- FIFA meluncurkan turnamen baru bernama FIFA ASEAN Cup bagi negara-negara Asia Tenggara.
- Turnamen ini menjadi simbol kerja sama baru antara FIFA dan ASEAN hingga lima tahun ke depan.
- Timnas Indonesia berpeluang besar unjuk gigi lewat kompetisi regional di bawah naungan FIFA ini.
Dengan hadirnya FIFA ASEAN Cup, kawasan Asia Tenggara kini memiliki peluang lebih besar untuk memperkuat posisi di dunia sepak bola internasional, khususnya bagi Timnas Indonesia.
Sebelum digulirkan FIFA ASEAN Cup, kompetisi di kawasan Asia Tenggara dikenal dengan nama Piala AFF, kemudian berganti nama menjadi ASEAN Championship mulai Februari 2024.
Turnamen pertama kali digelar pada tahun 1996 dengan melibatkan enam negara pendiri AFF serta empat negara undangan dari kawasan Asia Tenggara.
Turnamen perdana itu berakhir dengan Thailand tampil sebagai juara pertama setelah mengalahkan Malaysia 1–0 di final yang berlangsung di Singapura.
Empat negara teratas dalam edisi perdana secara otomatis lolos ke putaran final edisi berikutnya, sementara enam tim lainnya harus menjalani babak kualifikasi untuk memperebutkan empat tiket tersisa.
Negara-negara seperti Myanmar, Singapura, Laos, dan Filipina berhasil melaju ke turnamen utama di edisi berikutnya.
Sejak saat itu, AFF Championship menjadi satu-satunya turnamen resmi antarnegara di Asia Tenggara, terutama setelah cabang sepak bola putra di SEA Games diubah menjadi ajang U-23 pada tahun 2001.
Dalam sejarah panjang turnamen, Thailand dan Singapura menjadi dua kekuatan terbesar.
Namun menariknya, tidak ada negara yang pernah menjuarai turnamen ini tiga kali berturut-turut, termasuk Timnas Indonesia yang belum pernah mencicipi gelar juara.
Baca Juga: Blunder Jelek-jelekan Eliano Reijnders, Eks Penerjemah Shin Tae-yong Minta Maaf
Kontributor: Azka Putra
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
30 Tahun Kudatuli: Kisah Maryono yang 'Hidup Lagi' hingga Rahasia Dandang Megawati
-
Indonesia vs Kamboja Diperketat, Jalur Evakuasi dan Penyekatan Pakansari Disimulasikan
-
Misi Penyelundupan 6 Kg Ganja MedanBali Kandas di Pelabuhan Bakauheni
-
Meski Sempat Tertunda, Pos Indonesia Mulai Bayar Imbal Hasil Sukuk Rp24,12 Miliar
-
Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah
-
Mazda Berusaha Perpanjang Napas Mazda 3 dan CX-30 Lewat Teknologi Mild Hybrid
-
Sambut Hari Kemerdekaan, Sekjen Kemendagri Dorong Bulog dan Pemda Gencarkan Gerakan Pangan Murah
-
Dukung Program BRIvolution Reignite, BRI Catat Pertumbuhan Aset Impresif
-
Ratusan Anak Hidup dengan HIV di Sidoarjo, KPAI Soroti Hak dan Perlindungannya
-
Ngeri! Korban Kasus Little Aresha Capai 157 Anak, Tersangka Kini Membengkak Jadi 32 Orang