- Patrick Kluivert tidak terlalu kecewa dengan hasil imbang 0-0, karena yang terpenting baginya adalah tim mampu terus menciptakan peluang sesuai filosofinya.
- Lini serang Timnas Indonesia kesulitan menembus taktik bertahan total yang diterapkan Lebanon, menjadi PR besar yang harus segera diselesaikan.
- Kapten Jay Idzes menegaskan bahwa meski masih dalam proses, target Timnas Indonesia adalah selalu meraih kemenangan, tidak peduli siapa pun lawannya.
Suara.com - Papan skor di Stadion Gelora Bung Tomo membeku di angka 0-0. Sembilan tembakan dilepaskan Timnas Indonesia asuhan Patrick Kluivert, namun tak ada satu pun yang mampu merobek jala gawang Lebanon.
Di tengah frustrasi dan hasil imbang yang terasa mandul, Kluivert, justru menolak untuk panik.
Alih-alih meratapi tumpulnya lini depan, sang arsitek justru menyoroti hal lain: proses.
Baginya, hasil akhir bukanlah satu-satunya tolok ukur.
Yang terpenting adalah bagaimana para pemainnya mampu menjalankan filosofi permainan yang ia terapkan, yaitu terus-menerus menciptakan ancaman di pertahanan lawan.
"Kadang bola masuk, kadang tidak. Yang penting kami terus berusaha menciptakan peluang," kata Patrick Kluivert usai laga, Senin (8/9) malam.
Mantan penyerang legendaris Belanda ini mengakui bahwa pertahanan 'parkir bus' yang diterapkan Lebanon menjadi kendala utama.
Namun, ia melihatnya sebagai simulasi berharga dari apa yang akan mereka hadapi di laga-laga krusial mendatang.
"Kalau melihat cara Lebanon bermain, mereka benar-benar bertahan rapat di area sendiri. Itu membuat situasi mencetak gol lebih sulit. Kami sudah berusaha menyerang dan menciptakan peluang, tapi sayangnya tidak ada gol," jelasnya.
Baca Juga: Patrick Kluivert Puji Habis-habisan Debut Adrian Wibowo, Kenapa?
Di balik skor kacamata, Kluivert melihat progres besar selama 10 hari pemusatan latihan.
Ia puas karena para pemainnya dinilai mampu memahami apa yang ia inginkan. Janjinya kepada publik pun bukan soal gol, melainkan soal kerja keras.
"Saya hanya bisa berjanji bahwa para pemain akan berjuang untuk negaranya. Itu yang bisa saya pastikan," tegasnya.
Gema optimisme yang sama juga disuarakan oleh sang kapten, Jay Idzes.
Ia mengakui timnya masih dalam proses belajar, namun fondasi dan mentalitasnya sudah tertanam kuat.
"Kami masih tim muda, dengan staf baru, dan beberapa pemain baru. Tapi kami punya rencana dan visi yang jelas. Kami ingin menang di setiap laga," ucap bek Sassuolo tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Profil Timnas Inggris: Misi Thomas Tuchel Akhiri Penantian 60 Tahun di Piala Dunia 2026
-
Selamat dari Neraka Perang, Striker Haiti Ini Siap Tantang Brasil di Piala Dunia 2026
-
Kecewanya Orang Nomor Satu The Jakmania Duel Persija vs Persib Gagal di Jakarta
-
Pastikan Hadir di Piala Dunia 2026, Iran Kirim Ultimatum ke AS: Jangan Hina IRGC!
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bung Ferry: Mauricio Souza Kecewa Berat
-
Persija Kembali Gagal Jadi Tuan Rumah vs Persib Bandung di Jakarta, Panpel Soroti Jadwal
-
Eduardo Camavinga Terancam Absen Bela Prancis di Piala Dunia 2026 Akibat Performa Buruk di Madrid
-
Beban Berat Mohamed Salah Memutus Rekor Buruk Tanpa Kemenangan Mesir di Piala Dunia
-
Blak-blakan Casemiro soal Nasib Neymar di Piala Dunia 2026
-
Profil Timnas Haiti: Kuda Hitam Karibia yang Kembali ke Piala Dunia Setelah Penantian 52 Tahun