- Timnas Indonesia tampil dominan lawan Lebanon, tetapi tanpa satu pun tembakan tepat sasaran.
- Strategi Kluivert dianggap terlalu bergantung pada serangan sayap, minim variasi.
- Masalah ini berpotensi berbahaya saat menghadapi lawan yang lebih tangguh di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Suara.com - Timnas Indonesia harus puas bermain imbang tanpa gol saat menjamu Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Senin (8/9) malam WIB.
Hasil ini menyisakan tanda tanya besar soal efektivitas strategi yang diterapkan Patrick Kluivert.
Kluivert tetap setia dengan formasi 4-2-3-1, pola yang sebelumnya sukses melibas Chinese Taipei 6-0.
Namun kali ini, susunan pemain benar-benar berbeda. Jay Idzes dan Kevin Diks dipasang di jantung pertahanan, sementara Calvin Verdonk berduet dengan Joey Pelupessy di lini tengah sebagai double pivot.
Keputusan ini mempertegas niat Kluivert meninggalkan skema tiga bek yang sempat dicoba pada laga sebelumnya.
Dari segi penguasaan bola, Garuda memang terlihat dominan. Namun dominasi tersebut tak sejalan dengan kualitas serangan.
Timnas Indonesia tercatat hanya melepaskan sembilan percobaan sepanjang laga.
Delapan di antaranya melenceng, sementara satu lagi diblok oleh bek lawan.
Ironisnya, tidak ada satu pun tembakan yang tepat sasaran. Praktis, Lebanon tak pernah benar-benar terancam.
Baca Juga: Kata-kata Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Lebanon
Absennya Ole Romeny memang memengaruhi daya dobrak di lini depan. Meski begitu, masalah utama terlihat lebih sistematis.
Pola serangan Timnas Indonesia terlalu bertumpu pada sisi sayap, sementara opsi membangun serangan dari tengah jarang dimaksimalkan.
Pola yang monoton ini membuat Lebanon mudah membaca arah permainan.
Secara gaya, Lebanon sendiri dikenal dengan ciri khas tim Arab: keras, provokatif, tetapi tidak terlalu menakutkan dari sisi serangan.
Namun, jika pola serangan Indonesia tidak segera diperbaiki, celah ini bisa menjadi masalah serius saat menghadapi tim yang kualitasnya jauh di atas Lebanon, seperti Arab Saudi atau Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026 mendatang.
Kontributor : Imadudin Robani Adam
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Profil Timnas Korea Selatan: Misi Taegeuk Warriors Melangkah Jauh di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Spanyol: Ambisi Raksasa Eropa Taklukkan Piala Dunia 2026
-
Malam Terindah di Emirates: Declan Rice Kehabisan Kata Usai Bawa Arsenal ke Final
-
Adu Tajam Trio Bayern Munich vs PSG di Semifinal Liga Champions, Harry Kane dkk Bidik Rekor
-
Rumor Transfer: Manchester United Siapkan Dana Besar Rekrut Ederson dan Afonso Moreira
-
Kualitas Jersey Timnas Indonesia Jadi Sorotan, Kelme Perbaiki Quality Control
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!