Bola / Bola Indonesia
Jum'at, 14 November 2025 | 13:31 WIB
Cristiano Ronaldo menerima kartu merah pertamanya bersama Portugal dan kini terancam larangan bermain di fase awal Piala Dunia 2026 akibat dugaan tindakan kekerasan.[Dok. IG Portugal]
Baca 10 detik
  • Ronaldo mendapat kartu merah pertama dalam 226 laga bersama Portugal.
  • FIFA bisa memberi larangan minimal 3 pertandingan untuk tindakan kekerasan.
  • Portugal masih bisa lolos otomatis jika menang melawan Armenia.

Suara.com - Cristiano Ronaldo menghadapi ancaman serius untuk absen pada laga pembuka Piala Dunia 2026 setelah menerima kartu merah pertamanya bersama tim nasional Portugal.

Insiden itu terjadi dalam kekalahan 0-2 dari Republik Irlandia, sebuah hasil yang sekaligus menunda langkah Portugal mengamankan tiket ke Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Ronaldo diusir wasit pada menit ke-61 setelah menabrak dan mengayunkan siku ke arah bek Irlandia, Dara O’Shea.

Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning, namun VAR meminta tinjauan ulang melalui monitor di pinggir lapangan sebelum keputusan itu dinaikkan menjadi kartu merah langsung.

Pengusiran ini menjadi yang pertama sepanjang karier internasional Ronaldo dalam 226 penampilan—rekor caps putra dunia. Di level klub, ia telah 13 kali menerima kartu merah.

Sesuai regulasi, Ronaldo otomatis menjalani skors satu laga ketika Portugal menjamu Armenia pada Minggu mendatang.

Tim asuhan Roberto Martínez itu hanya butuh kemenangan untuk memastikan tempat di Piala Dunia. Namun persoalan bisa menjadi lebih rumit jika FIFA menjatuhkan sanksi tambahan.

Dalam aturan disipliner FIFA, tindakan kekerasan dapat berujung larangan bermain minimal tiga pertandingan atau hukuman dalam kurun waktu tertentu.

Sanksi tersebut tidak bisa ditebus di laga uji coba sehingga berpotensi memengaruhi partisipasi Ronaldo pada putaran final.

Baca Juga: FIFA Dituding Perlakukan Pemain seperti Budak, Gianni Infantino Cuma Fokus Cuan

Pelatih Portugal, Roberto Martínez, menilai keputusan pengusiran tersebut terlalu keras dan membela kaptennya.

“Kartu merah itu untuk seorang kapten yang tidak pernah diusir dalam 226 pertandingan — saya pikir itu patut diapresiasi — dan hari ini, menurut saya itu agak berlebihan karena dia peduli pada tim,” ujar Martínez dikutip dari ESPN.

“Dia 60 menit atau 58 menit berada di kotak penalti, dipegang, ditarik, didorong, dan ketika mencoba melepaskan diri dari bek… Saya pikir aksinya terlihat lebih buruk daripada kenyataannya."

"Saya tidak merasa itu siku, lebih seperti gerakan tubuh penuh, tapi dari sudut kamera terlihat seperti siku. Tapi kami menerimanya.”

Martínez juga menyinggung komentar jelang laga yang dilontarkan pelatih Irlandia, Heimir Hallgrimsson.

“Satu hal yang membuat saya pahit adalah pada konferensi pers (Rabu), pelatih kalian bicara soal wasit yang bisa terpengaruh, dan kemudian seorang bek tengah besar jatuh ke tanah begitu dramatis hanya karena putaran tubuh Cristiano.”

Portugal sebenarnya bisa lolos otomatis jika menang di Dublin, namun dua gol dari Troy Parrott memaksa mereka menunda pesta.

Meski begitu, mereka masih memimpin Grup F dengan selisih dua poin dari Hongaria.

Menjelang pertandingan, Ronaldo sebelumnya berjanji bakal menjadi “anak baik”, menyadari atmosfer kurang bersahabat dari publik Aviva Stadium.

Duel ini juga dibayangi tensi dari pertemuan sebelumnya ketika Ronaldo merayakan gol Ruben Neves tepat di hadapan Jake O’Brien, memicu tudingan fans Irlandia bahwa sang bintang terlalu memengaruhi wasit.

Komentar Hallgrimsson sebelum laga pun ikut memanaskan suasana.

Ia meminta wasit Glenn Nyberg tidak membiarkan Ronaldo “mengatur pertandingan.”

Saat kartu merah diberikan, Ronaldo menampakkan gestur tepuk tangan dan acungan jempol secara sarkastik ke arah suporter tuan rumah yang menyorakinya.

Ia juga sempat berbicara kepada Hallgrimsson sebelum meninggalkan lapangan.

Hallgrimsson mengungkap apa yang dikatakan Ronaldo.

“Dia memuji saya karena menekan wasit,” kata Hallgrimsson.

“Itu murni aksinya sendiri di lapangan yang membuatnya dikartu merah. Tidak ada hubungannya dengan saya — kecuali saya masuk ke kepalanya.”

Ketika ditanya apakah ada percakapan lanjutan seusai laga, ia memberi penjelasan.

“Tidak, saya pikir kami sudah cukup bicara ketika dia keluar. Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Itu hanya momen sedikit kebodohan darinya, saya kira.”

Dengan nasib sanksi tambahan kini berada di tangan FIFA, Ronaldo dan Portugal menghadapi masa krusial dalam upaya menembus putaran final keenam sang megabintang.

Load More