-
Media Vietnam menyoroti kontras nasib Indonesia dan Malaysia soal pemain naturalisasi, di mana Indonesia sukses lolos ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, sedangkan Malaysia justru disanksi FIFA.
-
Erick Thohir dan Raja Sapta Oktohari menegaskan Indonesia tak ada kaitan dengan hukuman FIFA terhadap FAM, sekaligus membantah tudingan sebagian suporter Malaysia.
-
Media Vietnam menyindir bahwa strategi naturalisasi Malaysia berujung bencana, berbeda dengan Indonesia yang menuai hasil positif.
Suara.com - Media Vietnam, Soha, ikut menyoroti kasus sanksi FIFA terhadap Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) yang tengah jadi sorotan. Mereka membandingkan nasib Malaysia dengan Indonesia yang sama-sama mengandalkan pemain naturalisasi, namun hasilnya sangat berbeda.
FIFA baru saja menjatuhkan hukuman berat kepada FAM setelah ketahuan menurunkan tujuh pemain naturalisasi yang tidak memiliki dokumen sah. Situasi ini membuat sepak bola Malaysia kian terpuruk, bahkan muncul tuduhan adanya 'konspirasi' dari pihak luar.
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Khairy Jamaluddin, ikut bersuara dengan mengatakan, “Kita seharusnya mendukung proses banding dan bersatu di belakang tim nasional, bukan menyebarkan perpecahan. Ini adalah konspirasi yang lebih besar yang menargetkan sepak bola Malaysia, saya yakin tentang itu.”
Beberapa pendukung Negeri Jiran bahkan sempat menuding PSSI punya kaitan dengan kasus ini. Bahkan, Tunku Mahkota Ismail selaku bos JDT sempat mengunggah foto Erick Thohir di akun X pribadinya.
Namun, Erick Thohir menanggapi sikap kekanak-kanakan itu dengan tenang. Ia menegaskan bahwa dirinya dan Indonesia tidak terlibat apapun dengan permasalahan Malaysia.
Tak hanya Erick, Ketua Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, juga memberikan klarifikasi. Ia menyebut tuduhan sebagian suporter Malaysia sama sekali tidak berdasar.
Media Vietnam lalu menyoroti perbedaan nasib dua negara yang sama-sama mengandalkan pemain naturalisasi.
Timnas Indonesia berhasil melaju ke putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 berkat strategi tersebut. Sebaliknya, Malaysia justru tersandung masalah serius hingga dijatuhi hukuman oleh FIFA.
Baca Juga: Poin Afrika Selatan Disunat karena Turunkan Pemain Tidak Sah, Malaysia Menyusul?
Berita Terkait
-
Poin Afrika Selatan Disunat karena Turunkan Pemain Tidak Sah, Malaysia Menyusul?
-
Media Argentina Bongkar Fakta Skandal Naturalisasi Malaysia: Ada Peran Peter Cklamovski
-
Nasib Apes Pemain Ilegal Malaysia Facundo Garces: Disanksi FIFA, Ditendang Klub
-
Indonesia Disebut Biang Kerok Sanksi FIFA ke Malaysia, KOI: Jangan Aneh-aneh
-
CEO Timnas Malaysia: Kami Terkejut dengan Keputusan FIFA
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul
-
Puji Target Defisit Turun di RAPBN 2027, Habib Idrus Tetap Minta Keberpihakan pada Usaha Kecil
-
Ingin Setia: Debut Aziz Padurasta yang Meleburkan Reggae, Rock, dan Punk
-
Tren Botox Meningkat, Ini Pentingnya Memastikan Perawatan Dilakukan Sesuai Standar Medis
-
Sadar Kebijakan Tak Bisa Bahagiakan Semua Pihak, Rudy Susmanto Janji Terus Pembenahan di Bogor
-
Judi Online Kamboja Pakai Pulsa Buat Transaksi Rp890 M, 8 Markasnya Digerebek Bareskrim
-
Dasco Bicara Soal Rencana Dwikewarganegaraan Terbatas, Fasilitasi Diaspora Potensial
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?