Inilah Para Legenda yang Populerkan Sound Horeg
-
Adu Kencang Sound Horeg Milik Eks Anak Asuh Shin Tae-yong vs Edi Sound, Siapa Lebih Menggelegar?
-
Siapa Dedik Setiawan? Eks Anak Asuh Shin Tae-yong yang Punya Bisnis Sound Horeg
-
Bukan Edi Sound, Inilah Penemu Sebenarnya Fenomena Sound Horeg
-
Bukan Cuma Suara Keras! 4 Alasan Edi Sound Horeg Jadi 'Agama Baru Pecinta Bass
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Persib Bangga! Satu Pemainnya Berpotensi Tampil di Piala Dunia 2026
-
Real Madrid Pincang, Alvaro Arbeloa Pastikan Kylian Mbappe Masih Absen Lawan Elche
-
Bedah Rapor 11 Penyerang yang Dipanggil Timnas Indonesia, Siapa Layak Jadi Andalan John Herdman
-
Bangkit dari Keterpurukan, Jan Olde Riekerink Jadikan Laga Kontra Persija sebagai Pelampiasan
-
Persib Ulang Tahun ke-93, Umuh Muchtar Berharap Hattrick Juara
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
Borneo FC Lagi Garang-garangnya, Nadeo Harap Pesut Etam Lumat Persib di Samarinda
-
Tak Terbeban Nama Besar Ayah, Rafa Abdurrahman Fokus Buktikan Diri di Timnas Indonesia U-20
-
Dukungan untuk Iran di Piala Dunia 2026 Bikin Keisuke Honda Kehilangan Kontrak dari Perusahaan AS
-
Bek Persib Frans Putros Soroti Situasi Timur Tengah Jelang Play-off Piala Dunia 2026