- Pelatih PSM Makassar, Thomas Trucha, kecewa VAR tidak berfungsi saat kontra Persija di BRI Super League, Jumat malam.
- Trucha menyoroti pentingnya konsistensi penggunaan VAR di setiap laga demi menjamin prinsip permainan yang adil (fair play).
- Meskipun kalah 1-2, Trucha menilai PSM pantas meraih minimal satu poin karena performa kompetitif dan taktik tekanan tinggi.
Suara.com - Pelatih PSM Makassar, Thomas Trucha, menyoroti tidak berfungsinya video assistant referee (VAR) dalam laga kontra Persija Jakarta pada ajang BRI Super League.
Ia juga menilai timnya pantas membawa pulang setidaknya satu poin meski harus kalah 1-2 di Jakarta International Stadium, Jumat malam.
Dalam jumpa pers usai pertandingan, Trucha mengungkapkan kekecewaannya karena VAR tidak aktif pada laga besar tersebut. Ia menyebut informasi soal VAR baru diterima timnya saat sesi pemanasan.
“Kami diinformasikan saat pemanasan bahwa VAR tidak aktif dan sedang diperbaiki. Kami menunggu hingga pertandingan berjalan, bahkan sampai jeda babak pertama, tetapi tidak ada kepastian,” ujar Trucha.
Soroti Konsistensi Penggunaan VAR
Menurut pelatih asal Ceko itu, absennya VAR membuat jalannya pertandingan terasa berbeda. Bukan hanya bagi kedua tim, tetapi juga bagi perangkat pertandingan dalam mengambil keputusan di lapangan.
Trucha menegaskan, jika VAR sudah diterapkan di kompetisi, maka penggunaannya harus konsisten di setiap pertandingan.
“Jika VAR sudah digunakan di liga, maka seharusnya semua pertandingan setiap pekan menggunakan VAR. Ini penting untuk fair play,” tegasnya.
PSM Dinilai Layak Dapat Poin
Baca Juga: Laga Panas BRI Super League, Persija Jakarta Susah Payah Gebuk PSM Makassar 2-1
Terlepas dari polemik VAR, Trucha tetap mengapresiasi performa anak asuhnya. Ia menilai PSM tampil kompetitif dan memiliki peluang untuk setidaknya mengamankan hasil imbang.
“Para pemain tentu kecewa karena kami punya peluang minimal untuk mendapatkan satu poin. Sepak bola soal memaksimalkan peluang. Kami melakukan satu kesalahan dan langsung dihukum,” katanya.
Strategi Tekanan Tinggi Berjalan
Trucha juga mengungkapkan bahwa PSM sengaja mengubah pendekatan taktik dalam laga ini. Jika pada pertemuan sebelumnya lebih bertahan, kali ini Pasukan Ramang memilih tampil agresif dengan tekanan tinggi sejak awal.
“Kami memulai pertandingan dengan baik dan mencoba menekan lebih tinggi. Mungkin mereka tidak mengharapkan itu, dan dalam beberapa momen tekanan tersebut bekerja dengan baik,” jelasnya.
Tekanan tersebut sempat membuat Persija berada dalam situasi sulit, meski akhirnya tim tuan rumah mampu mencetak gol penentu kemenangan pada babak kedua.
Duel Keras Bukan Karena Lapangan
Terkait banyaknya duel keras dan pemain yang kerap terjatuh sepanjang laga, Trucha menegaskan hal itu bukan disebabkan oleh kondisi lapangan di JIS.
“Lapangan tidak sempurna, tetapi cukup baik untuk bermain. Banyaknya duel terjadi karena intensitas pertandingan dan tekanan yang kami berikan,” pungkasnya. [Antara]
Berita Terkait
-
Laga Panas BRI Super League, Persija Jakarta Susah Payah Gebuk PSM Makassar 2-1
-
Gebrakan Bank Jakarta: Boyong Pemain Persija dan Jakmania ke Kantor Cabang
-
Comeback ke JIS, Gelandang Brasil Ingin Lanjutkan Tren Positif Persija
-
Tak Peduli Nama Besar, Pelatih Persija Minta Zijlstra hingga Pattynama Kerja Keras Rebut Starting XI
-
Pesan Keras Pelatih Persija ke Shayne Pattynama: Tak Ada Alasan Cadangkan Dony Tri Pamungkas
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 7 Sunscreen Tone Up Terbaik untuk Kulit Kusam sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
Kylian Mbappe Dijuluki 'Mobut' di Timnas Prancis, Apa Artinya?
-
Daftar Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026, Persija dan Persib Sumbang Paling Banyak
-
Wasit Argentina Pimpin Perancis vs Maroko, Les Bleus Tak Gentar Lawan Keputusan FIFA
-
Wasit Final Piala Dunia 2022 Bongkar Kesalahan VAR Anulir Gol Mesir ke Gawang Argentina
-
FIFA Disorot! Seluruh Ofisial Laga Prancis vs Maroko Berasal dari Argentina
-
Granit Xhaka Tak Takut Hadapi Lionel Messi, Swiss Siap Ukir Sejarah Kontra Argentina
-
Kasusnya Viral, Senator Paraguay Ancam Penjarakan Kylian Mbappe
-
Mesir Tuduh Piala Dunia Diseting untuk Argentina: Dunia Memang Tak Adil, Kenapa di Olahraga Juga?
-
Lengkap! Daftar 8 Tim dan Jadwal Perempat Final Piala Dunia 2026
-
Lionel Messi Lampaui Diego Maradona, Kembali Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026