-
FAT resmi memecat pelatih Masatada Ishii karena perbedaan filosofi dan pendekatan teknis dengan federasi.
-
Ishii mencatat 53% kemenangan dari 30 laga sejak melatih Thailand pada Desember 2023.
-
Thailand kini tanpa pelatih jelang Kualifikasi Piala Asia 2027, mengikuti situasi serupa dengan Indonesia.
Suara.com - Gelombang pergantian pelatih di Asia Tenggara terus berlanjut. Setelah PSSI mendepak Patrick Kluivert, kini giliran Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) yang mengambil langkah serupa dengan secara mengejutkan mengumumkan pemecatan pelatih kepala, Masatada Ishii.
Pengumuman ini disampaikan secara resmi melalui akun Facebook FAT pada Selasa (21/10/2025).
Alasan utama di balik perpisahan ini adalah adanya ketidaksepahaman yang mendasar mengenai filosofi dan pendekatan teknis permainan.
"Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) telah berpisah dengan Masatada Ishii setelah pendekatan tim teknisnya berbeda," tulis rilis resmi FAT.
"Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) mengumumkan perpisahan dengan Masatada Ishii, pelatih kepala tim nasional Thailand, setelah pendekatan kerja dan manajemen timnya tidak sejalan dengan FAT."
"Hal ini ditentukan melalui tinjauan, pemantauan, dan evaluasi oleh tim teknis FAT," lanjutnya.
Keputusan ini diambil setelah adanya pertemuan antara kedua belah pihak pada hari yang sama.
FAT menilai bahwa pendekatan yang diterapkan oleh sang pelatih asal Jepang tidak lagi sejalan dengan visi dan penilaian yang mereka inginkan.
"Komite eksekutif teknis FAT mengadakan pertemuan dengan Masatada Ishii di kantor FAT pada 21 Oktober 2025," tulis FAT.
"Sebelum mengumumkan pemutusan kontrak pelatih kepala Jepang tersebut. Hal ini disebabkan oleh pendekatan manajemen tim yang baru-baru ini diterapkan, yang tidak sejalan dengan penilaian FAT, serta kinerja keseluruhan tim," sambungnya.
Selama menukangi tim Gajah Perang sejak Desember 2023, Ishii sebenarnya memiliki catatan yang tidak terlalu buruk dengan persentase kemenangan mencapai 53% dari 30 pertandingan.
"Sejak menjabat sebagai pelatih kepala tim nasional Thailand pada Desember 2023, tim ini telah memenangkan 16 dari 30 pertandingannya, atau 53%," lanjut rilis tersebut.
Kini, FAT harus bergerak cepat mencari pengganti. Pasalnya, mereka sudah ditunggu oleh jadwal padat termasuk laga Kualifikasi Piala Asia 2027 melawan Sri Lanka pada 18 November mendatang.
Langkah yang diambil Thailand ini seolah mengikuti jejak yang lebih dulu dilakukan oleh PSSI di Indonesia.
Keduanya kini sama-sama berstatus tanpa pelatih kepala menjelang agenda FIFA Matchday November 2025, menciptakan sebuah situasi yang menarik di kancah sepak bola Asia Tenggara.
Berita Terkait
-
Pembelaan Memalukan Alex Pastoor, Pandai Bersilat Lidah Tutupi Kebobrokan
-
Keterlaluan! Alex Pastoor Kini Serang Suporter Indonesia, Bongkar Sisi Gelap
-
Alex Pastoor Ungkap Sisi Manis Latih Timnas Indonesia
-
Dapat Tawaran Melatih, Alex Pastoor akan Bekerja Sama dengan Patrick Kluivert Lagi
-
Timur Kapadze Jangan Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Sisi Gelapnya Dibongkar Media Asing karena Dia..
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Emas dan Perak Meroket Ekstrem, Analis Prediksi Tren Bullish Paling Agresif Abad Ini
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
Terkini
-
Prediksi Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Sapu Bersih Kemenangan di FIFA Series 2026
-
Saat Kecil Nonton di TV, Gabriel Jesus Terharu Bisa Cetak Gol di San Siro
-
Pelatih Bulgaria Ternyata Mantan Bintang Persipura! Intip Profil Aleksandar Dimitrov
-
Inter Milan Ingin Boyong Emiliano Martinez, Sudah Masuk Tahap Negosiasi
-
Pecahkan Rekor di Italia, Mikel Arteta: Inter Milan Tim yang Sangat Bagus
-
Liga Champions: Dalih Pelatih Inter Milan usai Dibantai Arsenal
-
Alasan Persik Kediri Lepas M Khanafi ke Borneo FC, Ternyata Karena Hal Tak Terduga
-
Alasan Semen Padang Boyong Maicon Souza
-
Yabes Roni Dilepas ke Persis Solo, CEO Bali United Ungkap Alasan Penting di Balik Keputusannya
-
Ditendang Persija, Gustavo Franca: Senang Dapat Dukungan Luar Biasa dari Aremania