-
Timnas U-17 Indonesia akan menghadapi Zambia di laga perdana Grup H Piala Dunia U-17 2025.
-
Zambia tampil impresif di laga uji coba dengan dua kemenangan 3-1 atas Meksiko dan Kaledonia Baru.
-
Pelatih Zambia, Dennis Makinka, menyoroti masalah penyelesaian akhir meski timnya tampil dominan dalam menciptakan peluang.
Suara.com - Timnas Indonesia U-17 akan memulai petualangannya di Piala Dunia U-17 2025 dengan menghadapi lawan perdana dari Grup H, 7 Zambia.
Laga krusial ini dijadwalkan berlangsung di Aspire Zone, Al Rayyan, pada Selasa (4/11/2025) pukul 22.45 WIB.
Melihat rekam jejak persiapan, Zambia yang berjuluk Young Copper Bullets tampak lebih superior.
Tim besutan pelatih Dennis Makinka ini berhasil menyapu bersih dua laga uji coba terakhir, menaklukkan Meksiko dan Kaledonia Baru dengan skor identik 3-1.
Capaian ini kontras dengan hasil yang diraih Garuda Asia, yang menelan satu kekalahan dari Paraguay dan meraih dua hasil imbang melawan Pantai Gading serta Panama.
Namun, di balik hasil positif tersebut, Dennis Makinka justru secara terbuka membongkar titik lemah yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi timnya. Sang pelatih merasa tidak puas, terutama dengan efektivitas lini serang anak asuhnya.
Meskipun memuji karakter dan semangat juang para pemainnya, Makinka menyoroti masalah serius dalam penyelesaian akhir.
"Pertama-tama, terima kasih dan saya hanya ingin mengatakan bahwa para pemain benar-benar menunjukkan karakter pantang menyerah," kata Makinka, dikutip dari Zambian Football.
"Mereka juga tidak pernah meremehkan tim mana pun. Mereka sudah sangat menekan (pertahanan lawan). Meskipun, kami perlu memperbaiki penyelesaian akhir," jelasnya.
Baca Juga: Lawan Zambia di Laga Perdana Piala Dunia U-17, Nova Arianto Pakai Strategi Tak Biasa
Pengakuan ini menjadi sinyal bahwa meskipun mampu mencetak gol, Zambia sejatinya menciptakan jauh lebih banyak peluang yang gagal dikonversi.
Dengan waktu yang semakin sempit menjelang turnamen, Makinka bertekad memaksimalkan sisa waktu untuk memoles ketajaman para penyerangnya.
Keresahan sang pelatih semakin jelas saat ia menguraikan masalah konversi peluang menjadi gol yang terus menghantui timnya.
"Saya rasa kami menciptakan banyak peluang, tetapi gagal mengonversinya (menjadi gol). Kami tidak bisa menyelesaikan begitu banyak peluang yang kami ciptakan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Euforia di Qatar! Suporter Indonesia Gelar Parade Merah Putih Sambut Piala Dunia U-17
-
Timnas Indonesia U-17 Kesampingkan Brasil Sebagai Lawan di Piala Dunia, Kenapa?
-
Catatan Ngeri Wasit Timnas Indonesia U-17 vs Zambia: Pimpin 5 Laga Keluarkan 21 Kartu Kuning
-
Qatar Punya Rekam Jejak Manis, Timnas Indonesia U-17 Diharapkan Lanjutkan Tren Positif
-
Prediksi Timnas Indonesia U-17 vs Zambia: Garuda Muda Bidik 3 Poin Perdana
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Usul Ditolak FIFA, Timnas Iran Pastikan Tampil di Piala Dunia 2026 tapi...
-
Bos Grup Djarum Michael Bambang Hartono Tutup Usia, Klub Serie A Ucap Belasungkawa
-
Atmosfer Suporter Garuda Bikin Luke Vickery Merinding, Siap Bela Timnas Indonesia
-
Luke Vickery Blak-blakan! Tinggal Tunggu Here We Go Bela Timnas Indonesia
-
Semakin Canggih, Ranking FIFA akan Diperbarui Real Time Mulai Maret 2026
-
Seleksi Lebih dari 170 Orang, 10 Pemain Ini Wakili Indonesia di Ajang Piala Dunia Anak Jalanan 2026
-
Bomber Timnas Bulgaria Sudah Gatal Ingin Injak Rumput Stadion GBK
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Bek Persib Bandung Rela Korbankan Kepentingan Pribadi
-
Persib Bandung di Ambang Hattrick Juara, Bojan Hodak: Jangan Bicara Terlalu Jauh