- Tijjani Reijnders menghadapi kritik tajam dari media Inggris karena performanya dinilai kurang
- Performa Reijnders belum konsisten di semua laga, terlihat dari bermain penuh 90 menit di Liga Champions
- Pendapat tentang performa Reijnders terbagi, dengan beberapa media menilai stabil, ada juga yang mengkritiknya.
Suara.com - Pemain keturunan Indonesia di Manchester City, Tijjani Reijnders sedang mengalami pekan-pekan cukup sulit.
Tijjani Reijnders mendapat kritik tajam dari sejumlah media Inggris lantaran permainannya dituding tidak cukup bagus saat Manchester City bermain imbang 2-2 melawan AS Monaco di Liga Champions tengah pekan lalu.
Tijjani Reijnders yang bermain full 90 menit dianggap gagal memberi dampak besar bagi tim asuhan Pep Guardiola.
Menurut laporan Sky Sports, kakak dari Eliano Reijnders itu gagal dalam memanfaatkan peluang krusial di babak kedua.
Media tersebut menilai sang gelandang belum menunjukkan kualitas yang diharapkan dari pemain yang didatangkan untuk memperkuat lini tengah City musim ini.
Sementara itu, Goal menyebut Reijnders dinilai tampil kurang tajam meski beberapa kali mendapat peluang mencetak gol.
“Lagi-lagi pertandingan di mana ia tidak banyak memberi dampak. Ia punya tiga peluang bagus — satu melambung tinggi, satu membentur mistar, dan satu lagi melebar tipis dari tiang,” tulis Goal, yang memberi nilai 6.
Namun, tidak semua kritik bernada negatif.
Manchester Evening News justru memberikan nilai 7 untuk Reijnders, dengan menilai performanya cukup stabil meski belum mampu menjadi pembeda.
Baca Juga: Arsenal dan Man City Saling Sikut Dapatkan Bintang Muda PSG Warren Zaire-Emery
“Penampilan yang meninggalkan kesan campur aduk, tapi lebih banyak hal positif daripada negatif,” tulis media lokal Manchester itu.
Mereka juga menambahkan bahwa sejak kedatangannya ke Etihad Stadium, Reijnders memang menjadi sosok yang memecah opini.
“Sejak awal, pendapat publik Inggris tentang dirinya selalu terbagi dua.”
City sebenarnya memulai laga dengan meyakinkan.
Erling Haaland mencetak dua gol di babak pertama, membuat sang juara bertahan tampak akan pulang dengan tiga poin.
Namun, tuan rumah Monaco bangkit lewat gol indah Jordan Teze, sebelum akhirnya menyamakan kedudukan di masa tambahan waktu lewat penalti.
Tag
Berita Terkait
-
Arsenal dan Man City Saling Sikut Dapatkan Bintang Muda PSG Warren Zaire-Emery
-
Erling Haaland Ungkap Rahasia Ketajaman Musim Ini. Sosok Ini Jadi Penyemangat
-
Cerita Nathan Ake Kenang 2 Pemain Timnas Indonesia Sandy Walsh dan Thom Haye
-
Pep Guardiola Catat 250 Kemenangan Tercepat, Kalahkan Rekor Sir Alex Ferguson
-
Bintang Manchester City Dukung Timnas Indonesia Kalahkan Arab Saudi
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
Lionel Scaloni Puji Setinggi Langit Julian Alvarez, Sebut Penyerang Idaman Setiap Pelatih
-
Juventus Optimis Bisa Gaet Alisson Becker dari Liverpool
-
Digelontor 3 Gol Lawan Bhayangkara FC, Mauricio Souza Parkir Cyrus Margono?
-
Dikritik Pengamat Tak Bisa Main, Pelatih Brasil Pasang Badan untuk Shayne Pattynama
-
Kalahkan Vietnam 3-2, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF Futsal 2026
-
Marc Klok Kirim Psywar Jelang Persib Bandung Lawan Bali United, Apa Itu?
-
Bernardo Tavares: Tekanan Ada di Persija, Mereka 3 Kali Tanpa Kemenangan
-
Lolos ke Final AFF 2026, Timnas Futsal Indonesia Ukir Rekor 4 Kali Beruntun
-
LaLiga Buka Peluang Main di Maroko, Javier Tebas: Mengapa Tidak?