Suara.com - Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, akhirnya mengakhiri spekulasi terkait masa depannya.
Setelah membela Venezia di musim lalu, bek tengah berusia 23 tahun itu resmi berseragam Sassuolo.
Transfer ini menelan biaya sekitar 8 juta euro atau setara Rp151 miliar, angka yang menunjukkan betapa pentingnya peran Idzes.
Kepindahan tersebut memastikan sang pemain tetap tampil di Serie A, kasta tertinggi sepak bola Italia.
Jika bertahan di Venezia, Idzes akan bermain di Serie B usai timnya terdegradasi.
Bermain di liga level tertinggi Eropa memberi tantangan sekaligus peluang untuk menjaga kualitas permainannya.
Serie A dikenal sebagai liga yang sarat dengan taktik pertahanan dan duel fisik.
Idzes akan rutin berhadapan dengan penyerang papan atas seperti Lautaro Martinez dan Victor Osimhen.
Pengalaman ini akan sangat berharga bagi perkembangan teknik dan mentalnya di lapangan.
Baca Juga: Ibu Youtuber Fitnah Istri Pratama Arhan Azizah Salsha Selingkuh Nangis-nangis Minta Maaf
Idzes juga tidak perlu beradaptasi dari nol, karena ia sudah merasakan atmosfer Serie A musim lalu.
Pengalaman tersebut membuat transisi ke klub baru menjadi lebih mulus.
Skenarionya akan berbeda jika ia pindah ke liga lain seperti Premier League.
Liga Inggris memiliki intensitas permainan dan gaya main yang jauh berbeda, sehingga butuh waktu adaptasi.
Sassuolo sendiri merupakan tim yang punya reputasi kuat dalam mengembangkan bakat muda.
Banyak pemain yang bersinar di klub ini sebelum melangkah ke tim-tim elite.
Bagi Idzes, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan reputasinya di panggung Eropa.
Selain itu, peluang bermain reguler di Sassuolo cukup terbuka.
Di Venezia, ia adalah bek andalan yang nyaris selalu masuk starting XI.
Di Sassuolo, posisinya diproyeksikan untuk mengisi lini pertahanan utama sejak awal musim.
Jika ia bergabung dengan klub besar seperti AC Milan atau Inter Milan, persaingan di posisi inti akan jauh lebih ketat.
Pemain muda sering kali harus duduk di bangku cadangan ketika bersaing di klub besar.
Dengan memilih Sassuolo, Idzes bisa menjaga kontinuitas menit bermainnya.
Kontinuitas ini penting agar performanya bersama Timnas Indonesia tetap terjaga.
Publik sepak bola Indonesia tentu berharap kehadiran Idzes di Serie A memberi dampak positif bagi tim nasional.
Pengalaman menghadapi pemain berkelas dunia akan terbawa ke level internasional.
Selain itu, transfer ini menjadi sejarah tersendiri karena jarang ada pemain Indonesia bermain di liga top Eropa.
Kabar ini juga memberi kebanggaan bagi penggemar sepak bola tanah air.
Banyak yang melihat langkah Idzes sebagai inspirasi bagi generasi muda pesepak bola Indonesia.
Proses transfernya berlangsung cepat setelah adanya minat serius dari Sassuolo.
Klub tersebut melihat potensi besar yang bisa dikembangkan dari sang bek.
Pelatih Sassuolo dikenal senang memberi kesempatan kepada pemain dengan kemampuan membaca permainan yang baik.
Jay Idzes memiliki keunggulan dalam duel udara dan distribusi bola dari belakang.
Kombinasi ini sangat dibutuhkan dalam sistem permainan Sassuolo yang mengandalkan build-up dari lini pertahanan.
Selain itu, kemampuan taktisnya juga membuatnya fleksibel bermain dalam skema tiga atau empat bek.
Pengalaman internasional bersama Timnas Indonesia memberi nilai tambah di mata pelatih.
Sassuolo berharap transfer ini menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat pertahanan mereka.
Jika sukses, bukan tidak mungkin Idzes akan dilirik klub-klub papan atas di musim berikutnya.
Keputusan ini juga menguntungkan secara finansial bagi sang pemain dan klub.
Dengan kontrak yang mengikat selama beberapa musim, kestabilan karier Idzes di Eropa semakin terjamin.
Bagi penggemar, musim depan akan menjadi ajang pembuktian apakah keputusan ini tepat.
Yang jelas, bermain di Serie A memberi ruang bagi Idzes untuk terus berkembang dan menunjukkan kualitas terbaiknya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
- 7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bangga Bela Garuda, Cerita Maarten Paes Bawa Semangat Bhinneka Tunggal Ika ke Eropa
-
Tanpa Gnabry Jerman Andalkan Lennart Karl: Ekspektasi dan Penyelamat Jerman di Piala Dunia 2026
-
Ungkap Situasi Sempat Memanas, Manajer Persib Murka Provokasi Oknum Suporter
-
Turun Kasta, Oxford United Tetap Pertahankan Dua Pemain Timnas Indonesia
-
Persib Kehilangan Taring di Lini Pertahanan, Layvin Kurzawa Absen Hingga Akhir Musim?
-
Fabio Lefundes Bongkar Kunci Comeback Borneo FC! Pergantian Pemain Jadi Mimpi Buruk Bali United
-
Jadwal Pekan 33 BRI Super League: Kandidat Juara Persib dan Borneo FC Temui Lawan Tangguh
-
Perjalanan Ajaib Fares Ghedjemis Lawan Keraguan Klub Hingga Jadi Pahlawan Timnas Aljazair
-
Jelang Laga Hidup Mati Timnas Indonesia U-17 vs Jepang, Kurnawan: Keajaiban Harus Kita Ciptakan!
-
Jadwal Final Coppa Italia Inter vs Lazio: Misi Double Winner Nerazzurri