- Persib Bandung sukses menaklukkan Bali United 3-2 di GBLA meski gagal catatkan rekor tanpa kebobolan usai dihukum dua gol telat.
- Pelatih Bojan Hodak menilai dua gol lawan tercipta murni akibat Persib harus bermain dengan 10 pemain setelah Matricardi dikartu merah.
- Kemenangan krusial ini semakin mengukuhkan posisi skuad Maung Bandung di puncak klasemen sementara liga dengan koleksi 64 poin.
Suara.com - Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, merespons santai kegagalan timnya mencatatkan rekor clean sheet akibat kebobolan dua gol telat saat menjamu Bali United di ajang kompetisi domestik.
Juru taktik asal Kroasia tersebut menilai gawang Teja Paku Alam tidak akan mudah ditembus oleh barisan penyerang lawan seandainya skuad tuan rumah tidak kehilangan satu pemain di pertengahan babak kedua.
Pembelaan sang pelatih ini sekaligus menegaskan tingginya determinasi skuad Maung Bandung untuk terus menjaga jarak aman di puncak klasemen sementara kompetisi BRI Super League musim ini.
Drama Kartu Merah Hancurkan Skenario Clean Sheet
Dominasi taktik tuan rumah sebenarnya berjalan sangat mulus sejak peluit babak pertama dibunyikan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (12/4/2026).
Skuad Maung Bandung tampil sangat agresif dan sukses menyarangkan tiga gol indah melalui aksi Ramon 'Tanque' de Andrade Souza (29'), Luciano Guaycochea (55'), serta Federico Barba (87').
Namun, situasi di atas lapangan mendadak berubah drastis ketika bek tangguh Patricio Matricardi harus mandi lebih cepat usai diganjar kartu merah oleh wasit pada menit ke-66.
Kekurangan satu pemain ini langsung dimanfaatkan secara maksimal oleh skuad Serdadu Tridatu untuk mengurung pertahanan tuan rumah yang mulai kehilangan keseimbangan antarlini.
Alhasil, gawang tuan rumah harus bergetar dua kali melalui sontekan mematikan Teppei Yachida pada menit ke-81 dan eksekusi akurat Jordy Bruijn di masa tambahan waktu (90+3').
Baca Juga: Dorong Sepakbola Putri, IndonesiaPrancis Gelar Coaching Clinic dan Workshop
Pembelaan Taktikal Bojan Hodak
Menyikapi hilangnya fokus di lini belakang pada menit-menit krusial, sang pelatih kepala justru dengan tegas menolak untuk menyalahkan performa barisan pertahanannya.
"Lihat, mereka mencetak dua gol ketika kami sudah bermain dengan 10 pemain," kata Bojan Hodak saat konferensi pers setelah pertandingan.
Ia mengklaim bahwa aliran serangan tim tamu nyaris tidak memberikan ancaman berarti selama kedua kesebelasan bertarung dengan jumlah pemain yang seimbang di atas lapangan.
"Selain ini, saya tidak ingat bagaimana peluang mereka. Hanya satu tendangan dari pinggir saja," ungkap pelatih yang membawa Persib back to back juara Liga 1 ini.
Meskipun secara terbuka mengakui kualitas daya gedor sang lawan, pelatih berpaspor Kroasia tersebut tetap bersikukuh bahwa gol balasan murni lahir karena faktor ketimpangan jumlah pemain.
Berita Terkait
-
Asa Juara Sirna Dilibas Persija, Persebaya Surabaya Fokus Akhiri Musim Sebaik Mungkin
-
Persib Susah Payah Bungkam Bali United, Frans Putros: Yang Penting Menang!
-
Kalahkan Bali United dengan 10 Pemain, Bojan Hodak Puji Kerja Keras Pasukannya
-
Kecewa Kalah dari Persib Bandung, Johnny Jansen: Bali United Seharusnya Menang
-
Jan Olde Riekerink Pasang Target Akhiri Musim di Enam Besar
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
Terkini
-
Timnas Indonesia Resmi Hadir di EA Sports FC 26
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Timnas Iran Minta Visa Khusus di Piala Dunia 2026, Otoritas AS Masih Cuek Bebek
-
Siapkan Rp900 Miliar Manchester United Selangkah Lagi Dapatkan Pengganti Casemiro
-
Bekas Kota Komunis Bersiap Panen Cuan di Final Liga Champions Arsenal vs PSG
-
Final Liga Champions: PSG Menggila di Depan, Arsenal Tak Tergoyahkan di Belakang
-
Daftar Klub Inggris Paling Sukses di Eropa: Liverpool Masih Juara, Arsenal Coba Cetak Sejarah
-
Hanya Ada 8 Klub! Misi Eks Barcelona Bawa PSG Samai Rekor Real Madrid di Liga Champions
-
Berapa Duit yang Dikantongi Juara Liga Champions? Yang Kalah Cuma Dapat Rp1,2 Triliun
-
Arsenal Terancam Tumbang? PSG Punya Keunggulan 7.000 Menit Jelang Final Liga Champions