-
Legenda Arab Saudi, Fahad Al Harifi menilai kelolosan ke Piala Dunia 2026 hanyalah hasil keberuntungan sebagai tuan rumah.
-
Al Harifi mengkritik pelatih Herve Renard dan menilai tim nasional tengah mengalami krisis teknis mendalam.
-
Ia menyarankan Federasi Saudi mempertimbangkan naturalisasi pemain seperti yang dilakukan Indonesia dan negara lain.
Suara.com - Euforia kelolosan Timnas Arab Saudi ke Piala Dunia 2026 ternyata tidak dirasakan oleh semua pihak.
Legenda sepak bola negara Arab Saudi bernama Fahad Al Harifi justru melontarkan kritik pedas yang sangat menohok.
Menurutnya, kelolosan The Green Falcons kali ini bukanlah sebuah prestasi, melainkan murni karena faktor keberuntungan sebagai tuan rumah.
Seperti diketahui, Arab Saudi memastikan diri lolos setelah bermain imbang tanpa gol melawan Irak. Sebelumnya, mereka hanya mampu menang tipis 3-2 atas Timnas Indonesia.
Bagi Al Harifi, hasil ini adalah sebuah kegagalan yang terselubung. Ia bahkan menyebut para pemain harus berterima kasih kepada puluhan ribu suporter yang memadati stadion, bukan kepada kemampuan mereka sendiri.
"Kami senang lolos ke Piala Dunia ketujuh kalinya, tetapi yang terjadi adalah kegagalan. Kami gagal lolos melalui babak pertama dan hanya lolos melalui babak play-off dengan susah payah. Tanpa keunggulan kandang dan para penggemar, kami tidak akan lolos," ucap Al Harifi dikutip dari Kooora.
"Para penggemar Saudi yang hadir di pertandingan adalah bintang-bintang sesungguhnya saat melawan Irak, dan mereka alasan utama lolosnya tim ke Piala Dunia. Ini semua berkat generasi yang belum pernah meraih gelar, selain lolos ke Piala Dunia atau memenangkan pertandingan, seperti melawan Argentina," imbuhnya.
Mantan pilar Al Nassr yang tampil di Piala Dunia 1994 ini bahkan tak segan-segan menyebut bahwa tim nasional saat ini tengah mengalami krisis teknis yang mendalam.
Ia pun menunjuk sang pelatih, Herve Renard sebagai salah satu biang keladinya.
Baca Juga: Donald Trump Ancam Pindahkan Venue Piala Dunia 2026, Ini Penyebabnya
"Tim nasional sedang mengalami krisis teknis yang mendalam, dan Federasi Saudi harus mengambil beberapa langkah lebih lanjut," kata Al Harifi.
"Bagi saya, Renard kurang meyakinkan. Ia mungkin motivator psikologis yang baik, tetapi tidak demikian halnya dalam hal taktik," sambungnya lagi.
Sebagai solusi, sang legenda bahkan menyarankan agar Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) mulai mempertimbangkan untuk menjalankan program naturalisasi pemain, sebuah langkah yang kini telah diadopsi oleh banyak negara termasuk Timnas Indonesia.
"Kami menghadapi tim yang lemah dan lolos Piala Dunia berkat selisih gol, jadi kami membutuhkan pelatih lain. Kami juga perlu menaturalisasi beberapa pemain jika tidak menemukan bakat di posisi tertentu," ujarnya.
"Kami memiliki beberapa keraguan tentang isu naturalisasi, tetapi semua tim nasional saat ini melakukan hal ini, seperti Prancis, Qatar, UEA, dan bahkan Indonesia. Dunia telah menjadi satu negara dalam hal profesionalisme," pungkas Al Harifi.
Berita Terkait
-
Erick Thohir Lepas Timnas Indonesia ke Piala Dunia, tapi...
-
Statistik Kelam Patrick Kluivert di Curacao, La Pantera Azul Kini Melesat Tanpanya
-
Terpuruk di Era Patrick Kluivert, Curacao Kini Selangkah Lagi ke Piala Dunia Berkat Dick Advocaat
-
Piala Dunia U-20: Menang Dramatis Atas Perancis, Maroko Melaju ke Final
-
PSSI Diminta Abaikan Suara Suporter! Pengamat Ini Bilang Jangan Pecat Kluivert
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
3 Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17 yang Siap Bikin Malaysia Merana di Stadion Joko Samudro
-
Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal
-
Simon Grayson Bongkar Taktik Rumit John Herdman di Timnas Indonesia
-
Eks Manajer Sunderland Ungkap Alasan Mau Gabung Timnas Indonesia
-
Jadi Korban Paspoortgate, Nathan Tjoe-A-On Anggap NAC Breda Terlalu Membesarkan Masalah
-
Arteta Gerah Terus Dikritik, Minta Fans Arsenal Nikmati Proses
-
Ngeri! Wasit Ditembak saat Pimpin Pertandingan Tarkam, Pelaku Buron
-
Kerja Sama PSSI dan FFF, Timnas Putri Indonesia U-17 akan Ditempa di Prancis
-
Real Madrid Tersingkir, Jude Bellingham: Kartu Merah Camavinga Itu Lelucon!
-
Simon Grayson Ungkap Alasan Rela Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia