Bola / Bola Indonesia
Selasa, 26 Agustus 2025 | 10:05 WIB
Pemain keturunan Indonesia, Miliano Jonathans sukses menambah pundi-pundi golnya bersama klub Belanda, Vitesse [Instagram @onsgeelzwart.nl]

Cornelis Yoseph “Opa Yuti” Jonathans

Opa Yuti dikenal sebagai putra Johannes Matheis Jonathans (presiden terakhir komunitas Depok) menurut sejumlah penulisan sejarah keluarga Depok.

Opa Yuti diduga lahir kisaran tahun 1920. Ia diduga menjadi buyut dari calon pemain Timnas Indonesia, Miliano Jonathans.

Victor Maximillian Jonathans

Ia adalah kepala keluarga Jonathans pada 1920-an. Jika salah satu anaknya, Johannes adalah kakek dari Miliano lewat garis Depok, maka Victor berada tepat pada lapis “buyut/eyang buyut”.

Mengapa kedua nama ini masuk akal?

Lapis generasi: “Buyut” Miliano (generasi ~lahir 1900-an/1920-an) harus berada pada rentang yang sama dengan Victor (hidup kisaran 1920-an) atau Cornelis Yoseph (lahir 1920-an).

Rujukan Belanda menautkan marga Jonathans dengan struktur kepemimpinan lokal (presiden Depok), sehingga garis keluarga itu probable sebagai nenek moyang langsung.

Berdasarkan sumber Belanda, buyut Miliano sangat mungkin berasal dari klan Jonathans Depok, dengan dua nama kandidat utama sesuai rentang generasi: Cornelis Yoseph “Opa Yuti” Jonathans (≈1923-) — putra Johannes Matheis Jonathans (presiden terakhir Depok); atau Victor Maximillian Jonathans.

Baca Juga: Alexander Zwiers Si Bule Karawaci yang Nikahi Wanita Indonesia Kini Jadi Dirtek Timnas

Situs-situs genealogi Belanda (De Calonne dan sumber-sumber sejarah komunitas Depok) menegaskan bahwa Jonathans adalah salah satu dari 12 marga Depok yang diabadikan sejak warisan Cornelis Chastelein.

Ini memberi konteks kuat bahwa garis keluarga Jonathans memang berakar di Depok sejak lama.

Pencarian di Delpher (arsip koran Belanda) menemukan beberapa rujukan untuk nama Jonathans dalam koran-koran Hindia Belanda.

Misalnya, De Indische terbitan 1936 dan catatan Bataviaasch Nieuwsblad, yang menunjukkan aktivitas nama keluarga ini di media masa pada periode awal abad ke-20.

Miliano Jonathans. (Instagram/FC Utrecht)

Sepak Terjang Miliano Jonathans

Miliano Jonathans adalah pemain muda yang penuh potensi. Lulusan Akademi Vitesse ini kini memperkuat Jong Utrecht dan sudah lama menjadi incaran PSSI.

Selain dikenal sebagai penyerang sayap yang tangguh, Miliano juga memiliki kemampuan untuk berperan sebagai gelandang bertahan, menunjukkan fleksibilitas dalam permainan.

Dengan postur tubuh yang ideal—tinggi 178 cm dan berat 70 kg—Miliano tidak kesulitan dalam melakukan berbagai pergerakan di lapangan, baik saat menyerang maupun membantu pertahanan.

Kemampuan visi permainannya pun patut diacungi jempol. Jejak kariernya selama membela Vitesse dari 2022 hingga awal 2025 menjadi buktinya. Dalam 38 pertandingan, ia berhasil mencetak 11 gol, menegaskan kualitas dan potensi besar yang dimilikinya.

Ayah Miliano Jonathans Menjadi Mualaf

Kabar sang ayah, yakni Dennis Jonathans, pindah agama sendiri dilaporkan oleh staf ahli Kemenpora, Hamdan Hamedan, lewat unggahannya di media sosial Instagram.

Dalam unggahannya tersebut, Hamdan Hamedan tampak berfoto dengan Dennis Jonathans yang mengenakan peci di International Mualaf Center di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta.

“Alhamdulillah. Di bulan terbaik, bulan Ramadan yang penuh kebaikan, kita menyambut saudara baru dalam Islam: Bapak Dennis Jonathans,” tulis unggahan Hamdan Hamedan beberapa bulan lalu.

“10 hari terakhir Ramadan menjadi saksi bahwa hidayah selalu datang tepat waktu, tak lebih cepat, tak lebih lambat. Ia senantiasa tepat menyapa hati yang tulus, dengan cara-Nya yang paling indah dan misterius.”

“Bapak Jonathans, semoga Allah memuliakan setiap langkah Anda, meneguhkan hati Anda dalam Islam, dan menjadikan pertemuan ini bukan hanya ikatan dunia, tetapi juga tali persaudaraan hingga ke akhirat,” tulis unggahan Hamdan Hamedan.

Load More