-
Podcast Haye ganggu fokus krusial Timnas Indonesia.
-
Idzes dan Paes diwawancara H-1 lawan Irak.
-
Akses eksklusif Neal Petersen memicu kontroversi media.
Suara.com - Pusat perhatian publik sepak bola Indonesia kini tertuju pada polemik yang dipicu oleh siniar milik gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, menjelang pertandingan penting.
Siniar bertajuk The Haye Way tersebut menuai kritik tajam dari suporter karena menayangkan wawancara dengan dua pilar utama, yaitu Jay Idzes dan Maarten Paes.
Thom Haye menjalankan konten Youtube tersebut bersama seorang jurnalis berkebangsaan Belanda bernama Neal Petersen, yang belakangan memicu perdebatan.
Pertandingan yang dimaksud adalah partai kedua Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, di mana Timnas Indonesia dijadwalkan menghadapi Timnas Irak pada Minggu (12/10/2025) dini hari.
Jeda waktu antar pertandingan sebelumnya melawan Arab Saudi sangatlah minim, hanya berjarak 72 jam, yang seharusnya dimaksimalkan untuk pemulihan fisik dan mental skuad.
Namun, di tengah jadwal padat yang krusial bagi upaya Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia, kanal The Haye Way justru mengunggah konten wawancara tersebut.
Video eksklusif yang menampilkan Jay Idzes dan Maarten Paes itu dirilis di YouTube pada Jumat (10/10/2025), atau tepat satu hari sebelum bentrokan Garuda melawan Singa Mesopotamia, Irak.
Protokol Pemulihan Diabaikan?
Publik menyayangkan karena pada masa-masa genting menjelang laga penentuan tersebut, fokus pemain semestinya sepenuhnya tercurah untuk recovery fisik dan mental, yang menjadi kunci bagi penampilan terbaik Timnas Indonesia.
Baca Juga: Calvin Verdonk Usai Timnas Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026: Ini Sangat Menyakitkan
Secara umum, akses awak media untuk mewawancarai para pemain sangat dibatasi di antara jadwal pertandingan, demi menjaga konsentrasi skuad Garuda.
Interaksi antara awak media dengan Timnas Indonesia hanya diperbolehkan melalui sesi konferensi pers resmi, baik yang diselenggarakan sebelum maupun sesudah laga, sesuai protokol yang berlaku.
Oleh karena itu, kemunculan wawancara yang dilakukan oleh jurnalis Neal Petersen dengan kiper utama Maarten Paes dan kapten tim, Jay Idzes, segera menimbulkan kontroversi besar.
Pertanyaan kritis muncul di kalangan fans dan pemerhati sepak bola mengenai bagaimana pihak non-resmi, seperti Neal Petersen, bisa memperoleh akses khusus untuk berinteraksi dengan Jay Idzes dan Maarten Paes.
Spekulasi pun beredar, menanyakan seberapa jauh peran Thom Haye sebagai pemilik siniar dalam 'mendorong' rekan-rekan setimnya untuk tampil di kanal pribadinya.
Konten wawancara ini dianggap melanggar etika persiapan tim, apalagi dirilis pada momen kritis menjelang laga hidup-mati Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Isu sentral yang diperdebatkan adalah soal prioritas antara kepentingan pribadi dan komitmen profesional pemain Timnas Indonesia dalam perjuangan mereka di ajang Kualifikasi Piala Dunia.
Sorotan pada Peran Pemilik Siniar
Perlu dicatat bahwa Jay Idzes berposisi sebagai kapten tim, dan Maarten Paes sebagai kiper utama, menjadikan mereka figur vital yang seharusnya paling fokus pada persiapan teknis.
Keputusan para pemain vital Timnas Indonesia ini untuk terlibat dalam aktivitas media non-esensial menjelang pertandingan krusial dikhawatirkan dapat memengaruhi kinerja tim.
Kontroversi ini semakin mencuat karena bertolak belakang dengan ketatnya pembatasan akses media lokal terhadap para pemain, yang selama ini sulit mendapatkan kesempatan serupa.
"Bagaimana mungkin pihak luar seperti Neal Petersen bisa mengakses kapten dan kiper utama Indonesia? Mungkinkah ada peran Thom Haye, sebagai pemilik podcast, untuk 'memaksa' dua rekannya tampil di kanal pribadinya?"
Kalimat kutipan tersebut menggambarkan inti dari keresahan publik yang menuntut transparansi dan kejelasan dari pihak-pihak terkait, terutama PSSI, mengenai perizinan akses media.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran serius akan potensi diskriminasi akses media, di mana kanal luar negeri mendapat keistimewaan yang tidak didapatkan oleh jurnalis lokal.
Secara keseluruhan, episode wawancara di The Haye Way telah menjadi ujian bagi manajemen tim dalam menjamin bahwa semua pemain Timnas Indonesia, termasuk Thom Haye, Jay Idzes, dan Maarten Paes, sepenuhnya memprioritaskan tugas negara dalam Kualifikasi Piala Dunia.
Pengawasan ketat terhadap segala aktivitas pemain di luar lapangan sangat diperlukan untuk menjaga mood dan atmosfer tim tetap kondusif menjelang laga krusial melawan Irak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Julian Villa Menggila, Borneo FC Hajar Arema FC 3-1 di Segiri
-
Comeback dari Cedera Panjang, Ini Komentar Bek PSIM Yogyakarta Asal Belanda
-
Malaysia Dibantai Thailand 0-8, Indonesia Lolos ke Semifinal Piala AFF Futsal Wanita 2026
-
2 Mantan Asisten Shin Tae-yong Kini Ramaikan Panggung Super League
-
Petinggi MU Dijatuhi Hukuman Usai Sebut Wasit FIFA Dipakai Mafia
-
Carlos Parreira Akui Kekuatan Persib Bandung, Tegaskan Madura United Tak Gentar
-
5 Kandidat Pemain Pria Terbaik di PSSI Awards 2026
-
PSSI Teledor! AFC Jatuhkan Denda Rp25 Juta Usai Timnas Indonesia U-23 Berlaga
-
Profil Anthony Lopes, Kiper FC Nantes yang Pura-pura Cedera Demi Rekan Setimnya Berbuka Puasa
-
Ole Romeny Masih Seret Gol, Pilihan Pertama Sebagai Timnas Indonesia Terancam