Suara.com - Pelatih Juventus, Igor Tudor, melontarkan kritik tajam terkait aturan bursa transfer musim panas yang masih tetap terbuka meski kompetisi sudah dimulai.
Menurutnya, kondisi ini membuat persiapan tim terganggu dan bahkan bisa membuat para pelatih “gila” menghadapi ketidakpastian skuad.
Juventus dijadwalkan membuka langkah mereka di Serie A musim 2025/26 dengan laga kontra Parma pada Minggu malam waktu setempat.
Namun di balik persiapan itu, Bianconeri masih sibuk dengan urusan keluar-masuk pemain.
Dua gelandang asal Brasil, Douglas Luiz dan Arthur Melo, hampir pasti meninggalkan Turin, sementara negosiasi untuk mendatangkan striker PSG, Randal Kolo Muani, masih berjalan.
Situasi ini jelas tidak ideal bagi Tudor.
Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia pada Kamis (21/8), Tudor menegaskan bahwa aturan bursa transfer seharusnya diubah.
Baginya, sudah sepatutnya jendela transfer ditutup sebelum liga resmi dimulai.
“Jujur saja, saya tidak terlalu mau pusing dengan gosip transfer karena itu bisa bikin gila,” ujar Tudor.
Baca Juga: Update Transfer Serie A: Douglas Luiz Tinggalkan Juventus, Okafor Hijrah ke Leeds
“Setiap pelatih pasti dibuat pusing pada periode ini. Bursa transfer yang masih terbuka saat liga dimulai jelas merusak konsentrasi tim. Kami butuh kepastian, butuh fokus ke pekerjaan harian di lapangan, bukan terganggu dengan siapa yang datang atau pergi.”
Menurut Tudor, normalnya bursa transfer harus ditutup setidaknya satu minggu sebelum musim berjalan.
Dengan begitu, setiap tim bisa benar-benar fokus menatap kompetisi tanpa dihantui spekulasi pemain yang bisa saja hengkang kapan saja.
“Kami semua berharap aturan ini diubah. Seharusnya wajar jika bursa ditutup seminggu sebelum liga dimulai. Setelah itu, apapun hasilnya, ya sudah, terima saja. Setiap pelatih ingin punya skuad terbaik, kadang dapat, kadang tidak. Tapi yang penting, kami bisa bekerja dengan pasti,” tegas pelatih asal Kroasia itu.
Kritik Tudor ini bukan hal baru. Sejumlah pelatih top Eropa, mulai dari Premier League hingga La Liga, juga sering mengeluhkan hal serupa.
Bursa transfer yang terlalu panjang dianggap tidak adil, terutama bagi tim yang sudah memulai liga lebih dulu sementara skuad mereka masih bisa berubah sewaktu-waktu.
Berita Terkait
-
Update Transfer Serie A: Douglas Luiz Tinggalkan Juventus, Okafor Hijrah ke Leeds
-
Prediksi Sassuolo vs Napoli: Debut Jay Idzes Lawan Kevin De Bruyne
-
Rp1,2 Triliun! Arsenal Jor-joran Lagi, Eberechi Eze Jadi Pemain Baru Arteta?
-
Kesamaan Jay Idzes & Emil Audero di Pekan Perdana Serie A: Sama-Sama Hadapi Raksasa!
-
NEC Nijmegen Bidik Pemain Keturunan Indonesia Lagi, Calvin Verdonk Bisa Dapat Teman Baru
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Juara Piala AFF Futsal 2026 Usai Kalahkan Timnas Futsal Indonesia, Ini Kata Pelatih Thailand
-
Kalah dari Dewa United, Hendri Susilo: Pemain Tidak Patuh
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Inter Milan Menang Dramatis 4-3 atas Como, Kian Dekat ke Scudetto
-
Marie-Louise Eta Ukir Sejarah, Jadi Pelatih Perempuan Pertama di Bundesliga
-
Roberto De Zerbi Tekankan Mentalitas Positif untuk Selamatkan Tottenham dari Degradasi
-
Lille Pesta Gol 4-0 atas Toulouse, Calvin Verdonk Tampil 14 Menit
-
Napoli Ditahan Parma 1-1, Gagal Pangkas Jarak dari Inter Milan
-
Manchester City Hajar Chelsea 3-0 di Stamford Bridge, Pepet Arsenal di Klasemen
-
Sempat Stres Soal Paspoortgate, Dean James Tegaskan Komitmennya untuk Timnas Indonesia