- Kiper keturunan Indonesia, Dani van den Heuvel, menjalani debut di Club Brugge saat Liga Champions 2025/2026.
- Kariernya hampir hancur akibat kecelakaan mobil serius yang menyebabkan patah hidung, rahang, dan leher beberapa tahun silam.
- Dani sempat dipertimbangkan untuk proses naturalisasi menjadi pemain Timnas Indonesia oleh PSSI saat dipimpin Mochamad Iriawan.
Suara.com - Kisah luar biasa datang dari kiper keturunan Indonesia, Dani van den Heuvel yang bermain di klub Belgia, Club Brugge.
Cerita Dani ini membuktikan bahwa mimpi bisa tetap hidup meski pernah berada di ambang kehancuran.
Dari kecelakaan mobil mengerikan yang hampir mengakhiri kariernya, Van den Heuvel kini justru merasakan atmosfer Liga Champions.
Musim 2025/2026 menjadi momen penting bagi sang kiper setelah menjalani debut bersama Club Brugge.
Kesempatan itu datang saat dua kiper utama, Simon Mignolet dan Nordin Jackers, mengalami cedera.
Namun sebelum menikmati panggung besar Eropa, Van den Heuvel harus melewati salah satu periode tergelap dalam hidupnya.
Beberapa tahun lalu, Van den Heuvel terlibat kecelakaan mobil serius bersama tiga rekan setim dan seorang staf usai kegiatan karting bersama Timnas Belanda U-19.
Insiden terjadi saat perjalanan menuju hotel ketika sebuah mobil tiba-tiba masuk jalur dan memaksa kendaraan mereka menghindar hingga menabrak rambu lalu lintas.
Van den Heuvel menjadi korban paling parah.
Baca Juga: Liam Rosenior Bongkar Jurus Chelsea Benamkan Napoli di Stadion Diego Maradona
Ia mengalami hidung patah, rahang terlepas, dan leher patah di dua tempat. Bahkan, dokter sempat khawatir ia bisa mengalami kelumpuhan.
“Saya sempat pingsan. Setelah itu saya merangkak keluar dari mobil. Saya langsung yakin rahang saya patah karena terasa benar-benar lepas,” ungkapnya kepada Voetbal International.
Sesaat setelah kecelakaan, ia masih sempat bercanda dengan rekan-rekannya. Namun kenyataan pahit baru terasa ketika berada di rumah sakit.
“Wajah saya dua kali lebih bengkak dari sekarang. Saya bahkan tidak mengenali diri sendiri,” katanya.
Momen paling sulit terjadi saat pertama kali bercermin. Teknologi Face ID di ponselnya bahkan gagal mengenali wajahnya.
“Saat itu saya sadar semuanya nyata. Saya bukan orang yang mudah menangis, tapi waktu itu saya benar-benar tak kuasa menahan air mata.”
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
Striker Keturunan Jakarta Jadi Top Skor di Klub Belanda, Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia?
-
Bukan Fase Grup Lagi, Adam Alis Tekankan Persib Harus Maksimal di 16 Besar ACL 2
-
Target Piala Dunia 2028, FFI Mantap Pertahankan Hector Souto
-
Bali United Perkuat Ekosistem Klub lewat Kerja Sama Strategis di Super League
-
Kiper Futsal Unggul FC Tewas Dalam Kecelakaan Maut di Bangkalan Madura
-
Statistik Emil Audero Tampil Menggila di Gewiss Stadium Meski Cremonese Takluk
-
Dijamu West Ham, MU Kehilangan Tiga Pemain Penting, Siapa Saja?
-
Format FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Lawan St Kitts and Nevis, Potensi Jumpa Bulgaria di Final
-
PSSI Ungkap Pergerakan John Herdman Keliling Eropa Cari Amunisi Baru Timnas Indonesia
-
Jelang FIFA Series 2026, PSSI Ungkap Persiapan Timnas Indonesia