Bola / Bola Indonesia
Rabu, 08 Oktober 2025 | 18:10 WIB
Melihat perjalanan Persija Jakarta dari era Perserikatan hingga lahirnya Young Tiger. Inilah tiga susunan pemain yang membentuk sejarah Macan Kemayoran. [Dok. Persija]
Baca 10 detik

Persija mencatatkan sejarah panjang sejak era Perserikatan 1979.

Ligina VII jadi masa keemasan duet Bambang Pamungkas–Gendut Doni.

Era 2011/12 menandai kebangkitan generasi muda lewat julukan Young Tiger.

 

Suara.com - Persija Jakarta tak sekadar klub sepak bola, tetapi bagian penting dari sejarah olahraga Indonesia.

Berdiri sejak 28 November 1928, Macan Kemayoran telah melintasi hampir satu abad dengan berbagai wajah dan formasi.

Setiap era menghadirkan karakter permainan yang berbeda—namun dengan satu semangat yang sama: kejayaan ibu kota.

Berikut perjalanan tiga susunan pemain Persija dari masa ke masa yang membentuk identitas klub hingga seperti sekarang.

Era Perserikatan 1979 – Fondasi Juara Macan Kemayoran

Tahun 1979 menjadi titik penting bagi Persija Jakarta.

Di era Perserikatan, klub ibu kota tampil dengan gaya klasik 4-3-3 dan 4-4-2, memadukan permainan cepat dan disiplin.

Dari tangan dingin pelatih dan deretan pemain andal seperti Anjas Asmara serta Andi Lala, Persija berhasil menjuarai Perserikatan 1979 usai menaklukkan PSMS Medan di partai final.

Susunan 4-4-2 Persija (1979):
Endang Tirtana, Simon, Oyong, Marselly, Johanes Auri, Wahyi Hidayat, Sofyan Hadi, Anjas Asmara, Dede Sulaeman, John Lesnussa, Andi Lala.

Baca Juga: Kekalahan Persija Jakarta dari Borneo FC 1-3, Mauricio Souza Minta Pemain Bekerja Lebih Keras

Kekuatan formasi ini terletak pada keseimbangan. Lini belakang tampil solid, lini tengah menguasai permainan, dan lini depan tajam berkat agresivitas para penyerang legendarisnya.

Era Ligina VII – Dominasi Bambang Pamungkas dan Gendut Doni

Dua dekade berselang, Persija kembali menunjukkan tajinya di Liga Indonesia VII.

Dengan formasi 4-4-2 yang tetap jadi ciri khas, duet maut Gendut Doni dan Bambang Pamungkas menjadi mesin gol mematikan.

Persija memastikan gelar juara setelah menang dramatis 3-2 atas PSM Makassar di pekan terakhir.

Kombinasi pemain berpengalaman dan pemain muda menjadikan skuad ini sulit ditandingi.

Susunan 4-4-2 Persija (Ligina VII):

Mbeng Jean (GK), Nuralim, Joko Kuspito, Antonio Claudio, Anang Maruf, Budiman, Agus Suprianto, Luciano Leandro, Imran Nahumarury, Gendut Doni, Bambang Pamungkas.

Era ini menegaskan kedewasaan permainan Persija: kokoh di belakang, kreatif di tengah, dan klinis di depan.

Dominasi mereka tak hanya soal hasil, tapi juga karakter permainan.

Era Trofeo Persija 2011/12 – Lahirnya Young Tiger

Masuk era 2010-an, Persija mulai bertransformasi menuju gaya bermain modern.

Di bawah pelatih Iwan Setiawan, formasi 4-2-3-1 diterapkan untuk memberi ruang kreativitas bagi pemain muda.

Inilah periode lahirnya julukan Young Tiger. Banyak pemain muda naik ke skuad utama, menunjukkan semangat baru dalam tubuh Macan Kemayoran.

Susunan 4-2-3-1 Persija (2011/12):

Andritany, Ismed, Fabiano, Precious, Leo Saputra, Amarzukih, Robertino, Bambang Pamungkas, Ramdani, Jeong Kwang Sik, Pedro Javier.

Formasi ini mengedepankan fleksibilitas, kecepatan, dan kreativitas.

Dengan keseimbangan antara pengalaman dan energi muda, Persija tampil lebih dinamis dan modern.

Kontributor: Adam Ali

Load More