- Heimir Hallgrimsson dilaporkan menjadi salah satu kandidat pelatih Timnas Indonesia.
- Taktiknya di Irlandia mendapat sorotan tajam karena struktur permainan dianggap bermasalah.
- Analisis dari X menilai Irlandia sering kehilangan koordinasi dan tidak jelas dalam detail pressing.
Suara.com - Menurut laporan media Irlandia, Irish Examiner, PSSI memasukkan nama Heimir Hallgrimsson sebagai salah satu calon pelatih Timnas Indonesia.
Heimir Hallgrimsson saat ini masih berstatus sebagai pelatih Irlandia. Rumornya kontrak pelatih Islandia itu tergantung pada dua hasil pertandingan di babak Kualifikasi Piala Dunia 2025 zona Eropa.
Jika Irlandia gagal meraih kemenangan di dua laga itu dan tak lolos ke Piala Dunia 2026, kontrak Heimir Hallgrimsson akan diputus.
Heimir Hallgrimsson bukan sosok sembarangan. Ia sempat mencatatkan sejarah dengan membawa Islandia lolos ke Piala Dunia 2018.
Apakah Heimir Hallgrimsson cukup layak untuk melatih Timnas Indonesia dan seperti apa taktiknya di Irlandia, berikut ulasannya.
Salah satu analis pertandingan di X @EBL2017 sempat mengulas taktik yang dimainkan Hallgrimsson saat Irlandia hanya menang tipis 1-0 atas Armenia.
Sayangnya meski meraih kemenangan, Irlandia justru kesulitan menghadapi tim peringkat 103 dunia tersebut. Armenia tampil dominan dalam penguasaan bola dan lebih terorganisir secara taktik.
Menurut @EBL2017, masalah utama Irlandia bukan terletak pada semangat juang atau kualitas individu pemain, melainkan pada struktur permainan dan detail taktik yang disusun oleh pelatih Heimir Hallgrímsson.
“Ireland bermain dengan formasi 5-2-3 atau 5-4-1 dan secara formasi sebenarnya cukup cocok untuk menghadapi Armenia yang memakai tiga bek. Namun, detail taktis dalam sistem tersebut tidak berjalan dengan baik,” tulis EBL dalam utas panjangnya
Baca Juga: Apa Itu FIFA Puskas Award 2025? Rizky Ridho Jadi Salah Satu Calon Penerimanya
Dalam pertandingan itu, lini depan Irlandia diinstruksikan untuk menekan tiga bek Armenia, sementara dua gelandang tengah menjaga dua gelandang bertahan lawan.
Sayangnya, koordinasi di lapangan berjalan buruk. Banyak momen ketika tekanan tidak dilakukan secara serentak, sehingga Armenia bisa lolos dari pressing dengan mudah.
“Para pemain seperti Azez dan Ebosele terlihat terlalu pasif, sering terlambat menutup ruang atau terlalu berhati-hati menjaga area belakang. Akibatnya, Armenia memiliki waktu dan ruang untuk membangun serangan,” lanjut analisis tersebut.
EBL juga menyoroti kurangnya komunikasi dan kohesi antar lini.
Para pemain di lapangan terlihat kebingungan dengan peran masing-masing.
Bahkan, disebutkan beberapa pemain sempat mendatangi bangku cadangan untuk berdiskusi tentang masalah taktik karena tidak mendapat arahan jelas dari pelatih.
Berita Terkait
-
Persib Bandung Didenda Rp115 Juta Karena Tiga Pelanggaran
-
Calon Pelatih Timnas Indonesia Heimir Hallgrimsson Sebut Israel Layak Disanksi
-
Cara dan Link Voting Dukung Rizky Ridho Terima Penghargaan FIFA Puskas Award 2025
-
Rizky Ridho Masuk Nominasi Puskas Award 2025, Indonesia Berpeluang Samai Rekor Malaysia
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- Dua 'Pesawat Super' Milik AS Hancur, Kekuatan Militer Iran Kejutkan Dunia
Pilihan
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
-
1 Prajurit TNI di Lebanon Gugur Dibom Israel, 3 Lainnya Luka-luka
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
Terkini
-
Kendal Tornado FC Diimbangi PSS Sleman, Stefan Keeljtes Tetap Apresiasi Kerja Keras Pemain
-
Berpotensi Meroket, Ini Hitung-hitungan Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Kalahkan Bulgaria
-
Jelang Timnas Indonesia vs Bulgaria, Erick Thohir Sampaikan Wejangan
-
Jelang Final FIFA Series 2026, Pelatih Bulgaria Punya 3 Fakta Menarik!
-
Bangun Ekosistem Sepak Bola Putri, MLSC Sabet Penghargaan PSSI Awards
-
Wajib Main, Jens Raven Ternyata Punya Statistik Lumayan Bagus!
-
Jens Raven Gantikan Mauro Zijlstra di Final FIFA Series 2026, Apa Pertimbangannya?
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sembilan Laga Terakhir BRI Super League, Andrew Jung Siap Antar Persib Juara
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria