-
Jay Idzes selamatkan gawang Sassuolo dengan wajah, aksinya dipuji setara satu gol.
-
Berkat aksi heroik Idzes, Sassuolo menang telak 3-0 atas Atalanta di Liga Italia.
-
Tutto Sassuolo berikan rating 7 kepada Jay Idzes, tertinggi di antara bek Neroverdi.
Suara.com - Jay Idzes melakukan penyelamatan krusial saat Sassuolo mencatat kemenangan meyakinkan 3-0 saat bertandang ke markas Atalanta dalam lanjutan Giornata ke-11 Liga Italia musim 2025-2026.
Pertandingan sengit ini berlangsung di New Balance Arena, Bergamo, pada malam hari Minggu, 9 November 2025 waktu setempat.
Bek tengah andalan Timnas Indonesia, Jay Idzes, sekali lagi menjadi starter dan bermain penuh selama 90 menit.
Tiga gol tanpa balas tersebut memastikan Neroverdi (julukan Sassuolo) berhasil membawa pulang tiga poin penuh.
Pujian tertinggi layak disematkan kepada Jay Idzes, yang menampilkan performa gemilang, terutama di lini pertahanan.
Pesta gol Sassuolo dibuka oleh Domenico Berardi pada menit ke-26, memecah kebuntuan yang terjadi sejak awal laga.
Kemudian, Andrea Pinamonti menggandakan keunggulan timnya segera setelah jeda, tepatnya di menit ke-47.
Berardi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-66, memantapkan kemenangan menjadi 3-0.
Raihan 16 poin dari lima kemenangan, satu imbang, dan lima kekalahan kini membawa Sassuolo melesat naik ke posisi kedelapan di klasemen sementara.
Baca Juga: Pengakuan Jujur Timnas Indonesia U-17 ketika Dihajar Brasil, Singgung Pertandingan Lawan Zambia
Di pihak lain, kekalahan ini membuat Atalanta harus tertahan di peringkat ke-13 dengan 13 poin, hasil dari dua kemenangan, tujuh seri, dan dua kekalahan.
Fokus utama pasca-pertandingan tertuju pada penampilan luar biasa Jay Idzes, terutama aksi penyelamatan krusialnya.
Momen penentu tersebut terjadi sangat cepat, yakni ketika pertandingan baru berjalan memasuki menit kedelapan.
Penyerang berbahaya milik Atalanta, Ademola Lookman, berhasil merangsek melewati barisan pertahanan Sassuolo.
Lookman lantas melepaskan tembakan keras yang melaju lurus menuju gawang, tetapi mengenai wajah Jay Idzes.
Idzes refleks menahan laju bola dengan wajahnya, sebuah tindakan berani yang berisiko tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026
-
Mourinho Minta Real Madrid Bajak Fernandez, Los Blancos Tak Sanggup Bayar
-
Bukan Sekadar Taktik Pochettino! AI Kunci Sukses Timnas AS di Piala Dunia 2026
-
Kegocek Wagub Jabar! Dirumorkan ke Persib, Jese Perpanjang Kontrak di Las Palmas
-
Socceroos Hadapi Paraguay Tanpa Bek Kanan Murni, Jacob Italiano Cedera
-
Tak Takut dengan Rudal Israel, Warga Lebanon Pesta Kembang Api Rayakan Kemenangan Brasil
-
Arsenal Mengintai, Tottenham Menawar, MU Bajak Sandro Tonali dengan Mahar Rp1,7 T
-
Iman Islam Jadi Alasan Djed Spence Tolak Jabat Tangan Terduga Pemerkosa Thomas Partey
-
Deretan Rekor Tercipta usai Meksiko Lolos 'Sempurna' ke Fase Gugur Piala Dunia 2026
-
Hong Myung-bo Akui Kesalahan Strategi Usai Korea Selatan Takluk dari Afrika Selatan