Bola / Bola Indonesia
Senin, 13 April 2026 | 17:25 WIB
Pelatih Persib, Bojan Hodak, merespons santai dua gol telat Bali United di GBLA. Ia tegaskan gawang timnya kebobolan murni karena harus bermain dengan 10 orang. [Dok. Suara.com/Rahman]
Baca 10 detik
  • Persib Bandung sukses menaklukkan Bali United 3-2 di GBLA meski gagal catatkan rekor tanpa kebobolan usai dihukum dua gol telat.
  • Pelatih Bojan Hodak menilai dua gol lawan tercipta murni akibat Persib harus bermain dengan 10 pemain setelah Matricardi dikartu merah.
  • Kemenangan krusial ini semakin mengukuhkan posisi skuad Maung Bandung di puncak klasemen sementara liga dengan koleksi 64 poin.

Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, merespons santai kegagalan timnya mencatatkan rekor clean sheet akibat kebobolan dua gol telat saat menjamu Bali United di ajang kompetisi domestik.

Juru taktik asal Kroasia tersebut menilai gawang Teja Paku Alam tidak akan mudah ditembus oleh barisan penyerang lawan seandainya skuad tuan rumah tidak kehilangan satu pemain di pertengahan babak kedua.

Pembelaan sang pelatih ini sekaligus menegaskan tingginya determinasi skuad Maung Bandung untuk terus menjaga jarak aman di puncak klasemen sementara kompetisi BRI Super League musim ini.

Drama Kartu Merah Hancurkan Skenario Clean Sheet

Tinggalkan Persib di Akhir Musim? Bojan Hodak Buka Suara. [Dok. Suara.com/Rahman]

Dominasi taktik tuan rumah sebenarnya berjalan sangat mulus sejak peluit babak pertama dibunyikan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12/4/2026).

Skuad Maung Bandung tampil sangat agresif dan sukses menyarangkan tiga gol indah melalui aksi Ramon 'Tanque' de Andrade Souza (29'), Luciano Guaycochea (55'), serta Federico Barba (87').

Namun, situasi di atas lapangan mendadak berubah drastis ketika bek tangguh Patricio Matricardi harus mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-66.

Kekurangan satu pemain ini langsung dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad Serdadu Tridatu untuk mengurung pertahanan tuan rumah yang mulai kehilangan keseimbangan antarlini.

Alhasil, gawang tuan rumah harus bergetar dua kali melalui sontekan mematikan Teppei Yachida pada menit ke-81 dan eksekusi akurat Jordy Bruijn di masa tambahan waktu (90+3').

Baca Juga: Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop

Pembelaan Taktikal Bojan Hodak

Menyikapi hilangnya fokus di lini belakang pada menit-menit krusial, sang pelatih kepala justru dengan tegas menolak untuk menyalahkan performa barisan pertahanannya.

"Lihat, mereka mencetak dua gol ketika kami sudah bermain dengan 10 pemain," kata Bojan Hodak saat konferensi pers setelah pertandingan.

Ia mengklaim bahwa aliran serangan tim tamu nyaris tidak memberikan ancaman berarti selama kedua kesebelasan bertarung dengan jumlah pemain yang seimbang di atas lapangan.

"Selain ini, saya tidak ingat bagaimana peluang mereka. Hanya satu tendangan dari pinggir saja," ungkap pelatih yang membawa Persib back to back juara Liga 1 ini.

Meskipun secara terbuka mengakui kualitas daya gedor sang lawan, pelatih berpaspor Kroasia tersebut tetap bersikukuh bahwa gol balasan murni lahir karena faktor ketimpangan jumlah pemain.

Load More