Suara.com - Nathan Tjoe-A-On kembali menjadi sorotan setelah tampil membela Willem II dalam laga melawan Almere City pada lanjutan kompetisi Eerste Divisie Belanda.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Yanmar pada Jumat (22/8) malam itu turut disaksikan oleh Patrick Kluivert dan Alex Pastoor.
Kehadiran dua pelatih tersebut menunjukkan bahwa performa Nathan Tjoe-A-On terus mendapat perhatian menjelang persiapan Timnas Indonesia.
Dalam pertandingan itu, Nathan dimainkan sejak menit awal oleh pelatih Willem II dan dipercaya mengisi posisi gelandang kiri.
Mantan pemain Swansea City tersebut tampil aktif, bukan hanya membantu serangan, tetapi juga rajin turun membantu pertahanan tim.
Ada momen ketika Nathan harus menabrak pemain lawan demi merebut bola dari penguasaan Almere City.
Wasit akhirnya meniup peluit tanda pelanggaran setelah kontak fisik tersebut.
Meski begitu, performa Nathan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam strategi permainan Willem II.
Pertandingan berakhir dengan skor tipis 1-0 untuk kemenangan Willem II atas Almere City.
Baca Juga: Dipanggil Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday, Mees Hilgers Dihantui Kutukan
Hasil ini sangat berarti karena menjadi kemenangan pertama Willem II dari tiga laga awal musim Eerste Divisie.
Sebelumnya, klub asal Tilburg itu menelan kekalahan melawan ADO Den Haag dan FC Eindhoven.
Dalam laga tersebut, Nathan bertahan di lapangan selama 75 menit sebelum akhirnya digantikan oleh Per Van Loon.
Performa solid Nathan membuat dirinya semakin diperhitungkan oleh tim pelatih Timnas Indonesia.
Nathan kini tercatat sebagai satu-satunya pemain Timnas Indonesia yang bermain di Eerste Divisie Belanda.
Hal itu membuatnya menjadi representasi penting Indonesia di kancah sepak bola Eropa.
Nama Nathan juga masuk dalam daftar 27 pemain yang dipanggil Timnas Indonesia untuk laga FIFA Matchday September 2025.
Dalam daftar pemain itu, Nathan diproyeksikan mengisi sektor kiri skuad Garuda.
Namun persaingan di posisi tersebut terbilang cukup ketat karena ada nama Calvin Verdonk dan Dean James.
Selain itu, fleksibilitas Nathan yang bisa dimainkan sebagai gelandang bertahan membuatnya memiliki nilai tambah.
Meski demikian, persaingan di lini tengah juga tidak kalah berat karena ada pemain berpengalaman seperti Marc Klok, Ricky Kambuaya, dan Joey Pelupessy.
Kehadiran Patrick Kluivert yang kini menjadi pelatih Timnas Indonesia membuat setiap aksi Nathan di Belanda semakin diperhatikan.
Hal yang sama dilakukan Alex Pastoor sebagai bagian dari tim pelatih yang bertugas memantau perkembangan para pemain diaspora.
Eerste Divisie sendiri menjadi salah satu liga yang banyak diperhatikan karena melahirkan banyak talenta muda berbakat.
Bermain di level kompetisi ini memberi Nathan kesempatan untuk mengasah kualitasnya sekaligus menjaga kondisi fisik sebelum kembali ke Timnas Indonesia.
Bagi Timnas Indonesia, keberadaan pemain yang berlaga di luar negeri memberi pengalaman berbeda dibanding pemain lokal.
Para pemain diaspora biasanya terbiasa dengan intensitas pertandingan yang tinggi dan atmosfer kompetisi yang kompetitif.
Kombinasi pengalaman pemain luar negeri dengan kualitas pemain lokal diharapkan bisa memperkuat skuad Garuda.
Apalagi FIFA Matchday September 2025 menjadi bagian dari agenda penting Timnas Indonesia dalam rangka persiapan menuju ajang internasional yang lebih besar.
Dengan usianya yang masih 23 tahun, Nathan Tjoe-A-On masih memiliki ruang besar untuk berkembang.
Pengalamannya bermain di Swansea City hingga akhirnya berkarier di Belanda menjadi modal penting dalam karier profesionalnya.
Publik sepak bola Tanah Air menaruh harapan besar agar Nathan bisa tampil konsisten baik di level klub maupun saat memperkuat Timnas Indonesia.
Keberhasilannya menjaga performa di Willem II diyakini akan meningkatkan persaingan sehat dalam tim asuhan Patrick Kluivert.
Semakin banyak pilihan pemain di berbagai posisi akan memberi keuntungan bagi Timnas Indonesia dalam menghadapi lawan di laga internasional.
Nathan Tjoe-A-On kini menjadi salah satu nama yang paling dinantikan kiprahnya pada FIFA Matchday September 2025 mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Allano Lima Raja Assist Tapi Banjir Kartu, Mauricio Souza: Fokus Menang Jangan Kritik Terus!
-
FIFA Jawab Isu Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko Pasca Tewasnya Gembong Kartel El Mencho
-
Tomas Trucha Bongkar Penyebab PSM Makassar Sulit Menang Meski Kuasai Kotak Penalti Persebaya
-
Akurasi Persebaya Surabaya Buruk Meski Menang, Bernardo Tavares Soroti 20 Tembakan Tanpa Hasil
-
Tersingkir oleh Maarten Paes, Kiper Muda Ajax Kirim Sinyal Perang Rebut Posisi Utama
-
Andritany Geleng-geleng Persija Bisa Menang Lawan MU di Ternate
-
Kronologis Bintang PSG Achraf Hakimi Diseret ke Pengadilan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Banding Ditolak UEFA, Gianluca Prestianni Absen Lawan Real Madrid di Liga Champions
-
Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Inter, Gaji Jens Petter Hauge di Bawah Rata-rata Gaji Pemain Liga 1
-
Ada Sosok Pilot Pesawat Tempur di Balik Kengerian Bodo/Glimt di Liga Champions