-
Petar Sucic cetak gol perdana bantu Inter libas Fiorentina 3-0.
-
Kemenangan angkat Inter Milan ke posisi ketiga klasemen Liga Italia.
-
Calhanoglu tekankan disiplin kunci Inter pertahankan performa apik.
Suara.com - Pemain tengah Inter Milan, Petar Sucic, akhirnya membuka keran golnya untuk skuad berjuluk Nerazzurri dalam laga kandang yang berakhir dengan skor meyakinkan 3-0 melawan Fiorentina.
Kemenangan besar tersebut terjadi pada hari Kamis waktu setempat, menandai respons positif Inter setelah hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya.
Petar Sucic Gol Perdana tersebut lahir pada menit ke-71, menjadi torehan kedua bagi Inter dalam pertandingan tersebut.
Pemain berkebangsaan Kroasia ini didatangkan ke Inter Milan pada bursa transfer musim panas 2025/2026 dari Dinamo Zagreb.
Sebelum bermain di Italia, Inter adalah klub non-Kroasia pertama bagi gelandang berusia 22 tahun ini.
Total sudah 15 kali kesempatan bermain yang telah dilakoni Sucic bersama tim Biru-Hitam sejak kedatangannya.
Rasa bangga dan gembira meliputi Sucic pasca-pertandingan, yang diungkapkannya kepada media.
“Rasanya luar biasa dapat mencetak gol pertama saya bagi Inter. Saya telah bekerja keras dan hal itu terbayarkan pada hari ini, saya gembira,” kata Sucic dikutip dari laman resmi Inter.
Pemain yang memilih membela timnas Kroasia tersebut juga menceritakan permintaan unik yang diterimanya.
Baca Juga: Cerita Sedih Radja Nainggolan: Saya Hidup Susah, Ayah Kabur karena Utang
“Kaus saya diminta setelah pertandingan, namun saya ingin menyimpannya untuk mengenang gol yang saya cetak hari ini,” lanjutnya.
Gol pembuka Inter dan gol ketiga pada laga Inter Milan Fiorentina dicatatkan oleh Hakan Calhanoglu, yang sukses mencetak dwigol.
Kontribusi dua gol dari Calhanoglu sangat krusial dalam memperkokoh kemenangan telak tim tuan rumah.
Menurut Calhanoglu, respons positif timnya merupakan hasil dari dukungan penuh pelatih dan mentalitas yang kuat setelah kekalahan 1-3 dari Napoli.
Pemain timnas Turki itu memuji kemampuan timnya untuk bangkit dan menunjukkan performa yang jauh lebih baik.
“Kami bangkit dalam bentuk yang bagus, pelatih memberi banyak dukungan kepada kami, dan secara mental kami sangat kuat dan tangguh,” ujar pemain yang berperan vital di lini tengah itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Prediksi Susunan Pemain Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026
-
Thomas Tuchel dan 'Misi Mustahil' Timnas Inggris di Piala Dunia 2026
-
Prediksi Skor Irak vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Kondisi Terkini Christian Pulisic, Lini Serang Amerika Serikat Berpikir Keras Jelang Lawan Australia
-
Piala Dunia 2026: Ramin Rezaeian Ungkap Arti Selebrasi Golnya Saat Iran Tahan Selandia Baru
-
Menanti Debut Erling Haaland dan Odegaard di Piala Dunia 2026, Norwegia Bidik Tiga Poin Lawan Irak
-
Arti Spesial Bela Timnas Indonesia Bagi Luke Vickery: Nenek Saya Lahir di Sana!
-
Kenapa Sepatu Pink Mendominasi Piala Dunia 2026? Ternyata Bukan Sekadar Tren
-
Ancaman Penyakit Menular di Piala Dunia 2026: Dari Campak hingga Ebola
-
Lebih dari 14 Asprov Dipimpin Plt, Tata Kelola PSSI Jadi Sorotan