Suara.com - Tak ada karpet merah yang dibentangkan. Tak ada sambutan hangat. Bagi dua pilar Timnas Indonesia, Jay Idzes dan Emil Audero, pekan perdana Liga Italia musim ini terasa seperti sebuah baptisan api.
Nasib seolah mempermainkan keduanya, melemparkan mereka ke dalam kandang singa di laga debut bersama klub baru mereka.
Di satu sisi, ada Jay Idzes. Setelah menuntaskan kepindahannya ke Sassuolo, ia tak diberi waktu untuk bernapas.
Lawan pertama yang harus dihadapinya adalah Napoli, sang juara bertahan yang baru saja merombak skuadnya menjadi lebih mengerikan.
Bayangkan ini: sebagai bek tengah, tugas pertama Idzes adalah mematikan pergerakan mesin gol sekelas Romelu Lukaku.
Tak cukup sampai di situ, ia juga harus beradu cerdas dengan jenderal lapangan tengah sekaliber Kevin De Bruyne dan meredam tenaga baru dari Manchester United, Scott McTominay.
Ini bukan sekadar laga debut; ini adalah ujian brutal untuk membuktikan apakah ia layak berada di panggung tertinggi Italia.
Di sisi lain, nasib serupa namun di panggung berbeda menanti Emil Audero.
Setelah resmi berseragam Cremonese, tantangan pertamanya adalah menjaga kesucian gawangnya dari amukan para monster AC Milan.
Baca Juga: Sandy Walsh Gabung Buriram United, Netizen Sepakat Boikot Yokohama dan Liga Jepang
Daftar ancaman yang harus ia hadapi begitu panjang. Milan datang dengan kekuatan baru, termasuk maestro sekelas Luka Modric, energi muda Ardon Jashari, dan bek sayap eksplosif Pervis Estupinan.
Itu baru pemain anyar. Audero masih harus waspada terhadap kecepatan brutal Rafael Leao dan kelincahan Christian Pulisic yang siap meneror dari sisi sayap.
Malam yang sangat panjang sudah pasti menantinya di bawah mistar gawang.
Inilah kesamaan ironis yang menyatukan nasib kedua penggawa Garuda ini.
Keduanya sama-sama baru, sama-sama butuh waktu untuk beradaptasi dengan tim dan taktik baru, namun takdir justru memaksa mereka untuk langsung menghadapi ujian terberat.
Ini bukan sekadar pertandingan untuk mencari tiga poin. Bagi Jay Idzes dan Emil Audero, ini adalah panggung pembuktian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Tanpa Kiper Eropa, Ini 4 Penjaga Gawang Lokal yang Siap Jadi Benteng Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Dean James Bebas Sanksi dari Skandal Paspor, Buka Peluang Kembali Bela Go Ahead Eagles
-
Menanti Duel Panas di Semifinal: Indonesia Berpotensi Jumpa Thailand di Final Piala AFF Futsal 2026
-
Simeone Tertawa, Flick Mengamuk: Drama VAR Panaskan Duel Atletico vs Barcelona
-
Striker Kelahiran Hawaii Dapat Restu John Herdman, Kapan Bela Timnas Indonesia?
-
Blak-blakan John Herdman di Depan Erick Thohir, Tuntut PSSI Perbaiki Masalah Ini
-
Barcelona Dipermalukan Atletico, Hansi Flick Semprot Wasit: Buat Apa Ada VAR!
-
Keok di Menit Akhir, Rui Borges Peringatkan Arsenal: Sporting CP Siap Beri Kejutan di Emirates
-
Kalah 0-2 Tapi Kuasai Laga dengan 10 Pemain, Hansi Flick Pede Barcelona Balas Atletico di Leg Kedua
-
PSG Bungkam Liverpool 2-0, Kvaratskhelia: Kami Harusnya Bisa Bantai Mereka