- AFC menjatuhkan denda kepada Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.
- Thailand menerima denda terbesar, yakni 33.000 dolar AS, karena kelalaian sebagai tuan rumah.
- Vietnam dan Indonesia didenda masing-masing 1.250 dolar AS akibat keterlambatan administrasi izin laga uji coba.
Suara.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) resmi menjatuhkan sanksi denda kepada empat federasi sepak bola Asia Tenggara (ASEAN), yakni Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia, atas berbagai pelanggaran dalam kegiatan sepak bola yang digelar tahun 2025.
Dilansir dari media Vietnam, Soha, AFC menjelaskan bahwa Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) didenda sebesar 1.000 dolar AS karena keterlambatan memulai babak kedua selama 1 menit 32 detik pada laga Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 antara Timnas Malaysia U-23 dan Timnas Mongolia U-23. Lawannya, Mongolia, juga menerima denda dengan jumlah yang sama.
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) dijatuhi hukuman paling berat dengan denda mencapai 33.000 dolar AS.
Denda tersebut dijatuhkan karena panitia lokal dinilai tidak siap dalam menjalankan tanggung jawab sebagai tuan rumah pertandingan Malaysia U-23 vs Lebanon U-23 di ajang yang sama.
AFC menyebut Thailand tidak memenuhi standar kesiapan medis, seperti tidak menyediakan dua unit ambulans dalam waktu 90 menit sebelum pertandingan dimulai, serta tidak menyiapkan ruang medis sesuai ketentuan.
Selain itu, Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) dan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) juga ikut menerima sanksi. Keduanya masing-masing didenda 1.250 dolar AS karena terlambat mengajukan izin penyelenggaraan untuk laga-laga uji coba internasional yang digelar sepanjang tahun 2025.
Dengan keputusan ini, AFC menegaskan pentingnya disiplin administrasi dan kesiapan teknis dari setiap federasi dalam menyelenggarakan maupun berpartisipasi di kompetisi resmi maupun pertandingan uji coba.
Berikut rincian negara-negara ASEAN yang didenda AFC:
1. Malaysia
Baca Juga: FIFA Keluarkan Bukti 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Ilegal, Sanksi Berat Menanti
Federasi: Persatuan Bolasepak Malaysia (FAM)
Denda: 1.000 dolar AS (Rp16,6 juta)
Alasan: Keterlambatan memulai babak kedua selama 1 menit 32 detik pada laga Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 antara Timnas Malaysia U-23 dan Timnas Mongolia U-23.
2. Thailand
Federasi: Football Association of Thailand (FAT)
Denda: 33.000 dolar AS (Rp547,7 juta)
Alasan: Tidak memenuhi standar kesiapan medis sebagai tuan rumah laga Malaysia U-23 vs Lebanon U-23, termasuk tidak menyediakan dua ambulans dan ruang medis sesuai ketentuan.
3. Vietnam
Federasi: Vietnam Football Federation (VFF)
Denda: 1.250 dolar AS (Rp20,7 juta)
Alasan: Terlambat mengajukan izin penyelenggaraan laga uji coba internasional sepanjang tahun 2025.
4. Indonesia
Federasi: Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI)
Denda: 1.250 dolar AS (Rp20,7 juta)
Alasan: Terlambat mengajukan izin penyelenggaraan laga uji coba internasional sepanjang tahun 2025.
Berita Terkait
-
Bank Indonesia Buka Suara Disebut Jual Cadangan Emas 11 Ton
-
FIFA Keluarkan Bukti 7 Pemain Naturalisasi Malaysia Ilegal, Sanksi Berat Menanti
-
Masih Ngeyel, FAM Tidak Terima Disebut FIFA Palsukan Dokumen
-
Pelatih Irak Bakal Mata-matai Laga Timnas Indonesia vs Arab Saudi
-
Resmi Pemalsuan Dokumen, FIFA Ungkap Asal Usul Asli 7 Pemain Naturalisasi Malaysia
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123