-
Kluivert terancam dipecat karena kegagalan timnas.
-
Jesus Casas menjadi kandidat kuat pelatih baru.
-
PSSI harus segera memilih pengganti yang kompeten.
Tavares unggul dalam hal kemampuan mengoptimalkan potensi pemain muda Indonesia, sebuah aspek krusial untuk regenerasi tim nasional.
Dalam empat tahun masa baktinya di Juku Eja, Tavares terbukti mampu membentuk tim yang solid, disiplin, dan bermental juara.
Meskipun namanya tidak sepopuler Casas di Eropa, pendekatan kepelatihannya yang sederhana namun efektif sangat cocok untuk karakter skuad Timnas Indonesia.
Di sisi lain, ada Jan Olde Riekerink, pelatih Timnas Indonesia asal Belanda yang saat ini menangani Dewa United.
Pengalaman Riekerink di Eropa, termasuk saat membesut raksasa Turki Galatasaray, memberinya kredibilitas yang tinggi di mata PSSI.
Keuntungan besar Riekerink adalah dia sudah mengenal baik kultur sepak bola Indonesia serta beberapa pemain kunci seperti Ricky Kambuaya dan Egy Maulana Vikri.
Jika ingin mencari sosok yang sudah teruji di level liga domestik, nama Riekerink wajib dipertimbangkan serius oleh manajemen PSSI pasca kegagalan di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Opsi Jangka Pendek dan Gaya Menyerang
Daftar kandidat Pelatih Timnas Indonesia juga mencakup Robert Rene Alberts, pelatih Belanda yang sudah sangat berpengalaman.
Baca Juga: STY Menang Telak! Begini Capaian STY dan Kluivert dalam Perbandingan yang Setara
Alberts memiliki pemahaman mendalam tentang atmosfer sepak bola nasional berkat kesuksesan yang pernah ia raih bersama PSM dan Persib.
Mengingat kondisi mendesak yang dihadapi PSSI saat ini, Alberts bisa menjadi solusi jangka pendek yang paling realistis.
Pengalaman dan kedekatannya dengan kultur lokal diyakini dapat memuluskan transisi kepelatihan jika Patrick Kluivert benar-benar hengkang.
Terakhir, muncul nama Alexandre Gama, pelatih asal Brasil yang sepak terjangnya banyak dihabiskan di Asia Tenggara.
Gaya main menyerang yang diusung Gama diprediksi mampu menyuntikkan energi dan warna baru bagi strategi Timnas Indonesia.
Apabila PSSI ingin mencari pelatih yang berani mengambil risiko dan menjanjikan permainan atraktif, Gama adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
Terkini
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
Kabar Manis untuk John Herdman, Elkan Baggott Akhirnya Kembali Tampil di Level Senior
-
Komentar Pelatih Fortuna Sittard Usai Justin Hubner Jadi Pahlawan Tim
-
Punya Rekor Buruk, Liverpool Pandang Serius Duel Lawan Klub Kasta Ketiga Ini
-
Kabar Buruk untuk Liverpool, Conor Bradley Menepi Hingga Akhir Musim
-
Persib Bandung Kecam Ancaman Pembunuhan Terhadap Keluarga Thom Haye
-
Persija Panaskan Bursa Transfer, Eks Persib hingga Fajar Fathurrahman Gabung?
-
Persib Juara Paruh Musim, Teja Paku Alam Kirim Kode untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
-
Beckham Putra Ungkap Alasan Selebrasi Ice Cold saat Kalahkan Persija Jakarta
-
Muka Masam Sir Alex Ferguson Usai Manchester United Ulangi Rekor Buruk 44 Tahun Lalu