- Pelatih ikonik Guus Hiddink menyatakan kesiapan kembali melatih karena terinspirasi sukses Dick Advocaat membawa Curacao lolos ke Piala Dunia 2026.
- Hiddink mengagumi pencapaian Curacao dan bernostalgia tentang kultur tim yang sangat santai dan sering berpesta saat ia melatih.
- Setelah empat tahun rehat, Hiddink mencari tantangan melatih tim yang akan berkompetisi di Piala Dunia atau turnamen besar lainnya.
Suara.com - Guus Hiddink salah satu pelatih paling ikonik di dunia, secara mengejutkan menyatakan dirinya siap turun gunung dari masa rehatnya.
Pemicunya adalah keberhasilan rival sekaligus koleganya sesama pelatih veteran, Dick Advocaat yang sukses membawa Curacao lolos ke Piala Dunia 2026.
Dick Advocaat dan Guus Hiddink adalah dua maestro yang nasibnya kerap bersinggungan. Keduanya pernah menukangi Belanda, Korea Selatan, Rusia, dan bahkan Curacao.
Melihat mantan tim asuhannya mencetak sejarah di tangan rivalnya, Hiddink tak bisa menyembunyikan kekagumannya.
"Hal ini sangat mengesankan," kata Hiddink soal pencapaian Curacao, dalam program Studio Voetbal.
"Mereka memiliki keunggulan karena Kanada, AS, dan Meksiko tidak ikut dalam play-off, tapi itu tidak penting. Mereka sudah lolos, itu bagus dan luar biasa untuk pulau ini," imbuhnya.
Hiddink kemudian bernostalgia tentang masanya melatih Curacao. Ia mengenang kultur tim yang sangat santai dan penuh pesta, sebuah tantangan yang harus ia taklukkan.
"Curacao jauh lebih terorganisasi sekarang. (Dulu) Pemain-pemain saya datang seperti keluarga dan sangat bahagia satu sama lain. Mereka mengadakan pesta sebelum latihan, pesta setelah latihan. Mereka selalu mengadakan pesta," kenangnya.
"Tapi saya harus katakan, mereka selalu sangat serius selama latihan dan pertandingan. Sangat menyenangkan bekerja dengan mereka, tapi pesta kadang-kadang berlangsung hingga larut malam. Saya menghentikan itu setelah hari kedua latihan. Itu mulai kelewatan meriah," tambahnya.
Baca Juga: Singgung Shin Tae-yong, PSSI Tetapkan Syarat Mutlak untuk Pelatih Baru Timnas Indonesia
Keberhasilan Advocaat inilah yang seolah kembali menyalakan gairah Hiddink. Setelah empat tahun menepi, ia secara terbuka mengirimkan sinyal bahwa dirinya kini kembali tersedia di pasar pelatih.
"Apakah saya pensiun? Saya selalu menunggu panggilan telepon," katanya lagi.
Pernyataan ini sontak memicu spekulasi. Dengan PSSI yang sedang mencari pengganti Patrick Kluivert, mungkinkah Timnas Indonesia menjadi salah satu penelepon itu?
Latar belakang Hiddink sebagai pelatih asal Belanda dan pengalamannya yang teruji di Asia (Korea Selatan dan China U-21) membuatnya tampak seperti kandidat yang sangat menarik.
Namun, Guus Hiddink hanya tertarik pada tim yang akan berlaga di panggung Piala Dunia atau yang mentas di turnamen besar.
"Piala Eropa, Piala Dunia, semuanya luar biasa. Dickie (Advocaat) juga sudah tua, tapi dia akan hadir di Piala Dunia lagi," kata Hiddink.
Berita Terkait
-
Pernah Dicoret, Hokky Caraka Bertekad Ulang Kejayaan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025
-
Efek Domino Van Bronckhorst Latih Timnas Indonesia, PSIM Yogyakarta Bisa Rugi!
-
Sosok Calon Pelatih Timnas Indonesia Makin Terkuak, Ordal PSSI Akui Ada Kandidat dari Belanda
-
Tak Dilirik Timnas Indonesia, Shin Tae-yong Masuk Kandidat Pelatih Klub Malaysia
-
Pengumuman Pelatih Baru Timnas Indonesia Tinggal Menunggu Waktu, Hasil Wawancara Segera Diputuskan
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Pelatih Bali United Menyesal Gagal Boyong Eliano Reijnders, Kenapa?
-
Pembelaan Bojan Hodak: Saya Tak Ingat Bali United Bikin Peluang Sebelum Persib Kartu Merah
-
Semakin Seru Persaingan jadi Juara, Berikut Jadwal Pekan 28 Super League
-
Kolaborasi Epik! Legenda Timnas Indonesia Setim Eks Juventus hingga Madrid di Clash of Legends
-
Persija Jakarta Gelar Workshop Fotografi di GBK Saat Laga Kontra Persebaya
-
Aksi Berkelas Jay Idzes Jadi Pelerai Saat Keributan Panas Pecah di Laga Genoa vs Sassuolo
-
Justin Hubner Ungkap Sebuah Penyesalan Kepada Lewis Holtby
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Calvin Verdonk Berpeluang Main di Liga Champions, Lille Semakin Kokoh di 3 Besar
-
2 Pemain Keturunan Indonesia Makin Gacor di Luar Negeri, Kapan Dinaturalisasi?