Bola / Bola Indonesia
Rabu, 19 November 2025 | 18:03 WIB
Carlo Ancelotti (Marca)
Baca 10 detik
  • Brasil imbang 1-1 lawan Tunisia, Ancelotti akui pertahanan lawan menyulitkan.

  • Tunisia bertahan dalam, Brasil hanya tiga tembakan tepat sasaran dari 22 total.

  • Estevao dan Mastouri cetak gol, Ancelotti terus pantau pemain hingga Piala Dunia.

Suara.com - Manajer Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, memberikan pengakuan bahwa anak asuhnya mengalami kesulitan signifikan saat berhadapan dengan Tunisia.

Pertandingan persahabatan tersebut, yang berlangsung di Stadion Pierre-Mauroy, Prancis, pada Rabu dini hari WIB, berakhir dengan skor seri 1-1.

Ancelotti secara eksplisit menyebutkan bahwa duel kontra Tunisia terasa jauh lebih kompleks dibandingkan pertemuan sebelumnya melawan Senegal, yang sukses mereka taklukkan 2-0 pada Sabtu (15/11).

Menurut Ancelotti, perbedaan mendasar terletak pada karakteristik permainan tim lawan.

"Tunisia memiliki karakteristik yang berbeda (dari Senegal-red). Mereka bertahan sangat dalam. Dengan karakteristik permainan kami, para pemain depan kesulitan menembus pertahanan mereka," ujar Ancelotti.

Juru taktik kawakan asal Italia ini menggarisbawahi upaya keras yang sudah ditunjukkan oleh para pemainnya di lapangan.

Meskipun demikian, Ancelotti tidak menampik bahwa Seleção menampilkan performa yang kurang memuaskan pada menit-menit awal pertandingan.

Situasi tersebut membuat gawang Brasil bobol lebih dulu di menit ke-23 melalui gol yang dicetak oleh Hazem Mastouri.

Gol cepat lawan itu, lanjutnya, adalah indikasi nyata adanya kelengahan di barisan pertahanan skuadnya.

Baca Juga: Girang Dipanggil Lagi ke Timnas Brasi, Fabinho: Terasa Debut Pertama

Pelatih berusia 66 tahun tersebut tetap menyampaikan apresiasi atas reaksi positif yang ditunjukkan timnas Brasil setelah tertinggal.

Brasil berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menjelang berakhirnya babak pertama, tepatnya pada menit ke-44, lewat tendangan penalti yang sukses dieksekusi oleh Estevao.

"Kami memulai pertandingan dengan buruk, tetapi kami bereaksi dengan baik dan bisa saja meraih kemenangan kemenangan. Pada babak kedua, seiring dengan terbatasnya ruang permainan, kami memainkan permainan seperti yang seharusnya kami lakukan," kata pelatih berusia 66 tahun tersebut.

Data statistik dari laman sepak bola Fotmob menunjukkan dominasi mutlak Brasil atas jalannya pertandingan, terutama dari aspek penguasaan bola.

Tim Samba memegang kendali bola hingga 74 persen dan melepaskan total 22 tembakan ke arah gawang lawan.

Sayangnya, dari puluhan tembakan tersebut, hanya tiga upaya yang tercatat tepat sasaran ke gawang Tunisia.

Sebaliknya, Tunisia menampilkan pertahanan yang sangat disiplin dan solid sepanjang laga.

Walaupun terus-menerus digempur, tim Afrika Utara ini berhasil menahan serangan-serangan Brasil dengan melakukan total sembilan blok bola.

Mereka juga melakukan sapuan sebanyak 33 kali, sebuah bukti efektivitas mereka dalam mencegah penetrasi lini serang Brasil.

Pertandingan persahabatan di Stadion Pierre-Mauroy ini akhirnya ditutup dengan skor imbang 1-1.

Gol untuk Brasil diciptakan oleh Estevao (44'), sedangkan gol dari kubu lawan dicetak oleh Hazem Mastouri (23').

Laga kontra Tunisia ini sekaligus menjadi penutup dari rangkaian pertandingan yang dilakoni oleh timnas Brasil pada tahun 2025.

Ancelotti menyatakan bahwa dia dan tim kepelatihan akan terus memantau perkembangan setiap pemain.

Dia berharap para pemain Brasil dapat menampilkan performa terbaik mereka di klub masing-masing menjelang ajang besar berikutnya.

"Saya berharap yang terbaik untuk pemain. Kami selalu mengamati dan terbuka untuk berkomunikasi dengan mereka sampai kami berjumpa lagi untuk Piala Dunia. Pemantauan ini sangat penting," tutur dia.

Load More