- Bergkamp adalah pionir perubahan gaya sepak bola Inggris menuju permainan elegan dan teknikal.
- Ia jadi otak di balik era emas Arsenal, termasuk musim “The Invincibles” 2003/04.
- Golnya ke gawang Newcastle pada 2002 tetap dikenang sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Maestro di Era Emas
Musim 1997/98 menjadi puncak kejayaan Bergkamp. Ia mencetak 22 gol dan membawa Arsenal meraih double winners (Premier League plus FA Cup).
Permainannya elegan namun efisien, halus namun mematikan.
Siapa yang bisa melupakan hat-trick legendaris ke gawang Leicester City?
Tiga golnya dalam satu laga bahkan menyapu bersih posisi pertama, kedua, dan ketiga dalam penghargaan Goal of the Month Premier League, prestasi yang belum pernah disamai siapa pun hingga kini.
Bergkamp bukan hanya pencetak gol. Ia adalah arsitek dalam arti sesungguhnya.
Bersama Thierry Henry, Patrick Vieira, dan Robert Pires, ia menjadi otak di balik era keemasan Arsenal, termasuk gelar Invincibles 2003/04, ketika mereka tak terkalahkan sepanjang musim.
Gol Abadi di St. James’ Park
Momen paling ikonik Bergkamp datang pada Maret 2002. Dalam laga melawan Newcastle United, ia mencetak gol yang hingga kini dianggap salah satu yang terbaik dalam sejarah Premier League.
Baca Juga: Superkomputer Prediksi Arsenal Juara Liga Champions 2025, Siapa Lawan di Final?
Menerima umpan dari Robert Pires, Bergkamp memutar bola dengan satu sentuhan ajaib, melewati bek Nikos Dabizas tanpa menyentuhnya lagi, lalu menaklukkan kiper dengan tenang.
Satu gerakan, tiga detik, keajaiban lahir. Hingga kini, para penggemar masih menyebutnya The Perfect Goal.
Legenda Sejati
Dalam satu dekade di Arsenal, Bergkamp mencatat 120 gol dari 423 penampilan, meraih 3 gelar Premier League dan 3 Piala FA.
Namun angka-angka itu tak bisa menggambarkan pengaruh sejatinya. Ia bukan hanya mencetak gol, tapi menciptakan keindahan.
Bergkamp menjadikan sepak bola seni visual ,sesuatu yang dirasakan, bukan sekadar dilihat.
Jika Vieira adalah jantung Arsenal dan Henry adalah senjatanya, maka Bergkamp adalah otaknya.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Percepat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Jangan Main Hakim Sendiri, Yusril Ingatkan Bahaya di Balik Sayembara Begal Dedi Mulyadi
-
Popok Sekali Pakai Jadi Sumber Sampah Besar, Peneliti Tawarkan Tiga Cara Menguranginya
-
BRI Peduli Ajak Kelompok Tani di Jawa Barat Tanam 24.000 Mangrove
-
Tanam 24.000 Mangrove, BRI Peduli Perkuat Pemulihan Ekosistem Pesisir
-
Pecah Kericuhan di Menteng, Polisi Bantah Ada Rumah Ibadah Dirusak
-
BRI Peduli Gandeng Petani Lokal di Jawa Barat untuk Tanam 24.000 Mangrove
-
Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Hijaukan Pesisir dengan 24.000 Mangrove
-
MAKI Desak Kejagung Segera Geledah Rumah Pribadi Febrie Adriansyah di Kebayoran, Ada Apa?
-
BRI Peduli Tanam 24.000 Mangrove untuk Pulihkan Pesisir di Jawa Barat